Sebagian Melanggar
Nomor Putusan: No. 39 Tahun 2024
Ketua dan Anggota KPU Kabupaten Yahukimo
Tahun: 2024 · Tanggal (data DKPP): 24/06/2024 · Tanggal Putusan (dari dokumen): 13-05-2024
👁 26 dibaca
⇩ 12 diunduh
⇩ Unduh Putusan (PDF)
Ringkasan
Pertimbangan PutusanMenimbang Pengadu pada pokoknya mendalilkan bahwa Para Teradu diduga melakukan pelanggaran kode etik dan pedoman perilaku penyelenggara pemilu atas tindakan dan perbuatannya sebagai berikut: [4.1.1] Bahwa Teradu I diduga tidak memenuhi syarat sebagai Anggota KPU Kabupaten Yahukimo Periode 2024-2029 karena pada tahun 2019 pernah dijatuhi sanksi Peringatan Keras oleh Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu berdasarkan Putusan DKPP Nomor 285-PKE-DKPP/IX/2019. [4.1.2] Bahwa Teradu II diduga pernah terlibat dalam Tim Kemenangan Didimus Yahuli dan Esau Miram selaku Calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Yahukimo Periode 2020-2025 dan diduga pernah menjadi ajudan/Sespri Bupati Kabupaten Yahukimo.
Pasal DilanggarPasal 2 ayat (1); Pasal 13; Pasal 6 ayat (2); Pasal 8
Amar Putusan1. Mengabulkan pengaduan Pengadu untuk sebagian; 2. Merehabilitasi nama baik Teradu I Penas Bahabol selaku Ketua merangkap Anggota KPU Kabupaten Yahukimo terhitung sejak Putusan ini dibacakan; 3. Menjatuhkan sanksi Peringatan Keras Terakhir dan Pemberhentian dari Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan kepada Teradu II Panus Yahuli selaku Anggota KPU Kabupaten Yahukimo terhitung sejak Putusan ini dibacakan; 4. Memerintahkan Komisi Pemilihan Umum untuk melaksanakan Putusan ini paling lama 7 (tujuh) hari sejak Putusan ini dibacakan; 5. Memerintahkan Badan Pengawas Pemilihan Umum untuk mengawasi pela
PEMBUKAAN
PUTUSAN
Nomor 39-PKE-DKPP/II/2024
DEWAN KEHORMATAN PENYELENGGARA PEMILU
REPUBLIK INDONESIA
DEMI KEADILAN DAN KEHORMATAN PENYELENGGARA PEMILU
Memeriksa dan memutus pada tingkat pertama dan terakhir Pengaduan Nomor:
39-P/L-DKPP/II/2024 yang diregistrasi dengan Perkara Nomor:
39-PKE-DKPP/II/2024 menjatuhkan Putusan atas dugaan pelanggaran Kode Etik
Penyelenggara Pemilu yang diajukan oleh:
I. IDENTITAS PENGADU
[1.1] PENGADU
Nama : Gerats Nepsan
Pekerjaan/Lembaga : Wiraswasta
Alamat : Dekai, Kelurahan/Desa Dekai, Kecamatan Dekai, Kabupaten
Yahukimo, Provinsi Papua Pegunungan.
Selanjutnya disebut sebagai-------------------------------------------------------------------Pengadu.
II. IDENTITAS TERADU
TERHADAP
[1.2] TERADU
1. Nama : Penas Bahabol
Pekerjaan/Lembaga : Ketua KPU Kabupaten Yahukimo
Alamat : Jl. Sohosa Dekai, Kabupaten Yahukimo, Provinsi Papua
Pegunungan.
Selanjutnya disebut sebagai-------------------------------------------------------------------Teradu I;
2. Nama : Panus Yahuli
Pekerjaan/Lembaga : Anggota KPU Kabupaten Yahukimo
Alamat : Jl. Sohosa Dekai, Kabupaten Yahukimo, Provinsi Papua
Pegunungan.
Selanjutnya disebut sebagai------------------------------------------------------------------Teradu II;
Teradu I dan Teradu II selanjutnya disebut sebagai--------------------------------Para Teradu;
[1.3] membaca pengaduan Pengadu;
mendengar keterangan Pengadu;
mendengar jawaban Para Teradu;
memeriksa dan mendengar keterangan Para Saksi
mendengar keterangan Pihak Terkait; dan
memeriksa dan mempelajari dengan seksama segala bukti yang diajukan
Pengadu, Para Teradu dan Pihak Terkait.
[2.1] POKOK PENGADUAN PENGADU
Bahwa Pengadu telah menyampaikan pengaduan tertulis dan secara lisan dalam sidang
pemeriksaan dugaan Pelanggaran Kode Etik Penyelenggara Pemilu pada tanggal 26
April 2024, sebagai berikut:
1. Bahwa pada tanggal 29 November dan 6 Desember 2023 melalui media online, Saksi
I pernah mengadukan kepada Tim Seleksi Anggota KPU Kabupaten Tolikara dan
Yahukimo Periode 2024-2029 dan juga melalui surat maupun secara lisan
(WhatsApp) atas dugaan tidak terpenuhinya syarat undang-undang sebagai Calon
Anggota KPU a.n. Teradu I dan Teradu II tetapi tidak ditindaklanjuti oleh para pihak
dimaksud sehingga kedua Teradu terpilih sebagai Anggota KPU Kabupaten
Yahukimo (vide Bukti P-10).
2. Bahwa pada tanggal 3 Februari 2024 bertempat di Jakarta, Komisi Pemilihan Umum
telah melantik beberapa Anggota KPU Provinsi dan Kabupaten berdasarkan
Keputusan Komisi Pemilihan Umum Nomor: 130 Tahun 2024 tentang Penetapan
Calon Anggota Komisi Pemilihan Umum Provinsi Nusa Tenggara Timur dan Anggota
Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota pada 30 (Tiga Puluh) Kabupaten/Kota di
9 (Sembilan) Provinsi Terpilih Periode 2024 – 2029 yang dituangkan dalam
Pengumuman Komisi Pemilihan Umum Nomor: 13/SDM.12-Pu/04/2024,
diantaranya Penas Bahabol (Teradu I) dan Panus Yahuli (Teradu II) sebagai Anggota
KPU Kabupaten Yahukimo Periode 2024-2029 (vide Bukti P-2).
3. Bahwa Teradu I saat ini terpilih dan menjabat sebagai Ketua KPU Kabupaten
Yahukimo dan Teradu II terpilih dan menjabat sebagai anggota KPU Kabupaten
Yahukimo. Padahal kedua Teradu tersebut diduga tidak memenuhi syarat undang-
undang sebagai Calon Anggota KPU (vide Bukti P-3 dan vide Bukti P-4).
4. Bahwa Pengadu sebagai Warga Negara Indonesia mempunyai hak yang sama dalam
mendapatkan pekerjaan tetapi Pengadu merasa hak Pengadu telah dirampas oleh
orang-orang yang tidak memenuhi syarat Undang-Undang sebagai calon anggota
KPU;
5. Oleh karena itu, Pengadu sebagai salah satu Calon Anggota KPU Kabupaten
Yahukimo telah lolos seleksi pada tahapan 10 besar merasa dirugikan hak Pengadu
karena telah memenuhi semua persyaratan sebagai Calon Anggota KPU kabupaten
Yahukimo dan juga nilai hasil tes Pengadu telah memenuhi syarat tetapi pada
kenyataannya terpilih orang-orang yang tidak memenuhi syarat Undang-Undang
sebagai calon anggota KPU Kabupaten/Kota.
[2.2] PETITUM PENGADU
Bahwa berdasarkan uraian di atas, Pengadu memohon kepada Dewan Kehormatan
Penyelenggara Pemilu berdasarkan kewenangannya untuk memeriksa dan memutus
dugaan pelanggaran Kode Etik Penyelenggara Pemilu.
[2.3] BUKTI PENGADU
Bahwa untuk menguatkan aduannya, Pengadu mengajukan bukti-bukti yang diberi
tanda Bukti P-1 sampai dengan P-10 sebagai berikut:
NO. BUKTI KETERANGAN
1 P-1 Kartu Tanda Penduduk (KTP) a.n. Gerats Nepsan dan Marinus
Yalak;
2 P-2 Pengumuman Nomor: 13/SDM.12-Pu/04/2024 tentang Calon
Anggota Komisi Pemilihan Umum Provinsi Nusa Tenggara Timur
dan Anggota Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota Pada 30
(Tiga Puluh) Kabupaten/Kota di 9 (Sembilan) Provinsi Terpilih
Periode 2024-2029, tertanggal 31 Januari 2024;
3 P-3 Dokumentasi Pelantikan Anggota KPU Kabupaten/Kota Pada 29
(Dua Puluh Sembilan) Kabupaten/Kota di 9 (Sembilan) Provinsi
Periode 2024-2029;
4 P-4 Berita Acara Penetapan KPU Kabupaten Yahukimo Periode 2024-
2029, tertanggal 3 Februari 2024;
5 P-5 Putusan DKPP Nomor: 285-PKE-DKPP/IX/2019;
6 P-6 Surat Keputusan Dewan Pimpinan Daerah Partai Hati Nurani
Rakyat Provinsi Papua Nomor: 25/B.2/DPD-
HANURA/PAPUA/II/2022 tentang Restrukturisasi Dan Reposisi
Susunan Kepengurusan Dewan Pimpinan Cabang Partai Hati
Nurani Rakyat Kabupaten Yahukimo Provinsi Papua Masa Bakti
2020-2025, tertanggal 7 Februari 2022;
7 P-7 Surat Keputusan Nomor: 02/SK/TKP-DY.EM/YHK.M/IX/2020
tentang Penetapan dan Pengesahan Tim Pemenangan Pemulihan
Yahukimo Pasangan Didimus Yahuli, SH-Esau Miram, SIP Periode
2020-2025, tertanggal 21 Agustus 2020;
8 P-8 Dokumentasi Teradu II sebagai Ajudan Bupati Yahukimo;
9 P-9 Dokumentasi Penyerahan Dana Operasional Yang di Lakukan
Teradu II Kepada Panitia Pemilihan Kecamatan/Distrik Tanggal 9
Februari 2024 di Bandara Nop Goliat Dekai Kabupaten Yahukimo;
10 P-10 Website media online yang memberitakan pengaduan tokoh
Masyarakat atas penetapan calon anggota KPU Kabupaten
Yahukimo.
[2.4] SAKSI PARA PENGADU
Bahwa untuk membuktikan dalil-dalilnya, Para Pengadu mengajukan Saksi yakni
Marinus Yalak dan Dany Magayang yang memberikan kesaksian dalam sidang
pemeriksaan tanggal 26 April 2024 sebagai berikut:
Marinus Yalak
• Saksi merupakan perwakilan masyarakat Kabupaten Yahukimo
• Saksi menerangkan dalam proses seleksi anggota KPU Kabupaten Yahukimo, Tim
Seleksi mengakomodir orang-orang yang bermasalah, tidak sesuai dengan
persyaratan yang ditentukan Undang-Undang, dan tidak berintegritas serta tidak
berkualitas. Sehingga apabila terpilih maka akan mempengaruhi kinerja oleh
karena pada saat proses seleksi calon anggota KPU Kabupaten Yahukimo, diduga
Teradu I dan Teradu II tidak memenuhi persyaratan. Teradu I pada tahun 2019,
terdapat pengalihan suara kepada Calon Anggota Legislatif. Sementara Teradu II,
terlibat dalam kegiatan kepengurusan partai politik. Sehingga Para Teradu tidak
layak untuk lolos sebagai Anggota KPU Kabupaten Yahukimo. Seleksi selanjutnya,
Saksi sebagai tokoh masyarakat telah mengadukan kepada Tim Seleksi baik secara
telepon, WhatsApp, maupun secara langsung (secara fisik). Namun Tim Seleksi
tidak merespon tanggapan masyarakat sehingga Teradu I dan Teradu II tetap
diloloskan sebagai Anggota KPU Kabupaten Yahukimo. Saksi sebagai tokoh
masyarakat adat mempunyai kedudukan dan perkembangan demokrasi di
Kabupaten Yahukimo mengadu kepada media Bintang Papua tanggal 29 November
2023. Namun, Tim Seleksi tetap tidak mendengar laporan Saksi dan tetap
meloloskan Teradu I dan Teradu II. Kemudian, pada tanggal 6 Desember 2023,
dengan media yang sama namun Teradu I dan Teradu II tetap diloloskan dalam 10
besar hingga akhirnya Teradu I dan Teradu II ditetapkan dan dilantik sebagai
anggota KPU Kabupaten Yahukimo Periode 2024 s.d. 2029. Saksi sebagai tokoh adat
masyarakat mengingatkan kepada Tim Seleksi agar lebih selektif dalam seleksi
anggota KPU Kabupaten Yahukimo. Namun, hal tersebut tidak didengar oleh Tim
Seleksi hingga pada akhirnya hasil kinerja Tim Seleksi di sidangkan di DKPP.
• Saksi menerangkan mengenai laporan ke pada Tim Seleksi, pada waktu terdapat
demo besar-besaran antara masyarakat Tolikara dan Yahukimo di Wamena.
Sehingga Tim Seleksi dipindahkan ke Jayapura. Tim Seleksi tidak jelas, mau
bertemu Sekretariat pun tidak bisa. Hal ini membuat Saksi tidak dapat
menyerahkan laporan/tanggapan masyarakat. Tim Seleksi dan Sekretariat Tim
Seleksi tidak ada karena demo besar-besaran sehingga dipindahkan di Jayapura.
• Saksi menerangkan di Wamena, Sekretariat Tim Seleksi memiliki kantor sendiri. Di
Jayapura, Tim Seleksi Yahukimo dan Tolikara tidak memiliki kantor Sekretariat.
• Saksi menerangkan telah menyampaikan laporan kepada Tim Seleksi melalui
WhatsApp namun tidak direspon.
• Saksi menerangkan tidak pernah mengikuti kegiatan Teradu II maupun Arius
Yahuli tapi melihat dari sisi di Kabupaten Yahukimo, Saksi dan Teradu II masih
satu kampung. Nama Teradu II dan Arius Yahuli terdapat dalam SK Kepengurusan
DPC Partai Hanura Kabupaten Yahukimo.
• Saksi menerangkan tidak pernah melihat Teradu II mengikuti kegiatan partai
politik. Saksi melaporkan Teradu II kepada Tim Seleksi terkait dugaan keterlibatan
dalam kepengurusan Partai Hanura. Saksi menyampaikan melalui media mengenai
dugaan keterlibatan Teradu II dalam kepengurusan Partai Hanura tanggal 29
November 2023 dan 6 Desember 2023 sebelum penetapan 5 besar calon Anggota
KPU Kabupaten Yahukimo.
• Saksi menerangkan mengenai Ketua DPC Partai Hanura Kabupaten Yahukimo,
ketika memasukkan tanggapan di media, Ketua DPC tidak pernah melihat
tanggapan tersebut maupun mengklarifikasi. Ketika tanggal 2 April 2024, akan
pelantikan anggota KPU Kabupaten/Kota di Jakarta baru Ketua DPC muncul di
media untuk mengklarifikasi bahwa SK yang mencantumkan nama Teradu II tidak
benar.
• Saksi menerangkan untuk media tidak pernah menyampaikan bahwa Teradu
terlibat partai PDIP. Sebelum pendaftaran, memang diduga terlibat kepengurusan
partai Hanura bukan partai PDIP. Saksi mengikuti dari awal bahkan ketika
menyampaikan kepada media, maupun Timsel, sudah dilaporkan bahwa tidak ada
menyampaikan keterlibatan kepengurusan PDIP tapi Hanura.
• Saksi menerangkan bahwa sesuai dengan bukti Teradu II memang merupakan
sespri Bupati dan juga merupakan tim pemenangan Bupati.
[2.5] PENJELASAN DAN POKOK JAWABAN PARA TERADU
Bahwa Para Teradu telah menyampaikan jawaban tertulis dan dibacakan di muka
sidang pemeriksaan dugaan Pelanggaran Kode Etik Penyelenggara Pemilu pada tanggal
26 April 2024, sebagai berikut:
I. POKOK-POKOK PENGADUAN YANG DIDALILKAN OLEH PENGADU SEBAGAI
BERIKUT:
1. Bahwa pada tanggal 29 November dan 6 Desember 2023, melalui media online
oleh Saksi I pernah mengadukan kepada Timsel anggota KPU Kabupaten
Tolikara dan Yahukimo Periode 2024 – 2029 dan juga melalui Surat maupun
secara lisan (WhatsApp) atas dugaan tidak terpenuhinya syarat undang-
undang sebagai calon anggota KPU a.n. Teradu I dan Teradu II tetapi tidak
ditindaklanjuti oleh para pihak dimaksud sehingga kedua Teradu terpilih
sebagai anggota KPU Kabupaten Yahukimo (vide Bukti P-10).
2. Bahwa pada tanggal 3 Februari 2024 bertempat di Jakarta, Komisi Pemilihan
Umum telah melantik beberapa Anggota KPU Provinsi dan Kabupaten
berdasarkan Keputusan Komisi Pemilihan Umum Nomor: 130 Tahun 2024
tentang Penetapan Calon Anggota Komisi Pemilihan Umum Provinsi Nusa
Tenggara Timur dan Anggota Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota pada
30 (Tiga Puluh) Kabupaten/Kota di 9 (Sembilan) Provinsi Terpilih Periode 2024-
2029 yang dituangkan dalam Pengumuman Komisi Pemilihan Umum Nomor:
13/SDM.12.Pu/04/2024, diantaranya Penas Bahabol (Teradu I) dan Panus
Yahuli (Teradu II) sebagai anggota KPUD Kabupaten Yahukimo periode 2024-
2029 (vide Bukti P-2).
3. Bahwa Teradu I saat ini terpilih dan menjabat sebagai Ketua KPU Kabupaten
Yahukimo dan Teradu II terpilih dan menjabat sebagai anggota KPU Kabupaten
Yahukimo, padahal kedua Teradu tersebut diduga tidak memenuhi syarat
undang-undang sebagai calon anggota KPU (vide Bukti P-3 dan vide Bukti P-4).
4. Bahwa Pengadu sebagai Warga Negara Indonesia yang mempunyai hak yang
sama dalam mendapatkan pekerjaan tetapi Pengadu merasa hak Pengadu telah
dirampas oleh orang-orang yang tidak memenuhi semua syarat Undang-
Undang sebagai calon anggota KPU.
5. Oleh karena itu, Pengadu sebagai salah satu calon anggota KPU Kabupaten
Yahukimo yang telah lolos seleksi pada tahapan 10 besar merasa dirugikan hak
saya karena telah memenuhi semua persyaratan sebagai calon anggota KPU
Kabupaten Yahukimo dan juga nilai hasil tes Pengadu telah memenuhi syarat
tetapi pada kenyataannya terpilih orang-orang yang tidak memenuhi syarat
Undang-Undang sebagai calon anggota KPU Kabupaten/Kota.
III. TANGGAPAN TERHADAP PENGADUAN
Bahwa Teradu I dan Teradu II dapat menanggapi secara ringkas apa yang menjadi
Pengaduan Pengadu di bawah ini sebagai berikut:
1. Bahwa Teradu I dan Teradu II dengan tegas menolak dalil Pengadu yang
menyatakan: Bahwa pada tanggal 29 November dan 6 Desember 2023, melalui
media online oleh Saksi I pernah mengadukan kepada Timsel anggota KPUD
Kabupaten Tolikara dan Yahukimo periode 2024 – 2029 dan juga melalui Surat
maupun secara Lisan (WhatsApp) atas dugaan tidak terpenuhinya syarat
undang-undang sebagai calon anggota KPU atas nama Teradu I dan II tetapi
tidak ditindaklanjuti oleh para pihak dimaksud sehingga kedua Teradu terpilih
sebagai anggota KPU Kabupaten Yahukimo;
Untuk itu Para Teradu tanggapi sebagai berikut:
- Bahwa dalil ini tidak benar, karena proses untuk menjadi Calon Anggota KPU
tidak serta merta sesuai dengan keinginan Pengadu, tetapi merupakan suatu
proses berdasarkan aturan yang telah mempunyai hukum dan telah
dilaksanakan oleh Panitia atau Tim Seleksi Pemilihan Anggota KPU
Kabupaten Yahukimo, dimana sebelumnya telah dilakukan sejumlah
pemenuhan berkas dan persyaratan lain yang dibutuhkan dalam seleksi
tersebut;
- Bahwa proses yang dilakukan oleh Tim Seleksi telah sesuai dengan aturan
yang berlaku, sehingga Teradu I dan Teradu II terpilih sebagai Ketua dan
Anggota KPU Kabupaten Yahukimo;
- Bahwa Teradu I dan Teradu II telah teruji dalam melaksanakan tugas-tugas
sebagai Ketua dan Anggota KPU sejak Tahun 2019 dan tidak pernah
dikenakan hukuman pemberhentian karena melakukan kesalahan;
- Bahwa dapat Teradu I jelaskan pada Tahun 2019 yang di perkarakan oleh
Pengadu dengan dalil peringatan keras itu adalah biasa dan bukan
pemberhentian;
- Bahwa pada tahun 2019 yang bertanggung jawab penuh waktu itu adalah
Ketua (Didimus Busup) sehingga telah diberhentikan
- Bahwa pada tahun 2019 itu adalah periode yang lain dan bukan di periode
saat ini sehingga Pengadu keliru dalam pengaduan ini;
- Bahwa peringatan keras berarti bukan pemberhentian tetap;
- Bahwa Pengadu sangat keliru terhadap pengaduan ini, karena Teradu I dan
Teradu II tidak pernah melakukan perbuatan merugikan Pengadu seperti
yang disampaikan dalam persidangan ini sehingga Para Teradu mohon
Majelis pemeriksa perkara ini untuk menolak pengaduan perkara ini.
2. Bahwa Para Teradu dengan tegas menolak dalil Pengadu yang menyatakan:
Bahwa pada tanggal 3 Februari 2024 bertempat di Jakarta, Komisi Pemilihan
Umum telah melantik beberapa Anggota KPU Provinsi dan Kabupaten
berdasarkan Keputusan Komisi Pemilihan Umum Nomor: 130 Tahun 2024
tentang Penetapan Calon Anggota Komisi Pemilihan Umum Provinsi Nusa
Tenggara Timur dan Anggota Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota pada 30
(Tiga Puluh) Kabupaten/Kota di 9 (Sembilan) Provinsi Terpilih Periode 2024-
2029 yang dituangkan dalam Pengumuman Komisi Pemilihan Umum Nomor:
13/SDM.12.Pu/04/2024, diantaranya Penas Bahabol (Teradu I) dan Panus
Yahuli (Teradu II) sebagai anggota KPU Kabupaten Yahukimo Periode 2024-
2029;
Untuk itu Para Teradu tanggapi sebagai berikut:
- Bahwa Komisi Pemilihan Umum telah melantik beberapa Anggota KPU
Provinsi dan Kabupaten berdasarkan Keputusan Komisi Pemilihan Umum
Nomor: 130 Tahun 2024 tentang Penetapan Calon Anggota Komisi Pemilihan
Umum Provinsi Nusa Tenggara Timur dan Anggota Komisi Pemilihan Umum
Kabupaten/Kota pada 30 (Tiga Puluh) Kabupaten/Kota di 9 (Sembilan)
Provinsi Terpilih Periode 2024-2029 yang dituangkan dalam Pengumuman
Komisi Pemilihan Umum Nomor: 13/SDM.12.Pu/04/2024.
- Bahwa proses ini sampai dengan terbitnya Keputusan Komisi Pemilihan
Umum Nomor 130 Tahun 2024 tentang Penetapan Calon Anggota Komisi
Pemilihan Umum Provinsi Nusa Tenggara Timur dan Anggota Komisi
Pemilihan Umum Kabupaten/Kota pada 30 (Tiga Puluh) Kabupaten/Kota di
9 (Sembilan) Provinsi Terpilih Periode 2024-2029 telah sesuai dengan aturan
yang berlaku dan Keputusan ini merupakan Keputusan yang adil dan
bermartabat berdasarkan hasil timsel Kabupaten Yahukimo. Pengadu tidak
memahami proses sampai kemudian terbitmya SK Komisi Pemilihan Umum
Nomor: 130 Tahun 2024, sehingga dalil-dalil Pengaduan yang
mempersoalkan tentang Komisi Pemilihan Umum Nomor: 130 Tahun 2024;
3. Bahwa Para Teradu dengan tegas menolak dalil Pengadu yang menyatakan:
Bahwa Teradu I saat ini terpilih dan menjabat sebagai Ketua KPU Kabupaten
Yahukimo dan Teradu II terpilih dan menjabat sebagai anggota KPU Kabupaten
Yahukimo, padahal kedua Teradu tersebut diduga tidak memenuhi syarat
undang-undang sebagai calon anggota KPU;
Untuk itu Para Teradu tanggapi sebagai berikut:
- Bahwa Teradu I dan Teradu II dengan tegas menolak dalil Pengadu ini, karena
Teradu I dan Teradu II telah melengkapi semua berkas dan persyaratan
sebagaimana yang persyaratkan dalam ketentuan untuk menjadi calon
anggota KPU;
- Bahwa persyaratan itu meliputi berkas-berkas calon anggota KPU Kabupaten
Yahukimo yang telah melalui sejumlah persyaratan dan tahapan seleksi
seperti:
1) Pengumuman;
2) Penerimaan pendadfaran dan penelitian administrasi
3) Seleksi tertulis
4) Program Assemen Psikologi
5) Seleksi wawancara;
6) Pengajuan nama calon anggota ke KPU RI
7) Uji kelayakan dan kepatutan
8) Pelantikan dan pengambilan sumpah/janji
- Bahwa semua proses tersebut di atas telah diikuti Teradu I dan Teradu II
sampai kemudian terpilih sebagai KPU dan Anggota KPU Kabupaten
Yahukimo;
- Bahwa dalil pengaduan ini adalah mengada-ada dan tidak berdasar hukum
sehingga harus ditolak.
4. Bahwa Para Teradu dengan tegas menolak dalil Pengadu yang menyatakan:
Bahwa saya sebagai warga negara Indonesia yang mempunyai hak yang sama
dalam mendapatkan pekerjaan tetapi saya merasa hak saya telah dirampas oleh
orang-orang yang tidak memenuhi semua syarat Undang-Undang sebagai calon
anggota KPU Kabupaten Yahukimo;
Untuk itu Para Teradu menanggapi sebagai berikut:
- Bahwa dalil Pengadu ini menunjukan kekecewaan yang berlebihan karena
tidak lulus dalam tahapan seleksi sebagai calon anggota KPU Kabupaten
Yahukimo, karena seharusnya kekecewaan seperti ini disampaikan ke Tim
Seleksi yang melakukan semua proses sampai terpilihnya para anggota KPU
Kabupaten Yahukimo;
- Teradu I dan Teradu II bisa menjadi anggota KPU, karena telah memenuhi
semua persyaratan dan lolos dari sekian banyaknya perserta yang ikut dalam
semua tahapan seleksi yang dilakukan oleh Timsel KPU;
- Dalil Pengadu ini tidak beralasan hukum dan harus ditolak;
5. Bahwa Para Teradu dengan tegas menolak dalil Pengadu yang menyatakan: Oleh
karena itu, Pengadu sebagai salah satu calon anggota KPU Kabupaten Yahukimo
yang telah lolos seleksi pada tahapan 10 besar merasa dirugikan hak Pengadu
karena telah memenuhi semua persyaratan sebagai calon anggota KPU
Kabupaten Yahukimo dan juga nilai hasil tes Pengadu telah memenuhi syarat
tetapi pada kenyataannya terpilih orang-orang yang tidak memenuhi syarat
Undang-Undang sebagai calon anggota KPU Kabupaten/Kota;
Untuk itu Para Teradu menanggapi sebagai berikut:
- Bahwa dalil Pengadu tersebut di atas adalah penilaian yang sangat subyektif,
karena faktanya Timsel KPU Kabupaten Yahukimo telah bekerja secara jujur,
objektif dan penuh dedikasi demi menghasilkan calon anggota KPU
Kabupaten Yahukimo yang sesuai dengan perintah undang-undang dan
Peraturan Komisi Pemilihan Umum tentang Pedoman Pelaksanaan Seleksi
dan penetapan Calon Anggota Komsis Pelimihan Umum Kabupaten
Yahukimo;
- Bahwa seharusnya jika Pengadu keberatan terhadap hasil Tim Seleksi Calon
Anggota KPU, maka dari awal ketika mengenai hasil Timsel tersebut yang
merugikan kepentingan Pengadu, maka seharusnya Pengadu melakukan
pembatalan hasil Timsel tersebut ke Pengadilan Tata Usaha Negara;
- Bahwa keberatan-keberatan Pengadu yang lain yang tidak ada dalam
pengaduan ini tidak akan Para Teradu tanggapi dan Para Teradu
menyatakan dengan tegas menolak pengaduan Pengadu ini;
6. Bahwa Para Teradu menolak dengan tegas Dalil Pengadu yang menyatakan
Teradu II:
- Diketahui terlibat aktif dalam kepengurusan Partai Politik (Partai Hanura) di
Kabupaten Yahukimo;
- Diketahui sebagai ajudan/Sekpri Bupati kabupaten Yahukimo aktif saat ini
yaitu Didimus Yahuli, S.H.;
- Diketahui Teradu II melakukan pembayaran uang operasional Panitia
- Pemilihan Kecamatan (PPK) yang seharusnya merupakan Tugas Bendahara
tetapi dilakukan oleh komisioner (Teradu II) di Bandara Nop Goliat Dekai
pada tanggal 09 Februari 2024;
- Diketahui terlibat dalam Tim Kemenangan Calon Bupati dan Wakil Bupati
Kabupaten Yahukimo Didimus Yahuli, S.H. dan Esau Miram, S.I.P Periode
2020-2025.
7. Untuk itu Para Teradu menanggapi sebagai berikut:
- Bahwa Para Teradu dengan tegas menolak dalil Pengadu ini, karena SK DPD
Partai Hanura Provinsi Papua Tahun 2022 tidak terdapat nama Teradu II.
Bahwa terkait dengan adanya SK DPD Partai Hanura Provinsi Papua
yang tercantum nama Teradu II adalah SK yang dipalsukan, dan berkaitan
dengan itu Teradu II telah membuat laporan dugaan tindak pidana
Pemalsuan di Polres Yahukimo. Bahwa berkaitan dengan itu pula, DPD
Hanura Provinsi Papua melalui DPC Hanura Kabupaten Yahukimo telah
menyampaikan Surat Klarifikasi kepada Komisi Pemilihan Umum Nomor
033/DPC/PH/YHKM/1/2024 tanggal 29 Januari yang pada pokoknya
menyatakan bahwa nama Teradu II bukan pengurus Partai Hanura DPC
Kabupaten Yahukimo;
- Bahwa Dalil Pengadu tidak benar, karena Teradu II telah mengajukan surat
pengunduran diri sebagai ajudan/Sekpri Bupati Yahukimo tiga bulan
sebelum Teradu II mengikuti Seleksi Calon Anggota KPU Yahukimo yang
dilakukan oleh Timsel KPU;
- Bahwa Teradu II membantah dalil Pengadu karena Pembayaran uang
operasional Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) yang dilakukan oleh Teradu
II di Bandara Nop Goliat Dekai pada tanggal 9 Februari 2024 merupakan
kegiatan resmi KPU dimana Teradu II menyerahkan honor tersebut secara
simbolis dan disaksikan oleh Panwaslu, TNI/Polri serta penyelenggara
lainnya;
- Bahwa dalil pengaduan ini adalah mengada-ada dan tidak berdasar hukum
sehingga harus ditolak.
[2.6] PETITUM PARA TERADU
Bahwa berdasarkan uraian di atas, Para Teradu memohon kepada Yang Mulia Majelis
sidang Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu berdasarkan kewenangannya untuk
memutus perkara a quo dengan amar putusan sebagai berikut:
1. Menolak Pengaduan Pengadu;
2. Menerima Jawaban Para Teradu untuk seluruhnya;
3. Menyatakan Para Teradu tidak terbukti melanggar Kode Etik Penyelenggara
Pemilihan Umum.
[2.7] BUKTI PARA TERADU
Bahwa untuk menguatkan jawabannya pada Perkara Nomor: 39-PKE-DKPP/II/2024,
Para Teradu mengajukan bukti-bukti yang diberi tanda Bukti T-1 s.d. T-7, sebagai
berikut:
NO. BUKTI KETERANGAN
1 T-1 Surat Klarifikasi Mengenai Ajudan atau Sekpri Bupati, tertanggal
22 April 2024;
2 T-2 Surat Klarifikasi dan Pernyataan Mengenai Tim Pemenangan,
tertanggal 22 April 2024;
3 T-3 • Surat Klarifikasi dan Pernyataan Mengenai Pengurus
Keanggotaan Partai Hanura, tertanggal 22 April 2024;
NO. BUKTI KETERANGAN
• SIPOL KPU;
4 T-4 • Surat Klarifikasi, Perihal Klarifikasi penyerahan logistik dan
uang KPPS ke PPD, itu adalah benar-benar untuk uang KPPS,
tidak pembayaran PPD untuk jual beli suara, tertanggal 22
April 2024;
• Dokumentasi Penyerahan Honor Secara Simbolis Kepada
Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) di Bandara NOP Goliat
Dekai.
5 T-5 Surat Keputusan Nomor: 25/B.2/DPD-HANURA/PAPUA/II/2022
tentang Restrukturisasi dan Reposisi Susunan Kepengurusan
Dewan Pimpinan Cabang Partai Hati Nurani Rakyat Kabupaten
Yahukimo Provinsi Papua Masa Bakti 2020-2025, tertanggal 7
Februari 2022;
6 T-6 Surat Tanda Penerimaan Laporan Nomor:
STTLP/05/II/2024/SPKT/POLRES YAHUKIMO/POLDA PAPUA,
tertanggal 15 Februari 2024;
7 T-7 • Surat Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Hati Nurani
Rakyat (Hanura) Kabupaten Yahukimo Nomor:
033/DPC/PH/YHKM/I/2024, perihal Klarifikasi, tertanggal
29 Januari 2024;
• Surat Pengunduran Diri a.n. Panus Yahuli, tertanggal 28 Juli
2023.
[2.8] SAKSI PARA TERADU
Bahwa untuk menguatkan dalil-dalil bantahannya sepanjang Perkara Nomor: 39-PKE-
DKPP/II/2024, Para Teradu mengajukan Saksi yakni Arius Yahuli selaku pengurus
Partai Hanura Provinsi Papua yang memberikan kesaksian dalam sidang pemeriksaan
pada tanggal 26 April 2024 sebagai berikut:
Arius Yahuli
• Saksi merupakan Ketua KNPI Kabupaten Yahukimo
• Saksi menerangkan Saksi merupakan pengurus Partai Hanura Provinsi Papua.
Saksi merupakan Korwil di 3 kabupaten Dapil V (Tolikara, Yahukimo, dan
Pegunungan Bintang) terkait dengan pengurusan SK Ketua DPC Hanura di 3
kabupaten khususnya Kabupaten Yahukimo.
• Saksi menerangkan bahwa tidak benar nama Teradu II Panus Yahuli masuk dalam
SK kepengurusan DPC Kabupaten Yahukimo. Saksi yang mengurus penerbitan SK
terbaru. Saksi sangat memperhatikan nama-nama pengurus di DPC. Klarifikasi
Ketua DPC Hanura Kabupaten Yahukimo memang benar Teradu II Panus Yahuli
tidak terlibat partai politik.
• Saksi yang berada di DPD Partai Hanura Provinsi Papua, tidak pernah melihat nama
Teradu II terlibat dalam kepengurusan Partai Hanura.
• Saksi menerangkan setelah selesai tahapan seleksi calon anggota KPU Kabupaten
Yahukimo, baru kemudian nama Teradu II Panus Yahuli muncul dalam SK DPC
Partai Hanura. Dalam sidang pemeriksaan DKPP, mungkin dapat dipelajari SK yang
secara tiba-tiba memunculkan nama Teradu II Panus Yahuli.
• Saksi mengenal Teradu II sudah lama. Aktifitas keseharian Teradu II menurut
sepengetahuan Saksi tidak pernah terlibat kegiatan partai politik.
• Saksi mengenal Teradu II hanya sebatas teman. Saksi dan Teradu II sama-sama
merupakan bagian dari pemuda gereja yang berhimpun di KNPI. Teradu II dari
pemuda gereja dan tidak terlibat partai politik.
• Saksi menerangkan bahwa terkait dengan informasi dugaan keterlibatan Teradu II
dalam kepengurusan partai PDIP. Kemudian selanjutnya, terdapat informasi Teradu
II dalam Partai Hanura namun ternyata dalam SK Kepengurusan tidak ada.
Sebagaimana kesaksian di awal, Saksi menerangkan Teradu II tidak ada dalam SK
Kepengurusan. Hal itu sama sekali tidak benar.
• Pihak Terkait tidak masuk dalam kepengurusan DPC Partai Hanura Kabupaten
Yahukimo. Pihak Terkait masuk dalam kepengurusan tingkat Provinsi. Kemudian
Saksi juga menangani berkenaan dengan musyawarah tingkat kepengurusan DPC
Kabupaten. Termasuk juga mengenai SK yang dipermasalahkan dalam sidang
pemeriksaan DKPP. Saksi menerangkan Teradu II tidak ada dalam kepengurusan
DPC Partai Hanura Kabupaten Yahukimo.
• Saksi menerangkan mengenai nama Saksi yang masuk dalam kepengurusan DPC
Partai Hanura karena hasil pengusulan rekan-rekan di DPC. Namun belum
terkonfirmasi di DPD. Sedangkan yang sebenar-benarnya adalah Saksi merupakan
pengurusan di tingkat DPD I dengan Ketua yaitu Kenius Kogoya.
• Saksi membenarkan namanya tercantum dalam Tim Pemenangan Bupati dan Wakil
Bupati Yahukimo. Pada saat itu Saksi sebagai wakil Tim Pemenangan. Pada saat
itu, Saksi terlibat aktif dalam partai politik. Saksi masuk dalam Tim Pemenangan
tersebut karena pengurus Partai Hanura.
• Saksi menerangkan namanya Tim Pemenangan pasti sama-sama tapi kalau dari
posisi divisi juru kampanye dll, Saksi tidak mengetahui karena terdapat rekan-
rekan dibagian yang lain. Dalam konteks ini, namanya adalah kerja tim.
[2.9] PIHAK TERKAIT
Menimbang bahwa DKPP juga telah meminta keterangan Pihak Terkait yaitu Ketua DPC
Partai Hanura Kabupaten Yahukimo, Anggota Tim Seleksi Calon Anggota KPU
Kabupaten Yahukimo Periode 2024-2029, Sekretaris Tim Seleksi Calon Anggota KPU
Kabupaten Yahukimo Periode 2024-2029, dan Anggota KPU Provinsi Papua
Pegunungan (Ketua Divisi SDM KPU Provinsi Papua Pegunungan), dalam sidang
pemeriksaan tanggal 26 April 2024 yang pada pokoknya menerangkan hal-hal sebagai
berikut:
Kenius Haseleo Ketua DPC Hanura Kabupaten Yahukimo
• Pihak Terkait menjadi Ketua DPC Hanura Kabupaten Yahukimo Periode 2015-2020
hingga saat ini. Pihak Terkait diangkat sebagaimana SK pertama itu SK Nomor 23
kepemimpinan Hengky Kayame dan Kenius Kogoya. Setelah itu Pihak Terkait
dilanjutkan sebagai Ketua DPC Hanura Kabupaten Yahukimo Periode 2020-2025.
Sebelum menjelaskan soal Teradu II Panus Yahuli yang terlibat partai politik.
Sebelum penetapan Anggota KPU Kabupaten Yahukimo, Pihak Terkait sudah
pernah menjelaskan dalam klarifikasi bahwa Teradu II tidak terlibat partai politik.
Pihak Terkait merasa heran mengapa SK DPC Hanura Kabupaten Yahukimo ada
pada Pengadu? SK tersebut yang dapat dimiliki Ketua Partai Politik, KPU, dan
Kesbang. Pada intinya, pengajuan restrukturisasi, blanko setelah dilakukan Mucab,
siapa yang menjadi pemenang sebagai Ketua DPC, maka dia yang akan menjaring
kader-kader terbaik di Kabupaten. Selanjutnya, baru diusulkan ke DPD. Terhadap
proses tersebut telah dilakukan seluruhnya.
• Pihak Terkait menerangkan bahwa Teradu II Panus Yahuli tidak ada dalam SK DPC
Hanura Kabupaten Yahukimo dan bukan anggota Partai Hanura. SK DPC Partai
Hanura Kabupaten Yahukimo mulai 2015 s.d. 2020 dan 2020-2025 tidak terdapat
nama Teradu II Panus Yahuli.
• Pihak Terkait menerangkan tidak semua orang dapat sembarangan masuk ke dalam
SILON. Sebagai contoh, kalau Pihak Terkait diusulkan SK ke DPP, maka di DPP
melakukan verifikasi selanjutnya baru dimasukkan ke dalam SILON. DPP yang
memasukkan ke dalam SILON. Berkenaan salinannya didapatkan di KPU. Proses
SK Partai Hanura seperti itu.
• Pihak Terkait menerangkan Teradu II Panus Yahuli tidak terdapat dalam SK DPC
Partai Hanura Kabupaten Yahukimo maupun di SIPOL. Pihak Terkait menerangkan
bahwa SK DPC Partai Hanura miliknya adalah asli.
• Pihak Terkait SK DPC Hanura Kabupaten Yahukimo yang asli adalah SK Nomor: 25
yang diajukan oleh Teradu bukan yang diajukan oleh Pengadu. Pihak Terkait
menerangkan yang benar adalah Delton Yahuli merupakan pengurus DPC Partai
Hanura Kabupaten Yahukimo sampai dengan sekarang.
• Pihak Terkait selaku Ketua DPC Partai Hanura Kabupaten Yahukimo mengenal
Panus Yahuli. Pihak Terkait mengenal Teradu II Panus Yahuli bukan sebagai
anggota Partai Politik.
• Pihak Terkait menerangkan mengenai Surat Klarifikasi memang yang disampaikan
oleh Timsel adalah benar. Proses untuk pengajuan calon menjadi anggota KPU
memang tidak ditemukan nama-nama yang terlibat partai politik. Namun setelah
terpilih menjadi anggota KPU Kabupaten Yahukimo baru nama-nama tersebut
dimunculkan. SK DPC Partai Hanura Kabupaten Yahukimo yang disampaikan oleh
Pengadu tidak asli. Pada waktu itu, tanggal 9 Januari KPU meminta kepada Pihak
Terkait untuk mengklarifikasi ada bukti suratnya. Setelah dipastikan melalui SILON
tidak ada nama tersebut. Proses klarifikasi dilakukan setelah Teradu II dilantik
menjadi anggota KPU Kabupaten Yahukimo.
• Pihak Terkait menerangkan pada waktu klarifikasi KPU RI tidak menunjukkan
kepada Pihak Terkait dokumen yang disampaikan oleh Masyarakat. KPU RI
melakukan klarifikasi berdasarkan laporan/tanggapan masyarakat.
• Pihak Terkait menerangkan SK DPC Hanura Kabupaten Yahukimo yang asli ada di
SIPOL dan Pihak Terkait.
• Pihak Terkait menerangkan SK DPC Hanura Kabupaten Yahukimo Nomor 25
setelah diajukan ke DPD dan DPP. Sebelum DPP dan DPD menyerahkan salinan SK
asli tersebut ke DPC, pihak DPD dan DPP sudah memasukkan SK tersebut ke dalam
SIPOL. Kemudian, hal itu diikuti oleh KPU. Dengan demikian, SK tersebut secara
otomatis masuk dalam SIPOL. Pihak Terkait menegaskan nama Teradu II tidak ada
dalam kepengurusan DPC Partai Hanura Kabupaten Yahukimo. Pada saat proses di
Tim Seleksi itu bukan terkait keterlibatan dalam kepengurusan Partai Hanura
melainkan PDIP. Menurut pemberitaan media Teradu II terlibat dalam
kepengurusan PDIP. Namun setelah dipastikan ternyata Teradu II tidak ada terlibat
dalam kepengurusan PDIP. Setelah Teradu II terpilih sebagai anggota KPU
Kabupaten Yahukimo baru nama Teradu II dimunculkan terlibat dalam
kepengurusan Partai Hanura. SK asli DPC Partai Hanura Kabupaten Yahukimo
yang mencantumkan nama Teradu II tidak ada.
• Pihak Terkait menerangkan bahwa pada saat Timsel membuka pendaftaran di
Wamena sampai dengan bergeser di Jayapura info yang beredar Teradu II terlibat
dalam kepengurusan PDIP bukan di Hanura. Namun setelah masuk 10 besar baru
muncul bahwa Teradu II diduga terlibat kepengurusan partai Hanura. Banyak
media memberitakan bahwa Teradu II terlibat kepengurusan partai Hanura, namun
Pihak Terkait mengetahui bahwa itu tidak benar. Pihak Terkait membantah pada
saat persidangan resmi dan tidak membantah lewat media. Pada tanggal 29
Januari, Pihak Terkait memberikan bantahan karena KPU RI yang meminta untuk
diberikan klarifikasi. Pihak Terkait menegaskan kepada KPU RI bahwa informasi
keterlibatan Teradu II dalam partai politik adalah tidak benar.
• Pihak Terkait menerangkan DPP yang mengupload ke SIPOL SK Kepengurusan
Partai Hanura dan siapapun tidak ada yang dapat masuk karena link tersebut
khusus. Kepengurusan tersebut merupakan pengusulan dari DPC tingkat
Kabupaten kemudian diusulkan ke DPD kemudian diteruskan ke DPP. Setelah, DPP
memverifikasi kemudian dimasukkan ke SILON KPU. Ketika mengikuti tahapan
verifikasi partai politik, misal pencalegkan, nanti KPU hanya tinggal melihat
mengenai kepengurusan partai politik. SK yang benar-benar Pihak Terkait miliki
sama dengan yang di SILON sehingga apabila terdapat orang yang memiliki data
yang tidak sama dengan milik Pihak Terkait berarti SK tersebut tidak asli. Hal ini
disebabkan, SK yang asli adalah SK yang benar-benar diusulkan oleh DPC ke DPD
dan diteruskan kepada DPP. Selanjutnya, DPP akan meleges SK tersebut dan
memasukkan ke dalam SILON. Sehingga data yang diajukan oleh Pengadu apabila
disandingkan dengan data Pihak Terkait tentu data Pengadu tidak benar.
• Pihak Terkait menerangkan tidak semua orang dapat masuk ke dalam SILON
kecuali KPU. Sehingga benar-benar harus dipastikan dari mana Pengadu
mendapatkan SK Partai Hanura. Sehingga tidak mungkin Pengadu mendapatkan
akses ke dalam SILON karena tidak semua orang dapat mengakses SILON. Bahkan
setiap partai politik memiliki akun masing-masing sehingga tidak bisa partai politik
dapat masuk mengakses ke partai politik yang lain. Akun bersifat privat yang dapat
mengelola akun hanya KPU. Dengan demikian, tidak benar apabila Pengadu
mendapatkan SK tersebut dari SILON.
• Pihak Terkait menerangkan proses pengajuan kader di tingkat DPC itu melalui
proses verifikasi. Pihak Terkait mengetahui mana orang yang menjadi kadernya.
• Pihak Terkait menerangkan bahwa pada waktu akan mengikuti Pemilu 2024, waktu
pemenuhan syarat kepengurusan, SK Kepengurusan Partai Hanura Nomor 25 yang
dimasukkan untuk pemenuhan syarat kepengurusan tidak ada SK lain. Mengenai
SK DPC Hanura Nomor 007, itu masih dalam masa transisi Provinsi lama ke Provinsi
baru. Pihak Terkait belum memperbarui SK benar SK 007. Tidak ada nama yang
dikeluarkan dalam SK. Hal ini disebabkan karena nama-nama yang terdapat dalam
SK Nomor 007 semuanya masuk. Kemudian diubah karena terjadi perubahan
provinsi menjadi provinsi Papua Pegunungan. Nama-nama dalam kepengurusan
dalam SK tidak ada yang berubah. Hanya perlu untuk ditandatangani oleh DPD
yang baru. DPD Provinsi induk masuk Kenius Kogoya tapi kalau yang baru di atas
adalah Edizon Lambe. SK DPC Partai Hanura Nomor 007 yang menandatangani
adalah Kenius Kogoya. Kami masih memakai SK itu sedangkan SK yang terbaru
masih belum. Sedangkan SK terbaru di atas masih belum diperbarui. Pihak Terkait
menerangkan SK yang diinput ke dalam SIPOL adalah yang ditandatangani Kenius
Kogoya. Hanya nomornya saja yang diubah namun SKnya masih memakai yang
nomor SK 007. Kenius Kogoya masih a.n. DPD Partai Hanura Provinsi Papua induk.
Sedangkan, untuk Provinsi Papua Pegunungan, sudah berubah tetapi belum
diinput ke dalam SIPOL. Sekretarisnya sekarang adalah Jimmy A. Hegemur.
• Pihak Terkait menerangkan SK yang diupload ke dalam SIPOL adalah SK Nomor
007 bukan SK Nomor 25. KOPnya berubah menjadi DPD Partai Hanura Provinsi
Papua Pegunungan. Namun SK masih belum keluar sehingga masih memakai SK
Provinsi Induk. Pihak Terkait masih memakai SK Nomor 25. SK yang terbaru masih
belum keluar.
• Pihak Terkait menerangkan pada bulan Desember 2023-Januari 2024 tidak dapat
melakukan perubahan SK Kepengurusan setelah masuk dalam SIPOL.
• Pihak Terkait menerangkan tidak terdapat perubahan kepengurusan SK DPC Partai
Hanura sehingga kepengurusan yang benar a.n. Delton Yahuli. Hal ini disebabkan
bahwa terkait perubahan SK juga tidak mudah. IT Pusat yang memasukkan
perubahan nama bukan yang berada di daerah. Sehingga tidak serta merta yang di
daerah melakukan perubahan kepengurusan SK. Di daerah hanya menerima
salinan SK sedangkan yang memasukkan ke SIPOL adalah IT Pusat.
• Pihak Terkait menerangkan mengenai nama Arius yang masuk dalam
kepengurusan DPC dan DPD Partai Hanuara Kabupaten Yahukimo tidak menjadi
persoalan karena partai melihat potensinya. Apabila potensi yang bersangkutan
baik. Kebetulan, Arius Dapil Yahukimo. Jadi meskipun Arius berada di
Kepengurusan tingkat Provinsi tetapi kami juga menggunakan Arius sebagai Kader
di tingkat DPC.
• Pihak Terkait menerangkan dalam tim pemenangan terdapat 2 tim yakni Tim Koalisi
dan Tim Pemenangan. Kalau tim koalisi itu terdiri dari orang-orang partai politik.
Sedangkan, untuk Tim Pemenangan adalah orang-orang yang berada di luar partai
politik. Sedangkan SK Tim Pemenangan yang diajukan sebagai bukti adalah bukan
orang-orang partai politik melainkan di luar partai politik. Pihak Terkait merupakan
Ketua Tim Koalisi pada saat itu. Pihak Terkait mengetahui orang-orang yang berada
di tim koalisi karena terdapat SK. SK Tim Pemenangan dibuat langsung oleh Tim
Pemenangan yaitu Henki Bayage. Mengenai keterlibatan dalam Tim Pemenangan,
Pihak Terkait tidak mengetahui karena berada di Tim Koalisi. Pihak Terkait tidak
mengetahui terkait dengan Tim Pemenangan.
Ketua atau Sekretaris Timsel Calon Anggota KPU Kabupaten Yahukimo Periode
2024-2029
Edim Bahabol (Anggota Timsel)
• Pihak Terkait merupakan mantan Anggota Timsel. Timsel terdiri dari 5 orang.
Tolikara 3 orang dan Yahukimo 2 orang. Pihak Terkait memang melakukan secara
kolektif kolegial. Pada intinya Timsel dihadang oleh masyarakat Yahukimo
mengatasnamakan Demokrasi Yahukimo sampai dengan saat ini. Demokrasi
Yahukimo mendemo di Yahukimo, Wamena, dan Jayapura bahkan sampai dengan
rapat pleno terakhir tetap didemo. Sehingga pemeriksaan berkas tidak dilakukan di
Papua bukan juga kebijakan Timsel. Timsel melakukan dengan KPU RI bidang SDM.
• Pihak Terkait menerangkan Timsel bersama dengan KPU RI sudah melihat SIPOL
dan memeriksa informasi lisan mengenai dugaan keterlibatan dalam kepengurusan
PDIP sebagaimana seperti yang disampaikan dalam laporan/tanggapan
masyarakat. Pemeriksaan kebenaran informasi tersebut itu lakukan di KPU RI di
Jakarta. Timsel mengikuti KPU RI. Sehingga Timsel tidak melakukan pemeriksaan
di Papua. Laporan/tanggapan masyarakat awalnya adalah mengenai dugaan
keterlibatan sebagai pengurus PDIP. Namun setelah dipastikan melalui SIPOL hal
itu tidak ada. Pihak Terkait menerangkan tidak ada laporan/tanggapan masyarakat
mengenai dugaan Teradu II terlibat dalam kepengurusan Partai Hanura. Pihak
Terkait menerangkan setelah penetapan calon anggota KPU Kabupaten Yahukimo
baru muncul laporan/tanggapan masyarakat mengenai dugaan keterlibatan Teradu
II dalam kepengurusan partai politik.
• Pihak Terkait menerangkan Pengadu masuk dalam daftar tunggu (PAW) anggota
KPU Kabupaten Yahukimo.
Sekretaris Timsel Calon Anggota KPU Kabupaten Yahukimo Periode 2024-2029
• Pihak Terkait menerangkan Timsel melaksanakan perekrutan calon anggota KPU
Kabupaten sesuai dengan juknis. Ibarat pertandingan bola, ingin semuanya harus
pasti gol. Namun sesuai dengan juknis, timsel memang untuk tanggapan dari
masyarakat sudah disampaikan dalam internal timsel tapi sebagaimana yang telah
disampaikan ibarat pertandingan sepakbola Timsel pasti mempunyai keinginan
untuk memberikan gol.
• Pihak Terkait menerangkan pada saat seleksi, terdapat tanggapan masyarakat
terkait dugaan Teradu II terlibat kepengurusan partai politik. Bukti yang
disampaikan dalam tanggapan masyarakat sudah diserahkan kepada Sekretaris
KPU. Buktinya bukan SK melainkan ada tanggapan masyarakat dengan lampiran
sebagaimana yang tadi disampaikan yakni Teradu I diberikan sanksi oleh DKPP dan
Teradu II adalah lampiran SK namun tidak sempat melihat apakah nama Teradu II
ada dalam SK tersebut.
• Pihak Terkait telah menindaklanjuti tanggapan masyarakat dengan melakukan
klarifikasi. Namun Timsel sudah melanjutkan kegiatan dari KPU RI. Ketua atau
Pengurus DPC Hanura Kabupaten Yahukimo tidak diklarifikasi.
• Pihak Terkait menerangkan nama-nama teribat partai politik sebelumnya tidak ada
baru setelah terpilih baru dimunculkan Setelah dilantik mereka sebelum ditetapkan
tidak ditemukan setelah dilantik baru dimunculkan.
• Pihak Terkait menerangkan mengenai laporan/tanggapan masyarakat, sudah
pernah dibawa bersama-sama ke KPU RI dan direspon oleh KPU RI. Hasilnya
klarifikasi juga sudah diserahkan kepada KPU RI.
• Pihak Terkait menerangkan tidak merespon demo terkait proses seleksi. Terdapat
tanggapan masyarakat yang masuk ke Tim Seleksi tapi untuk bukti tertulis
sebagaimana keterangan Saksi penyampaian laporan melalui telepon disebabkan
banyak masyarakat yang mengejar Tim Seleksi. Penyampaian laporan melalui sms
atau telepon tidak direspon karena situasi keamanan memang tidak
memungkinkan.
• Pihak Terkait mendapatkan mengenai tanggapan masyarakat namun ada
pertimbangan untuk tanggapan masyarakat ini. Namun situasi saat itu sangat
memanas karena masyarakat sehingga langsung dibawa ke KPU RI. Pihak Terkait
menerangkan tanggapan dan laporan masyarakat saat itu memang tidak langsung
ditindaklanjuti.
Theodurus Kosay Anggota KPU Provinsi Papua (Divisi SDM, Sosialisasi, Pendidikan
Pemilih dan Litbang KPU Provinsi Papua Pegunungan)
• Pihak Terkait menerangkan beberapa poin yang dijelaskan yaitu mengenai proses
seleksi. Proses seleksi di Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 8 tahun 2019
tidak diatur kewenangan divisi SDM untuk langsung monitoring. Proses seleksi
anggota KPU Kabupaten/Kota diatur oleh KPU RI. Dalam Peraturan Komisi
Pemilihan Umum Nomor 8 tahun 2019, KPU provinnsi melakukan supervisi
monitoring pembentukan badan adhoc. Sedangkan pembentukan anggota KPU
Kabupaten/Kota tidak diatur. Sehingga Pihak Terkait tidak terlibat dalam hal itu.
Komunikasi dan Koordinasi Timsel hanya dengan KPU RI. Namun, ketika terdapat
permasalahan Pihak Terkait yang selalu dihadapkan masalah. Setiap laporan selalu
kepada KPU Provinsi, baik dalam bentuk tertulis maupun dalam bentuk demo.
• Pihak Terkait menerangkan mengenai rekrutmen untuk anggota KPU Kabupaten
Tolikara dan Kabupaten Yahukimo memang prosesnya agak lama sebagaima telah
disampaikan. Terdapat keberatan-keberatan termasuk Tim Peduli yang menjadi
sorotan baik kepada Timsel maupun peserta seleksi calon anggota KPU/Kabupaten.
Sehingga jadwal diubah, yang awalnya CAT di Kampus Wamena menjadi di
Jayapura.
• Pihak Terkait menerangkan KPU Provinsi tidak diberikan kewenangan sehingga
sebagai anggota KPU Provinsi tidak melakukan monitoring dan supervisi. Karena ini
kebutuhan KPU Provinsi dan KPU Kabupaten/Kota dan yang diberikan kewenangan
memfasilitasi proses seleksi ini Sekretaris, Kepala Bagian, Kepala Sub Bagian SDM.
Sehingga fasilitas termasuk anggaran disediakan oleh KPU Bagian Kesekretariatan.
• Pihak Terkait menerangkan berkenaan dengan Teradu I dan Teradu II, yang
disampaikan Teradu I memang pernah di Periode 2018-2019, 2023-2024 memang
pernah ada proses DKPP. Namun itu terkait dengan pengalihan suara yang
dilakukan oleh Ketua. Disampaikan juga bahwa itu kolektif kolegial.Namun konteks
kolegial terkait dengan pengambilan keputusan sehingga tidak dikaitkan dengan
kalau ada kasus seperti ini tanggungjawab. Ini pelanggaran kode etik sehingga
untuk jawaban biasanya tidak kolektif sehingga masing-masing bertanggung jawab
pelanggaran yang dilakukan oleh yang bersangkutan.
• Pihak Terkait menerangkan terkait dengan Teradu II, sebelum pelantikan pernah
masyarakat mengajukan keberatan terhadap KPU Provinsi. KPU Provinsi tidak
memiliki kewenangan untuk mengatasi ini maka KPU Provinsi menyurat kepada
KPU RI. Selanjutnya KPU RI yang memutuskan. Pada saat ini, KPU RI sedang
mengajukan surat kepada KPU Provinsi Papua Pegunungan untuk melakukan
pengawasan internal. Karena yang bersangkutan sudah mengambil sumpah janji
anggota KPU Kabupaten Yahukimo. KPU Provinsi Papua Pegunungan sudah pernah
memanggil pernah dilakukan klarifikasi dan bukti-bukti ini juga sudah diklarifikasi.
Jawabannya sama dan jawaban tersebut disampaikan kepada KPU RI. Sedangkan
yang menangani karena ini masuk dalam ranah pelanggaran maka yang menangani
adalah divisi hukum dan pengawasan. Sedangkan Pihak Terkait menangani proses
seleksi.
• Pihak Terkait menerangkan bahwa Teradu II sudah pernah diklarifikasi oleh KPU
Provinsi Papua Pegunungan melalui Surat Komisi Pemilihan Umum. Dalam
lampiran-lampiran ada pengawasan internal ketika ada masalah seperti ini yang
diadukan oleh masyarakat maka KPU Provinsi Papua Pegunungan diperintahkan
untuk melakukan klarifikasi. Hasil klarifikasi dikirimkan kepada KPU RI. Arsip
Hasil Klarifikasi KPU Provinsi terhadap Teradu II disimpan di Kantor. Hasil
klarifikasi disampaikan kepada KPU RI, sedangkan KPU Provinsi Papua
Pegunungan melakukan klarifikasi berdasarkan bukti dan foto yang ada dalam
tanggapan masyarakat. Pada saat klarifikasi, Teradu II menyampaikan tidak terlibat
pengurus partai politik. Namun, KPU Provinsi Papua Pegunungan tidak dapat
menyimpulkan terkait hasil klarifikasi. KPU RI yang menyimpulkan dan mengambil
keputusan. SK DPC Hanura Kabupaten Yahukimo yang disampaikan saat
tanggapan masyarakat sama dengan SK DPC Hanura Kabupaten Yahukimo yang
disampaikan oleh Pengadu. Dalam SK DPC Hanura Kabupaten Yahukimo tersebut,
terdapat nama Teradu II Panus Yahuli. Pada saat klarifikasi, Pihak Terkait
memperlihatkan SK tersebut kepada Teradu II Panus Yahuli. Sedangkan terkait
dugaan dalam tim pemenangan, yang disampaikan mungkin ada SK namun pada
saat itu Pihak Terkait hanya memperhatikan bukti foto termasuk foto sebagai
ajudan Bupati.
• Pihak Terkait menerangkan bahwa perubahan SK tidak dapat dilakukan saat
rekrutmen dukungan dan itu terjadi sebelum penetapan sebagai peserta Pemilu
2024. Nanti setelah partai politik ditetapkan sebagai peserta Pemilu 2024, lalu ke
sininya adalah hak setiap partai politik untuk melakukannya. Pihak Terkait
membenarkan bahwa terserah partai politik jika ingin mengubahnya.
• Pihak Terkait membenarkan bahwa yang tidak dapat diubah adalah pada saat
proses pendaftaran sampai dengan penetapan partai politik peserta. Mengenai
pihak yang dapat mengubah itu tergantung kepengurusan partai politik. Apakah
partai politik di tingkat kabupaten, provinsi, silakan saja. Sedangkan untuk KPU
tidak dapat mengubah susunan kepengurusan partai politik.
[2.10] BUKTI PIHAK TERKAIT
[2.10.1] Kenius Haseleo Ketua DPC Hanura Kabupaten Yahukimo
Bahwa untuk menguatkan keterangannya Pihak Terkait mengajukan bukti-bukti yang
diberi tanda Bukti PT.1-1 sampai dengan PT.1-3, sebagai berikut:
NO. BUKTI KETERANGAN
1 PT.1-1 Surat Keputusan Dewan Pimpinan Daerah Partai Hati Nurani
Rakyat Provinsi Papua Nomor: 25/B.2/DPD-
HANURA/PAPUA/II/2022 tentang Restrukturisasi dan Reposisi
Susunan Kepengurusan Dewan Pimpinan Cabang Partai Hati
Nurani Rakyat Kabupaten Yahukimo Provinsi Papua Masa Bakti
2020-2025, tertanggal 7 Februari 2022;
2 PT.1-2 Surat Keputusan Dewan Pimpinan Daerah Partai Hati Nurani
Rakyat Provinsi Papua Pegunungan Nomor: 007/B.2/DPD-
HANURA/PP/II/2023 tentang Reposisi Kepengurusan Dewan
Pimpinan Cabang Partai Hati Nurani Rakyat Kabupaten
Yahukimo Provinsi Papua Pegunungan Masa Bakti 2020-2025,
tertanggal 23 Februari 2023;
3 PT.1-3 Surat Keputusan Dewan Pimpinan Daerah Partai Hati Nurani
Rakyat Provinsi Papua Nomor: SKEP/23/DPD-
HANURA/PAPUA/I/2017 tentang Susunan Personalia Pengurus
Dewan Pimpinan Cabang Partai Hati Nurani Rakyat Kabupaten
Yahukimo, tertanggal 14 Januari 2017.
[2.10.2] Theodurus Kosay Anggota KPU Provinsi Papua (Divisi SDM, Sosialisasi,
Pendidikan Pemilih dan Litbang KPU Provinsi Papua Pegunungan)
Bahwa untuk menguatkan keterangannya Pihak Terkait mengajukan bukti-bukti yang
diberi tanda Bukti PT.2-1 sampai dengan PT.2-34, sebagai berikut:
NO. BUKTI KETERANGAN
1 PT.2-1 Surat KPU Provinsi Papua Pegunungan Nomor: 138/HK.06.4-
SR/95/2024, perihal Pengantar, tertanggal 14 Maret 2024;
2 PT.2-2 Surat Komisi Pemilihan Umum Nomor: 335/HK.06.4-
SD/04/2024, perihal Mekanisme Penanganan Dugaan
Pelanggaran Kode Perilaku, Sumpah/Janji, dan/atau Pakta
Integritas Anggota KPU Kabupaten Yahukimo Provinsi Papua
Pegunungan, tertanggal 15 Februari 2024;
3 PT.2-3 Form Model PP-1 Dugaan Pelanggaran Kode Perilaku,
Sumpah/Janji, Dan/Atau Pakta Integritas Berdasarkan Hasil
Pengawasan Internal, tertanggal 8 Maret 2024;
4 PT.2-4 Form Model PP-3 Kesimpulan Hasil, Verifikasi dan Klarifikasi
Pelanggaran Kode Perilaku, Sumpah/Janji, Dan/Atau Pakta
Integritas Laporan Nomor: 134/HK.06.4-LP/95/2024 tertanggal
8 Maret 2024;
5 PT.2-5 Form Model PP-4 Berita Acara Hasil Penanganan Pelanggaran
Kode Perilaku, Sumpah/Janji, Dan/Atau Pakta Integritas Nomor:
133/HK.06.4-BA/95/2024, tertanggal 8 Maret 2024;
6 PT.2-6 Surat Pengantar Pengaduan Masyarakat Nomor:
01/SPPM/02/2024, perihal Pengaduan Masyarakat, tertanggal 5
Februari 2024;
7 PT.2-7 Formulir Pengaduan Masyarakat, tertanggal 5 Februari 2024;
8 PT.2-8 Surat Keputusan Dewan Pimpinan Daerah Partai Hati Nurani
Rakyat Provinsi Papua Nomor: 25/B.2/DPD-
HANURA/PAPUA/II/2022 tentang Restrukturisasi dan Reposisi
NO. BUKTI KETERANGAN
Susunan Kepengurusan Dewan Pimpinan Cabang Partai Hati
Nurani Rakyat Kabupaten Yahukimo Provinsi Papua Masa Bakti
2020-2025, tertanggal 7 Februari 2022;
9 PT.2-9 Dokumentasi Sekretaris Pribadi Bupati Kabupaten Yahukimo
a.n. Panus Yahuli;
10 PT.2-10 Surat Keputusan Dewan Pimpinan Daerah Partai Demokrasi
Indonesia Perjuangan (DPD-PDI Perjuangan) Provinsi Papua
Nomor: 08.07/KPTS-PAC/DPD.04/VIII/2020 tentang Struktur,
Komposisi, dan Personalia Pengurus Anak Cabang Partai
Demokrasi Indonesia Perjuangan Distrik Hogio Kabupaten
Yahukimo, tertanggal 15 Agustus 2020;
11 PT.2-11 Formulir Model Daftar Riwayat Hidup Calon Anggota KPU
Kabupaten Yahukimo a.n. Panus Yahuli, tertanggal 8 Oktober
2023;
12 PT.2-12 Ijazah Pasca Sarjana a.n. Panus Yahuli;
13 PT.2-13 Transkrip Nilai Pasca Sarjana a.n. Panus Yahuli;
14 PT.2-14 Surat Keterangan Pemeriksaan Kesehatan
No.445/1298/X/SKBS/2023, tertanggal 2 Oktober 2023;
15 PT.2-15 Surat Keterangan Catatan Kepolisian Nomor:
SKCK/YANMIN/1.219/X/2023/INTELKAM, a.n. Panus Yahuli;
16 PT.2-16 Surat Keterangan Bebas Narkoba Nomor:
SKBN/289/X/2023/Resnarkoba, a.n. Panus Yahuli;
17 PT.2-17 Formulir Model Surat Pendaftaran Calon Anggota KPU Kabupaten
Yahukimo a.n. Panus Yahuli, tertanggal 8 Oktober 2023;
18 PT.2-18 Surat Keterangan Tidak Pernah Sebagai Terpidana Nomor:
6073/SK/HK/10/2023/PN Wmn, a.n. Panus Yahuli, tertanggal 2
Oktober 2023;
19 PT.2-19 Surat Pernyataan Belum Pernah Menjabat Sebagai Anggota KPU
Provinsi/KPU Kabupaten/Kota Selama 2 (Dua) Kali Masa
Jabatan, a.n. Panus Yahuli, tertanggal 8 Oktober 2023;
20 PT.2-20 Surat Pernyataan Tidak Berada Dalam Ikatan Perkawinan
Dengan Sesama Penyelenggara Pemilu, a.n. Panus Yahuli,
tertanggal 8 Oktober 2023;
21 PT.2-21 Surat Pernyataan Bersedia Tidak Menduduki Jabatan Politik,
Jabatan di Pemerintahan, Dan/Atau Jabatan di Badan Usaha
Milik Negara/Badan Usaha Milik Daerah Selama Masa
Keanggotaan, a.n. Panus Yahuli, tertanggal 8 Oktober 2023;
22 PT.2-22 Surat Pernyataan Bersedia Mengundurkan Diri Dari
Kepengurusan Organisasi Kemasyarakatan, a.n. Panus Yahuli,
tertanggal 8 Oktober 2023;
23 PT.2-23 Surat Pernyataan Bersedia Penuh Waktu, a.n. Panus Yahuli,
tertanggal 8 Oktober 2023;
24 PT.2-24 Surat Pernyataan Tidak Pernah Menjadi Anggota Partai Politik,
a.n. Panus Yahuli, tertanggal 8 Oktober 2023;
25 PT.2-25 Surat Pernyataan Setia Kepada Pancasila Sebagai Dasar Negara,
Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945,
Negara Kesatuan Republik Indonesia, Bhineka Tunggal Ika, Dan
Cita-Cita Proklamasi 17 Agustus 1945, a.n. Panus Yahuli,
tertanggal 8 Oktober 2023;
NO. BUKTI KETERANGAN
26 PT.2-26 Surat Pernyataan Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrasi
Indonesia Perjuangan Kabupaten Yahukimo, tertanggal 4
Oktober 2023;
27 PT.2-27 Surat Panus Yahuli kepada Ketua DPC Partai Demokrasi
Indonesia Perjuangan Kabupaten Yahukimo, tertanggal 1
Oktober 2023;
28 PT.2-28 Surat Klarifikasi a.n. Panus Yahuli, tertanggal 28 November
2023;
29 PT.2-28 Surat Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Hati Nurani Rakyat
(HANURA) Kabupaten Yahukimo Nomor:
033/DPC/PH/YHKM/I/2024, perihal Surat Klarifikasi,
tertanggal 29 Januari 2024;
30 PT.2-30 Surat Pernyataan a.n. Panus Yahuli, tertanggal 28 November
2023;
31 PT.2-31 Surat Tanda Penerimaan Laporan Nomor:
STTLP/05/II/2024/SPKT/POLRES YAHUKIMO/POLDA PAPUA,
tertanggal 15 Februari 2024;
32 PT.2-32 SIPOL Komisi Pemilihan Umum;
33 PT.2-33 Surat Keputusan Dewan Pimpinan Pusat Partai Hati Nurani
Rakyat Nomor: 695/B.2/DPP-HANURA/VIII/2020 tentang
Susunan Kepengurusan Dewan Pimpinan Cabang Partai Hati
Nurani Rakyat (HANURA) Kabupaten Yahukimo Provinsi Papua
Masa Bakti 2020-2025, tertanggal 30 Agustus 2020;
34 PT.2-34 Surat Pengantar Pengaduan Masyarakat Nomor:
01/SPPM/02/2024, perihal Pengaduan Masyarakat, tertanggal 5
Februari 2024.
IV. KEWENANGAN DKPP DAN KEDUDUKAN HUKUM
[3.1] Menimbang bahwa maksud dan tujuan pengaduan Pengadu adalah terkait
dengan dugaan Pelanggaran Kode Etik dan Pedoman Perilaku Penyelenggara Pemilu
yang dilakukan oleh Para Teradu;
[3.2] Menimbang bahwa sebelum mempertimbangkan pokok pengaduan Pengadu,
DKPP terlebih dahulu akan menguraikan kewenangannya dan pihak-pihak yang
memiliki kedudukan hukum untuk mengajukan pengaduan sebagaimana berikut:
Kewenangan DKPP
[3.3] Menimbang bahwa DKPP dibentuk untuk menegakkan Kode Etik Penyelenggara
Pemilu. Hal demikian sesuai dengan ketentuan Pasal 155 ayat (2) Undang-Undang
Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum yang menyebutkan:
“DKPP dibentuk untuk memeriksa dan memutuskan aduan dan/atau laporan
adanya dugaan pelanggaran kode etik yang dilakukan oleh anggota KPU, anggota
KPU Provinsi, anggota KPU Kabupaten/Kota, anggota Bawaslu, anggota Bawaslu
Provinsi, dan anggota Bawaslu Kabupaten/Kota”.
Selanjutnya ketentuan Pasal 159 ayat (2) Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017
tentang Pemilihan Umum yang mengatur wewenang DKPP untuk:
a. Memanggil Penyelenggara Pemilu yang diduga melakukan pelanggaran kode etik
untuk memberikan penjelasan dan pembelaan;
b. Memanggil Pelapor, saksi, dan/atau pihak-pihak lain yang terkait untuk dimintai
keterangan, termasuk untuk dimintai dokumen atau bukti lain;
c. Memberikan sanksi kepada Penyelenggara Pemilu yang terbukti melanggar kode
etik; dan
d. Memutus Pelanggaran Kode Etik.
Ketentuan di atas, diatur lebih lanjut dalam Pasal 3 ayat (2) Peraturan DKPP Nomor 3
Tahun 2017 tentang Pedoman Beracara Kode Etik Penyelenggara Pemilu sebagaimana
telah diubah dengan Peraturan DKPP Nomor 1 Tahun 2022 tentang Perubahan Ketiga
Atas Peraturan DKPP Nomor 3 Tahun 2017 tentang Pedoman Beracara Kode Etik
Penyelenggara Pemilu yang menyebutkan bahwa penegakan kode etik dilaksanakan
oleh DKPP.
[3.4] Menimbang bahwa pengaduan Pengadu terkait dengan dugaan pelanggaran Kode
Etik dan Pedoman Perilaku Penyelenggara Pemilu yang dilakukan oleh Para Teradu,
maka DKPP berwenang untuk memutus pengaduan a quo;
Kedudukan Hukum
[3.5] Menimbang bahwa berdasarkan Pasal 458 ayat (1) Undang-Undang Nomor 7
Tahun 2017 juncto Pasal 4 ayat (1) Peraturan DKPP Nomor 3 Tahun 2017 tentang
Pedoman Beracara Kode Etik Penyelenggara Pemilu sebagaimana telah diubah dengan
Peraturan DKPP Nomor 1 Tahun 2022 tentang Perubahan Ketiga Atas Peraturan DKPP
Nomor 3 Tahun 2017 tentang Pedoman Beracara Kode Etik Penyelenggara Pemilu
diajukan secara tertulis oleh Penyelenggara Pemilu, Peserta Pemilu, tim kampanye,
masyarakat, dan/atau pemilih dilengkapi dengan identitas Pengadu kepada DKPP.
Selanjutnya ketentuan di atas diatur lebih lanjut dalam Pasal 4 ayat (2) Peraturan DKPP
Nomor 3 Tahun 2017 tentang Pedoman Beracara Kode Etik Penyelenggara Pemilu
sebagaimana telah diubah dengan Peraturan DKPP Nomor 1 Tahun 2022 tentang
Perubahan Ketiga Atas Peraturan DKPP Nomor 3 Tahun 2017 tentang Pedoman
Beracara Kode Etik Penyelenggara Pemilu sebagai berikut:
“Pengaduan dan/atau laporan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diajukan oleh:
a. Penyelenggara Pemilu;
b. Peserta Pemilu;
c. Tim Kampanye;
d. Masyarakat; dan/atau
e. Pemilih”.
[3.6] Menimbang bahwa Pengadu adalah Masyarakat sebagaimana diatur dalam Pasal
4 ayat (2) huruf d Peraturan DKPP Nomor 3 Tahun 2017 tentang Pedoman Beracara
Kode Etik Penyelenggara Pemilu sebagaimana telah diubah dengan Peraturan
Peraturan DKPP Nomor 1 Tahun 2022, dengan demikian Pengadu memiliki kedudukan
hukum (legal standing) untuk mengajukan pengaduan a quo;
[3.7] Menimbang bahwa DKPP berwenang untuk mengadili pengaduan a quo, Pengadu
memiliki kedudukan hukum (legal standing) untuk mengajukan pengaduan a quo,
maka selanjutnya DKPP mempertimbangkan pokok pengaduan.
V. PERTIMBANGAN PUTUSAN
[4.1] Menimbang Pengadu pada pokoknya mendalilkan bahwa Para Teradu diduga
melakukan pelanggaran kode etik dan pedoman perilaku penyelenggara pemilu atas
tindakan dan perbuatannya sebagai berikut:
[4.1.1] Bahwa Teradu I diduga tidak memenuhi syarat sebagai Anggota KPU Kabupaten
Yahukimo Periode 2024-2029 karena pada tahun 2019 pernah dijatuhi sanksi
Peringatan Keras oleh Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu berdasarkan Putusan
DKPP Nomor 285-PKE-DKPP/IX/2019.
[4.1.2] Bahwa Teradu II diduga pernah terlibat dalam Tim Kemenangan Didimus Yahuli
dan Esau Miram selaku Calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Yahukimo Periode
2020-2025 dan diduga pernah menjadi ajudan/Sespri Bupati Kabupaten Yahukimo.
[4.1.3] Bahwa Teradu II diduga terlibat aktif dalam kepengurusan DPC Partai Hanura
Kabupaten Yahukimo Periode 2020 s.d. 2025.
[4.1.4] Bahwa Teradu II diduga melakukan pembayaran uang operasional Panitia
Pemilihan Kecamatan (PPK) di Bandara Nop Goliat Dekai pada tanggal 9 Februari 2024.
[4.2] Menimbang jawaban dan keterangan Para Teradu pada pokoknya menolak
seluruh dalil aduan Pengadu sebagaimana diuraikan sebagai berikut:
[4.2.1] Terhadap dalil aduan Pengadu pada angka [4.1.1], Teradu I menerangkan bahwa
proses menjadi Calon Anggota KPU tidak harus sesuai dengan keinginan Pengadu
melainkan berdasarkan ketentuan hukum. Hal tersebut telah dilakukan oleh Panitia
atau Tim Seleksi Pemilihan Anggota KPU Kabupaten Yahukimo. Selain itu, Teradu I
menyerahkan berkas dan persyaratan lain yang dibutuhkan dalam proses seleksi. Tim
Seleksi telah melakukan proses seleksi sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Hingga
pada akhirnya Teradu I dan Teradu II terpilih sebagai Ketua dan Anggota KPU
Kabupaten Yahukimo. Teradu I dan Teradu II sudah teruji melaksanakan tugas sebagai
Ketua dan Anggota KPU Kabupaten Yahukimo sejak Tahun 2019. Teradu I dan Teradu
II tidak pernah dikenakan sanksi pemberhentian karena melakukan kesalahan.
Menurut Teradu I, sanksi Peringatan Keras dalam perkara tahun 2019 sebagaimana
yang diadukan Pengadu adalah biasa dan bukan Pemberhentian Tetap. Pada saat itu
yang memiliki tanggung jawab penuh adalah Ketua KPU Kabupaten Yahukimo a.n.
Didimus Yusup sehingga diberhentikan. Selain itu, yang menjadi Teradu dalam perkara
tahun 2019 adalah periode yang sebelumnya sehingga Pengadu keliru dalam
pengaduan ini. Teradu I dan Teradu II tidak pernah melakukan perbuatan yang
merugikan Pengadu.
[4.2.2] Terhadap dalil aduan Pengadu pada angka [4.1.2], Teradu II menerangkan
bahwa pada saat itu Teradu II hadir untuk menyukseskan pemilu tahun 2022. Hal
tersebut merupakan hal yang wajar bagi warga negara. Pada saat itu, Teradu II bukan
merupakan pengurus partai politik atau tim pemenangan. Teradu II hanya sebagai
pendukung atau fans kandidat calon Bupati dan Wakil Bupati Yahukimo Periode 2020-
2025. Teradu II membenarkan nama yang tercantum dalam Surat Keputusan Nomor:
02/SK/TKP-DY.EM/YHK.M/IX/2020 tentang Penetapan dan Pengesahan Tim
Pemenangan Pemulihan Yahukimo Pasangan Didimus Yahuli, S.H.-Esau Miram, S.I.P.
Periode 2020-2025, tertanggal 21 Agustus 2020 merupakan nama Teradu II. Namun
Teradu II tidak mengetahui namanya masuk dalam SK a quo. Terhadap dalil Pengadu
terkait sespri, Teradu II menerangkan bahwa telah mengajukan surat pengunduran diri
sebagai ajudan/Sespri Bupati Yahukimo terhitung tiga bulan sebelum mengikuti
Seleksi Calon Anggota KPU Kabupaten Yahukimo.
[4.2.3] Terhadap dalil aduan Pengadu pada angka [4.1.3], Teradu II menerangkan
bahwa tidak terdapat nama Teradu II dalam SK DPD Partai Hanura Provinsi Papua
Tahun 2022. Menurut Teradu II SK DPD Partai Hanura Provinsi Papua yang
mencantumkan nama Teradu II merupakan SK palsu. Menindaklanjuti hal tersebut
Teradu II telah membuat laporan dugaan tindak pidana pemalsuan di Polres Yahukimo.
Selain itu, DPD Hanura Provinsi Papua melalui DPC Hanura Kabupaten Yahukimo
telah menyampaikan Surat Klarifikasi Nomor: 033/DPC/PH/YHKM/1/2024,
tertanggal 29 Januari 2024 kepada Komisi Pemilihan Umum. Surat a quo pada
pokoknya menerangkan bahwa nama Teradu II bukan merupakan pengurus Partai
Hanura DPC Kabupaten Yahukimo.
[4.2.4] Terhadap dalil aduan Pengadu pada angka [4.1.4], Teradu II menerangkan
bahwa pembayaran uang operasional Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) di Bandara
Nop Goliat Dekai pada tanggal 9 Februari 2024 merupakan agenda resmi KPU
Kabupaten Yahukimo. Pada saat itu, Teradu II menyerahkan honor secara simbolis
dengan disaksikan Panwaslu Kecamatan, TNI/Polri serta penyelenggara lainnya.
[4.3] Menimbang jawaban, keterangan Para Pihak, dokumen, bukti dan fakta yang
terungkap dalam sidang pemeriksaan, DKPP berpendapat:
[4.3.1] Berkenaan dalil aduan Pengadu pada angka [4.1.1] terkait Teradu I diduga tidak
mempunyai integritas, berkepribadian yang kuat, jujur dan adil sesuai dengan Pasal 2
ayat (1) huruf d PKPU Nomor 4 Tahun 2023 karena pernah dijatuhi sanksi Peringatan
Keras berdasarkan Putusan DKPP Nomor 285-PKE-DKPP/IX/2019. Bahwa benar
Teradu I adalah Anggota KPU Kabupaten Yahukimo periode 2018-2024 yang terpilih
kembali untuk periode 2024-2029 berdasarkan Pengumuman KPU Nomor 13/SDM.12-
Pu/04/2024 tanggal 31 Januari 2024 (vide bukti P-2). Terungkap fakta dalam sidang
pemeriksaan, bahwa benar Teradu I pernah dijatuhi sanksi oleh DKPP berupa
Peringatan Keras berdasarkan putusan Nomor 285-PKE-DKPP/IX/2019. Namun,
Teradu I menolak bahwa tidak memenuhi syarat sebagai anggota KPU Kabupaten
Yahukimo. Teradu I beralasan tidak ada ketentuan bahwa yang pernah dijatuhi sanksi
Peringatan Keras dari DKPP tidak dapat mengikuti seleksi dan dipilih menjadi
Penyelenggara Pemilu. Teradu I tidak pernah dijatuhi sanksi Pemberhentian Tetap oleh
DKPP RI, melainkan yang dijatuhi Pemberhentian Tetap adalah Ketua KPU Kabupaten
Yahukimo periode 2018-2024 atas nama Didimus Yusup. Berdasarkan uraian fakta di
atas DKPP menilai bahwa Teradu I yang terpilih kembali menjadi anggota KPU
Kabupaten Yahukimo periode 2024-2029 dapat dibenarkan secara hukum maupun
etika. Bahwa kewenangan untuk membentuk anggota KPU Kabupaten/Kota
merupakan kewenangan dari KPU RI sesuai ketentuan Pasal 13 huruf h UU Nomor 7
Tahun 2017 tentang Pemilu yaitu “KPU berwenang : h. membentuk KPU Provinsi, KPU
Kabupaten/Kota, dan PPLN;”. Bahwa Teradu I telah mengikuti serangkaian proses
tahapan seleksi Calon Anggota KPU Kabupaten Yahukimo sesuai dengan Undang-
Undang Nomor 7 Tahun 2017 dan PKPU Nomor 4 Tahun 2023 dan ditetapkan sebagai
Anggota KPU Kabupaten Yahukimo berdasarkan Pengumuman Nomor: 13/SDM.12-
Pu/04/2024 tentang Calon Anggota Komisi Pemilihan Umum Provinsi Nusa Tenggara
Timur dan Anggota Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota Pada 30 (Tiga Puluh)
Kabupaten/Kota di 9 (Sembilan) Provinsi Terpilih Periode 2024-2029, tertanggal 31
Januari 2024. Terpilihnya Teradu I sebagai Anggota KPU Kabupaten Yahukimo periode
2024-2029 oleh KPU RI tidak dapat dibebankan secara hukum maupun etika kepada
Teradu I. Namun demikian, DKPP perlu mengingatkan kepada Bawaslu dan KPU agar
mempertimbangkan Putusan DKPP dalam melaksanakan seleksi calon Anggota
Bawaslu/KPU Provinsi, Bawaslu/KPU Kabupaten/Kota. Bahwa Putusan DKPP sebagai
pertimbangan dalam menetapkan Anggota Bawaslu/KPU Provinsi, Bawaslu/KPU
Kabupaten/Kota agar menghasilkan Penyelenggara Pemilu yang profesional dan
berintegritas. Dengan demikian, dalil aduan Pengadu tidak terbukti dan jawaban
Teradu I meyakinkan DKPP. Teradu I tidak terbukti melakukan pelanggaran Kode Etik
dan Pedoman Perilaku Penyelenggara Pemilu.
[4.3.2] Berkenaan dalil aduan Pengadu pada angka [4.1.2] terkait Teradu II diduga
terlibat dalam Tim Pemenangan Didimus Yahuli dan Esau Miram selaku Calon Bupati
dan Wakil Bupati Kabupaten Yahukimo Periode 2020-2025 dan diduga pernah menjadi
Ajudan/Sespri Bupati Kabupaten Yahukimo. Terungkap fakta dalam sidang
pemeriksaan bahwa pada tahun 2020, Kabupaten Yahukimo melaksanakan Pemilihan
Bupati dan Wakil Bupati periode 2020-2025 yang diikuti oleh Pasangan Calon Bupati
Didimus Yahuli dan Wakil Bupati Esau Miram yang didukung oleh Partai Hanura,
Partai Nasdem, Partai Perindo, Partai Golkar, dan PKP Indonesia. Bahwa Teradu II
tercatat sebagai Anggota Divisi Jurkam Tim Pemenangan Pasangan Calon Bupati
Didimus Yahuli dan Wakil Bupati Esau Miram berdasarkan SK Nomor 02/SK/TKP-
DY.EM/YHK.M/IX/2020 tentang Penetapan dan Pengesahan Tim Pemenangan
Pemulihan Yahukimo Pasangan Didimus Yahuli, SH-Esau Miram, SIP Periode 2020-
2025, tertanggal 21 Agustus 2020 (vide bukti-P7). Teradu II berdalih hanya sebagai fans
pendukung dari Calon Bupati dan Wakil Bupati a quo. Sedangkan terhadap SK Nomor
02/SK/TKP-DY.EM/YHK.M/IX/2020 yang mencantumkan namanya, Teradu II baru
mengetahui pada saat persidangan DKPP. Bahwa Saksi Teradu Arius Yahuli
membenarkan nama Teradu II tercantum dalam SK a quo bersama dengan Saksi yang
berkedudukan sebagai Wakil Ketua I. Bahwa benar Teradu II pernah menjadi
Sespri/Ajudan Bupati Didimus Yahuli setelah terpilih pada Pilkada pada tahun 2020.
Bahwa Teradu II sebagai sespri mendapatkan tugas menemani Bupati dalam tugas
kedinasan. Teradu II mengakui menjadi Ajudan/Sespri Bupati Didimus Yahuli tanpa
Surat Keputusan pengangkatan resmi dari Pihak Pemda baik sebagai Sespri/Ajudan
atau sebagai Pegawai Honorer. Teradu II mengakui mendapatkan honor langsung dari
Bupati Didimus Yahuli. Bahwa saat Teradu II akan mengikuti seleksi Anggota KPU
Kabupaten Yahukimo pada bulan November 2023, Teradu II sudah mengajukan surat
pengunduran diri kepada Bupati Didimus Yahuli tertanggal 28 Juli 2023 (vide bukti-
T7).
Berdasarkan uraian fakta-fakta di atas, DKPP menilai tindakan Teradu II yang
tercatat dalam SK Nomor: 02/SK/TKP-DY.EM/YHK.M/IX/2020 tentang Penetapan dan
Pengesahan Tim Pemenangan Pemulihan Yahukimo Pasangan Didimus Yahuli-Esau
Miram tidak dibenarkan secara etika. Teradu II terbukti menunjukkan sikap partisan
mendukung salah satu Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati pada Pilkada
Kabupaten Yahukimo tahun 2020. Meskipun pada tahun 2020 Teradu II belum menjadi
Anggota KPU Kabupaten Yahukimo, namun Teradu II telah menunjukkan sikap
partisan kepada salah satu calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Yahukimo.
Terlebih lagi, dalam batas panalaran yang wajar, Teradu II juga berkedudukan sebagai
ajudan pribadi dari Bupati Didimus Yahuli. Sehigga DKPP berpendapat terdapat
hubungan antara keterlibatan Teradu II sebagai Tim Pemenangan dengan terpilihnya
Teradu II sebagai Sespri/Ajudan Bupati Didimus Yahuli. Bahwa nama Teradu II yang
masih tercantum dalam SK Nomor 02/SK/TKP-DY.EM/YHK.M/IX/2020 dapat
menimbulkan syakwasangka publik terhadap netralitas Teradu II sebagai
Penyelenggara Pemilu dan terkhususnya sebagai Koordinator Divisi Teknis
Penyelenggara Pemilu yang memiliki tugas mengkoordinasikan, menyelenggarakan,
mengendalikan dan memantau tahapan Pemilu. Sekalipun dalam PKPU Nomor 4 Tahun
2023 tidak ada ketentuan bahwa Tim Sukses/Pemenangan dalam persyaratan dilarang
menjadi Calon Anggota KPU Kabupaten/Kota, namun sebagai Penyelenggara Pemilu,
Teradu II semestinya memahami bahwa perilaku keberpihakan terhadap salah satu
pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati dapat menimbulkan ketidakpercayaan publik
kepada penyelenggara Pemilu. Teradu II semestinya memiliki sense of ethics dengan
melakukan upaya menghapus namanya dalam SK Nomor 02/SK/TKP-
DY.EM/YHK.M/IX/2020. Dengan demikian, dalil aduan Pengadu terbukti dan jawaban
Teradu II tidak meyakinkan DKPP. Teradu II terbukti melanggar Kode Etik dan
Pedoman Perilaku Penyelenggara Pemilu. Teradu II terbukti melanggar ketentuan Pasal
6 ayat (2) huruf b yaitu “mandiri maknanya dalam penyelenggaraan Pemilu,
Penyelenggara Pemilu bebas atau menolak campur tangan dan pengaruh siapapun
yang mempunyai kepentingan atas perbuatan, tindakan, keputusan dan/atau
putusan yang diambil” dan Pasal 8 huruf a yaitu “netral atau tidak memihak terhadap
partai politik, calon, pasangan calon, dan/atau peserta Pemilu” serta huruf d yaitu “tidak
mempengaruhi atau melakukan komunikasi yang bersifat partisan dengan peserta
Pemilu, tim kampanye dan pemilih” Peraturan Dewan Kehormatan Penyelenggara
Pemilu Nomor 2 Tahun 2017 tentang Kode Etik dan Pedoman Perilaku Penyelenggara
Pemilu.
[4.3.3] Berkenaan dalil aduan Pengadu pada angka [4.1.3] terkait Teradu II terlibat
aktif dalam kepengurusan DPC Partai Hanura Kabupaten Yahukimo Periode 2020-
2025. Bahwa Pengadu telah menyampaikan bukti berupa copy Surat Keputusan Dewan
Pimpinan Daerah Partai Hati Nurani Rakyat Provinsi Papua Nomor: 25/B.2/DPD-
HANURA/PAPUA/II/2022 tentang Restrukturisasi Dan Reposisi Susunan
Kepengurusan Dewan Pimpinan Cabang Partai Hati Nurani Rakyat Kabupaten
Yahukimo Provinsi Papua Masa Bakti 2020-2025, tertanggal 7 Februari 2022 (vide bukti
P-6). Terungkap fakta dalam sidang pemeriksaan, bahwa Pengadu mengaku mendapat
SK a quo dari KPU Provinsi Papua Pegunungan yang mendowload dari SIPOL namun
tidak menyebutkan namanya. Dalam SK tersebut, tercantum nama Teradu II dalam
kedudukannya sebagai Ketua Bidang Pengawasan Keuangan dan Pembangunan
Daerah DPC Partai Hanura Kabupaten Yahukimo. Bahwa menurut keterangan Saksi
Pengadu atas nama Marius Yalak yang pada pokoknya menerangkan bahwa dirinya
merupakan tokoh adat yang mengetahui nama Teradu II tercantum dalam SK Nomor
25/B.2/DPD-HANURA/PAPUA/II/2022 tentang Restrukturisasi Dan Reposisi Susunan
Kepengurusan Dewan Pimpinan Cabang Partai Hati Nurani Rakyat Kabupaten
Yahukimo Provinsi Papua Masa Bakti 2020-2025. Saksi Pengadu juga pernah
melakukan tanggapan dan masukan masyarakat terhadap seleksi Anggota KPU
Kabupaten Yahukimo pada tanggal 29 November 2023 dan 6 Desember 2023. Namun,
tanggapan dan masukan dari Saksi Pengadu Marius Yalak tidak ditanggapi oleh Tim
Seleksi Calon Anggota KPU Kabupaten Yahukimo. Akibat tidak ditanggapi, Saksi
Pengadu Marius Yalak memviralkan informasi tentang keterlibatan Teradu II sebagai
Pengurus Partai Politik ke media online Bintang Papua (vide bukti P-10).
Bahwa Teradu II membantah terlibat aktif dalam kepengurusan DPC Partai
Hanura Kabupaten Yahukimo dan menurutnya bukti SK a quo yang disampaikan oleh
Pengadu adalah palsu. Bahwa sebelum mendaftar sebagai calon anggota KPU
Kabupaten Yahukimo periode 2024-2029, Teradu II telah melakukan cek ke SIPOL KPU
dan hasilnya NIK Teradu II dengan Nomor 911316xxxxxxxxxx tidak terdaftar dalam
SIPOL (vide bukti T-3). Terungkap fakta dalam sidang pemeriksaan, berdasarkan bukti
yang dihadirkan Teradu II berupa SK Dewan Pimpinan Daerah Partai Hati Nurani
Rakyat Provinsi Papua Nomor: 25/B.2/DPD-HANURA/PAPUA/II/2022 nama Ketua
Bidang Pengawasan Keuangan dan Pembangunan Daerah DPC Partai Hanura
Kabupaten Yahukimo adalah Delton Yahuli dan bukan nama Teradu II (vide bukti T-5).
Bukti SK a quo yang disampaikan Teradu II juga dikuatkan oleh Saksi Teradu II atas
nama Arius Yahuli selaku Ketua Bidang Koperasi Usaha Kecil, Menengah, Pariwisata
dan Lingkungan Hidup dan Keterangan Pihak Terkait Ketua DPC Partai Hanura atas
nama Kenius Haselo. Saksi Arius Yahuli pada pokoknya menjelaskan bahwa dirinya
merupakan Kader dari DPD Partai Hanura Provinsi Papua Pegunungan yang
ditugaskan sebagai Korwil Kabupaten Yahukimo. Saksi Arius Yahuli menerangkan
bahwa dirinya yang diberi tugas menjaring Kader di Kabupaten Yahukimo dan
menyusun draf SK DPC Partai Hanura Kabupaten Yahukimo sebelum diserahkan
kepada DPD Partai Hanura Provinsi Papua. Dalam SK tersebut, bahwa benar Ketua
Bidang Pengawasan Keuangan dan Pembangunan Daerah DPC Partai Hanura
Kabupaten Yahukimo adalah Delton Yahuli dan bukan Teradu II. Selain itu, Saksi Arius
Yahuli juga tidak pernah melihat Teradu II terlibat dalam kegiatan Partai Hanura baik
di Kabupaten Yahukimo maupun di Provinsi Papua Pegunungan. Pihak Terkait Kenius
Haselo juga memberikan keterangan yang sama bahwa nama Teradu II tidak tercantum
dalam SK Nomor 25/B.2/DPD-HANURA/PAPUA/II/2022 (vide bukti T-5). Selanjutnya,
Pihak Terkait Kenius Haselo menerangkan telah menduduki jabatan Ketua DPC Partai
Hanura Kabupaten Yahukimo sejak tahun 2015 sampai dengan sidang DKPP
dilaksanakan. Dalam kedudukannya sebagai Ketua DPC Partai Hanura, Pihak Terkait
Kenius Haselo mengetahui nama-nama kepengurusan DPC Partai Hanura Kabupaten
Yahukimo dan memang benar yang namanya tercantum sebagai Ketua Bidang
Pengawasan Keuangan dan Pembangunan Daerah DPC Partai Hanura Kabupaten
Yahukimo adalah Delton Yahuli. Untuk menguatkan keterangannya, Pihak Terkait
Kenius Haselo menyerahkan SK DPD Partai Hati Nurani Rakyat Provinsi Papua Nomor:
25/B.2/DPD-HANURA/PAPUA/II/2022 yang berstempel basah (vide bukti PT.1-1) dan
SK DPD Partai Hanura Provinsi Papua Pegunungan Nomor 007/B.2/DPD-
HANURA/PAPUA/II/2022 yang berstempel basah (vide bukti PT.1-2) yang digunakan
untuk mendaftar sebagai Peserta Pemilu Tahun 2024. Pihak Terkait Kenius Haselo juga
menerangkan pernah diundang untuk klarifikasi oleh KPU RI pada tanggal 29 Januari
2024 terkait nama Teradu II yang tercantum dalam SK Kepengurusan DPC Partai
Hanura Kabupaten Yahukimo. Pihak Terkait Kenius Haselo telah membuat surat
klarifikasi dengan Nomor: 033/DPC/PH/YHKM/I/2024. Surat a quo pada pokoknya
menjelaskan bahwa SK Nomor Nomor 25/B.2/DPD-HANURA/PAPUA/II/2022 yang
dimiliki Saksi Pengadu atas nama Marius Yalak adalah SK Palsu. Terungkap pula
dalam sidang pemeriksaan, berdasarkan keterangan Pihak Terkait Tim Seleksi Calon
Anggota KPU Kabupaten Yahukimo menerangkan bahwa benar terdapat tanggapan dan
masukan masyarakat untuk Teradu II yang diduga terlibat Partai Politik yaitu Partai
Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Partai Hanura. Tim Seleksi juga
menerangkan bahwa pada seleksi Calon Anggota KPU Kabupaten Yahukimo terdapat
aksi demo yang mengakibatkan Tim Seleksi berpindah kantor dari Kabupaten
Yahukimo ke Kota Jayapura. Oleh karena suasana tidak kondusif, dalam rangka
menindaklanjuti tanggapan dan masukan masyarakat, Tim Seleksi melakukan
pengecekan bersama KPU RI di Jakarta untuk memastikan keterlibatan Teradu II
dalam kepengurusan PDIP dan Partai Hanura. Hasilnya, nama Teradu II tidak
ditemukan dalam SIPOL, baik dalam kepengurusan PDIP ataupun Partai Hanura.
Berdasarkan hasil pengecekan tersebut, Teradu II dinyatakan terpilih sebagai Anggota
KPU Kabupaten Yahukimo sesuai dengan Pengumuman Nomor: 13/SDM.12-
Pu/04/2024 tentang Calon Anggota Komisi Pemilihan Umum Provinsi Nusa Tenggara
Timur dan Anggota Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota Pada 30 (Tiga Puluh)
Kabupaten/Kota di 9 (Sembilan) Provinsi Terpilih Periode 2024-2029, tertanggal 31
Januari 2024 (vide bukti P-1). Bahwa untuk membuktikan Teradu II tidak terlibat Partai
Hanura Kabupaten Yahukimo, pada tanggal 15 Februari 2024 Teradu II telah
melaporkan Saksi Pengadu Marinus Yalak ke Polres Yahukimo dengan Surat Tanda
Penerimaan Laporan Nomor: STTLP/05/II/2024/SPKT/POLRES YAHUKIMO/POLDA
PAPUA, tertanggal 15 Februari 2024 dengan dugaan tindak pidana pemalsuan (vide
bukti T-6).
Berdasarkan uraian fakta-fakta di atas, DKPP menilai Teradu II tidak terbukti
terlibat aktif dalam kepengurusan DPC Partai Hanura Kabupaten Yahukimo. Teradu II
telah bertindak sungguh-sungguh untuk membuktikan dirinya bukan sebagai
Pengurus Partai Politik dengan melaporkan Saksi Pengadu atas nama Marinus Yalak
ke Polres Yahukimo atas dugaan tindak pidana pemalsuan berupa SK Nomor
25/B.2/DPD-HANURA/PAPUA/II/2022 yang mencantumkan nama Teradu II sebagai
salah satu Pengurus Partai Hanura yang dijadikan sebagai alat bukti oleh Pengadu.
Dengan demikian, dalil aduan Pengadu tidak terbukti dan jawaban Teradu II
meyakinkan DKPP. Teradu II tidak terbukti melakukan pelanggaran Kode Etik dan
Pedoman Perilaku Penyelenggara Pemilu.
[4.3.4] Berkenaan dalil aduan Pengadu pada angka [4.1.4] terkait tindakan Teradu II
diduga melakukan pembayaran uang operasional Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK)
di Bandara Nop Goliat Dekai pada tanggal 9 Februari 2024 yang bukan merupakan
tugas Teradu II. Terungkap fakta dalam sidang pemeriksaan, Teradu II menerangkan
bahwa pembayaran uang operasional untuk pembuatan tempat pemungutan suara
kepada PPD di Bandara Nop Goliat Dekai pada tanggal 9 Februari 2024 merupakan
agenda resmi KPU Kabupaten Yahukimo. Pada saat itu, Teradu II menyerahkan secara
simbolis dengan disaksikan Panwaslu Kecamatan, TNI/Polri serta penyelenggara
lainnya. Selanjutnya, penyerahan dana operasional tersebut dilakukan oleh Bendahara
selaku pejabat yang berwenang. Berdasarkan uraian fakta di atas, DKPP menilai
tindakan Teradu II dapat dibenarkan secara hukum maupun etika. Teradu II sebagai
Anggota KPU Kabupaten Yahukimo memiliki kewenangan bertindak atas nama lembaga
KPU untuk melakukan penyerahan uang operasional secara simbolis kepada PPD
sebagai tanda telah diserahkannya uang operasional tersebut untuk digunakan
pembuatan tempat pemungutan suara di wilayah kerja masing-masing PPD se-
Kabupaten Yahukimo. Tindakan Teradu II juga untuk memastikan dana operasional
pembuatan TPS telah diterima oleh PPD sehingga pemungutan suara untuk Pemilu
2024 berjalan dengan lancar. Dengan demikian, dalil aduan Pengadu tidak terbukti
dan jawaban Teradu II meyakinkan DKPP. Teradu II tidak terbukti melakukan
pelanggaran Kode Etik dan Pedoman Perilaku Penyelenggara Pemilu.
[4.4] Menimbang terhadap dalil aduan Pengadu selebihnya, DKPP tidak relevan untuk
mempertimbangkan.
VI. KESIMPULAN
Berdasarkan penilaian atas fakta persidangan sebagaimana diuraikan di atas, setelah
memeriksa keterangan Pengadu, jawaban dan keterangan Para Teradu, memeriksa dan
mendengar keterangan Para Saksi, memeriksa dan mendengar keterangan Para Pihak
Terkait, dan bukti-bukti dokumen yang disampaikan Pengadu dan Para Teradu, DKPP
menyimpulkan bahwa:
[5.1] Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu berwenang mengadili pengaduan
Pengadu;
[5.2] Pengadu memiliki kedudukan hukum (legal standing) untuk mengajukan
pengaduan a quo;
[5.3] Teradu I tidak terbukti melakukan pelanggaran Kode Etik dan Pedoman Perilaku
Penyelenggara Pemilu.
[5.4] Teradu II terbukti melakukan pelanggaran Kode Etik dan Pedoman Perilaku
Penyelenggara Pemilu.
Berdasarkan pertimbangan dan kesimpulan tersebut di atas;
MEMUTUSKAN
1. Mengabulkan pengaduan Pengadu untuk sebagian;
2. Merehabilitasi nama baik Teradu I Penas Bahabol selaku Ketua merangkap Anggota
KPU Kabupaten Yahukimo terhitung sejak Putusan ini dibacakan;
3. Menjatuhkan sanksi Peringatan Keras Terakhir dan Pemberhentian dari Ketua
Divisi Teknis Penyelenggaraan kepada Teradu II Panus Yahuli selaku Anggota KPU
Kabupaten Yahukimo terhitung sejak Putusan ini dibacakan;
4. Memerintahkan Komisi Pemilihan Umum untuk melaksanakan Putusan ini paling
lama 7 (tujuh) hari sejak Putusan ini dibacakan;
5. Memerintahkan Badan Pengawas Pemilihan Umum untuk mengawasi pelaksanaan
Putusan ini.
Demikian diputuskan dalam Rapat Pleno oleh tujuh Anggota Dewan Kehormatan
Penyelenggara Pemilihan Umum, yakni Heddy Lugito selaku Ketua Merangkap Anggota,
J. Kristiadi, Ratna Dewi Pettalolo, I Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi, Muhammad Tio
Aliansyah, Yulianto Sudrajat dan Lolly Suhenty masing-masing selaku Anggota, pada
hari Senin tanggal Tiga Belas bulan Mei tahun Dua Ribu Dua Puluh Empat dan
dibacakan dalam sidang kode etik terbuka untuk umum pada hari ini Senin tanggal
Dua Puluh Empat bulan Juni tahun Dua Ribu Dua Puluh Empat oleh I Dewa Kade
Wiarsa Raka Sandi dan Muhammad Tio Aliansyah masing-masing selaku Anggota.
ANGGOTA
Ttd Ttd
I Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi Muhammad Tio Aliansyah
Asli Putusan ini telah ditandatangani secukupnya, dan dikeluarkan sebagai salinan
yang sama bunyinya.
SEKRETARIS PERSIDANGAN PENGGANTI
Andre Saputra
26