Melanggar
Nomor Putusan: No. 62 Tahun 2024
Ketua dan Anggota KPU Kabupaten Buton Tengah
Tahun: 2024 · Tanggal (data DKPP): 24/07/2024 · Tanggal Putusan (dari dokumen): 11-06-2024
👁 31 dibaca
⇩ 5 diunduh
⇩ Unduh Putusan (PDF)
Ringkasan
Pertimbangan PutusanMenimbang Pengadu pada pokoknya mendalilkan bahwa Para Teradu diduga tidak melaksanakan Rekomendasi Bawaslu Kabupaten Buton Tengah Nomor: 125/PM.00.02/K SG-04/02/2024, tertanggal 22 Februari 2024 untuk melakukan Pemungutan Suara Ulang di TPS 01 Desa Langkomu, Kecamatan Mawasangka Tengah, Kabupaten Buton Tengah. Terhadap dalil Pengadu pada angka , Para Teradu menerangkan bahwa benar telah menerima Surat Bawaslu Kabupaten Buton Tengah Nomor: 125/PM.00.02/K-SG- 04/02/2024, Perihal Rekomendasi Pemungutan Suara Ulang (PSU) tertanggal 22 Februari 2024 (vide Bukti T-1) yang diterima pada tanggal 22 Februari 2024, Pukul 18.21 WITA (vide Bukti T-2).
Pasal DilanggarPasal 80 ayat (3); Pasal 373 ayat (3) Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan; Pasal 81 ayat (3) Peraturan KPU Nomor 25 Tahun 2023 tentang; Pasal 86 Peraturan Komisi; Pasal 6; Pasal 33
Amar Putusan1. Mengabulkan pengaduan Pengadu untuk sebagian; 2. Menjatuhkan sanksi Peringatan Keras kepada Teradu I La Ode Abdul Jinani selaku Ketua merangkap Anggota KPU Kabupaten Buton Tengah terhitung sejak Putusan ini dibacakan; 3. Menjatuhkan sanksi Peringatan kepada Teradu II Darwin, Teradu III Karlianus Poasa, Teradu IV La Zaula, Teradu V Masurin masing-masing selaku Anggota KPU Kabupaten Buton Tengah terhitung sejak Putusan ini dibacakan; 4. Memerintahkan Komisi Pemilihan Umum untuk melaksanakan Putusan ini paling lama 7 (tujuh) hari sejak Putusan ini dibacakan; 5. Memerintahkan Badan Pengawas Pem
PEMBUKAAN
PUTUSAN
Nomor 62-PKE-DKPP/IV/2024
DEWAN KEHORMATAN PENYELENGGARA PEMILU
REPUBLIK INDONESIA
DEMI KEADILAN DAN KEHORMATAN PENYELENGGARA PEMILU
Memeriksa dan memutus pada tingkat pertama dan terakhir Pengaduan Nomor:
65-P/L-DKPP/III/2024 yang diregistrasi dengan Perkara Nomor:
62-PKE-DKPP/IV/2024 menjatuhkan Putusan atas dugaan pelanggaran Kode Etik
Penyelenggara Pemilu yang diajukan oleh:
1. IDENTITAS PENGADU DAN TERADU
[1.1] PENGADU
Nama : Fahirun
Pekerjaan/Lembaga : Nelayan
Alamat : Dusun Watorumbe, Desa Watorumbe, Kecamatan Mawasangka
Tengah, Kabupaten Buton Tengah, Provinsi Sulawesi Tenggara
Selanjutnya disebut sebagai-------------------------------------------------------------------Pengadu.
MEMBERIKAN KUASA KEPADA:
Nama : Dian Farizka
Pekerjaan/Lembaga : Advokat
Alamat : Jl. Tole Iskandar No. 1, Kelurahan Mekar Jaya, Kecamatan
Sukmajaya, Kota Depok, Provinsi Jawa Barat
TERHADAP
[1.2] TERADU
1. Nama : La Ode Abdul Jinani
Pekerjaan/Lembaga : Ketua KPU Kabupaten Buton Tengah
Alamat : Jl. Tangkalawa, Lakudo, Kabupaten Buton Tengah, Provinsi
Sulawesi Tenggara.
Selanjutnya disebut sebagai--------------------------------------------------------------------Teradu I;
2. Nama : Darwin
Pekerjaan/Lembaga : Anggota KPU Kabupaten Buton Tengah
Alamat : Jl. Tangkalawa, Lakudo, Kabupaten Buton Tengah, Provinsi
Sulawesi Tenggara.
Selanjutnya disebut sebagai-------------------------------------------------------------------Teradu II;
3. Nama : Karlianus Poasa
Pekerjaan/Lembaga : Anggota KPU Kabupaten Buton Tengah
Alamat : Jl. Tangkalawa, Lakudo, Kabupaten Buton Tengah, Provinsi
Sulawesi Tenggara.
Selanjutnya disebut sebagai------------------------------------------------------------------Teradu III;
4. Nama : La Zaula
Pekerjaan/Lembaga : Anggota KPU Kabupaten Buton Tengah
Alamat : Jl. Tangkalawa, Lakudo, Kabupaten Buton Tengah, Provinsi
Sulawesi Tenggara.
Selanjutnya disebut sebagai------------------------------------------------------------------Teradu IV;
5. Nama : Masurin
Pekerjaan/Lembaga
: Anggota KPU Kabupaten Buton Tengah
Alamat : Jl. Tangkalawa, Lakudo, Kabupaten Buton Tengah, Provinsi
Sulawesi Tenggara.
Selanjutnya disebut sebagai-------------------------------------------------------------------Teradu V;
Selanjutnya Teradu I s.d. Teradu V disebut sebagai ------------------------------------ Para Teradu.
[1.3] membaca pengaduan Pengadu;
mendengar keterangan Para Teradu;
mendengar keterangan Para Pihak Terkait; dan
memeriksa dan mempelajari dengan seksama segala bukti yang diajukan
Pengadu dan Para Teradu.
II.DUDUK PERKARA
[2.1] POKOK PENGADUAN PENGADU
Bahwa Pengadu telah menyampaikan pengaduan tertulis dan secara lisan dalam sidang
pemeriksaan dugaan Pelanggaran Kode Etik Penyelenggara Pemilu pada tanggal 3 Juni
2024, sebagai berikut:
1. Bahwa terjadi laporan masyarakat ke Bawaslu Kab. Buton Tengah dengan Laporan
Nomor: 002/LP/PL/Kab 28.16/II/2024, tanggal 21 Februari 2024 terjadi unsur-
unsur pelanggaran yang dilakukan oleh Sdr. Wa Ode Pipin yang menyalurkan hak
pilihnya di 2 (dua) TPS yaitu TPS 07 Desa Lolibu, Kec. Lakudo dan TPS 01 Desa
Langkomu, Kec. Mawasangka Tengah dengan peristiwa hukum, sebagai berikut:
a. Bahwa pada hari Rabu, 14 Februari 2024 Sdri. Wa Ode Pipin dengan NIK
740474304040002 menyalurkan hak pilihnya di TPS 07 Desa Lolibu, Kec.
Lakudo Kab. Buton Tengah;
b. Bahwa pada hari Rabu, 14 Februari 2024 Sdri. Wa Ode Pipin dengan NIK
740474304040002 menyalurkan hak pilihnya di TPS 01 Desa Langkomu,
Kec. Mawasangka Tengah, Kab. Buton Tengah;
c. Bahwa berdasarkan keterangan Pengawas TPS 07 Desa Lolibu, Kec. Lakudo,
Kab. Buton Tengah menyatakan BENAR bahwa Sdri. Wa Ode Pipin
menyalurkan hak pilihnya di TPS 07 Desa Lolibu. Hal ini dibuktikan dengan
kesesuaian DPT dan DAFTAR HADIR;
2. Bahwa berdasarkan keterangan Pengawas TPS 01 Desa Langkomu, Kec.
Mawasangka Tengah, Kab. Buton Tengah menyatakan BENAR bahwa Sdri. Wa Ode
Pipin menyalurkan hak pilihnya di TPS 01 Desa Langkomu dengan kategori DAFTAR
PEMILIH KHUSUS (DPK). Hal ini dibuktikan dengan kesesuaian DAFTAR HADIR
(DPK) dan termuat dalam FORM MODEL C KEJADIAN KHUSUS.
Sehubungan dengan kejadian tersebut di atas, agar DKPP memeriksa dan memutus
dugaan pelanggaran Kode Etik Penyelenggara Pemilu.
[2.2] PETITUM PENGADU
Bahwa berdasarkan uraian di atas, Pengadu memohon kepada Dewan Kehormatan
Penyelenggara Pemilu berdasarkan kewenangannya untuk memeriksa dan memutus
dugaan pelanggaran Kode Etik Penyelenggara Pemilu.
[2.3] BUKTI PENGADU
Bahwa untuk menguatkan aduannya, Pengadu mengajukan bukti-bukti yang diberi
tanda Bukti P-1 sampai dengan P-3 sebagai berikut:
NO. BUKTI KETERANGAN
1 P-1 Surat Bawaslu Kabupaten Buton Tengah Nomor:
125/PM.00.02/K.SG-04/02/2024, perihal Rekomendasi
Pemungutan Suara Ulang (PSU), tertanggal 22 Februari 2024;
2 P-2 Formulir C1 TPS 07 Desa Lolibu, Kecamatan Lakudo;
3 P-3 Formulir C1 TPS 01, Desa Langkomu, Kecamatan Mawasangka
Timur.
[2.4] PENJELASAN DAN POKOK JAWABAN PARA TERADU
Bahwa Para Teradu telah menyampaikan jawaban tertulis dan dibacakan di muka
sidang pemeriksaan dugaan Pelanggaran Kode Etik Penyelenggara Pemilu pada tanggal
3 Juni 2024, sebagai berikut:
Mempermaklumkan dengan segala hormat, Para Teradu dengan ini menyampaikan
jawaban atasa Pengaduan dan/atau Laporan Pengadu dengan Nomor Pengaduan 65-
P/L-DKPP/III/2024 yang diregistrasi dengan Perkara Nomor: 62-PKE-DKPP/IV/2024
diajukan oleh Fahirun memberikan kuasa kepada Dian Farizka yang pada pokoknya
sebagai berikut:
Perbuatan yang dilakukan: KPU Kabupaten Buton Tengah telah melakukan
pelanggaran kode etik yaitu tidak melaksanakan atas rekomendasi Bawaslu Kabupaten
Buton Tengah dengan Surat Nomor: 125/PM.00.02/K SG-04/02/2024 tanggal 22
Februari 2024 untuk dilakukan Pemungutan Suara Ulang di TPS 01 Desa Langkomu
Kecamatan Mawasangka Tengah Kabupaten Buton Tengah.
Pasal yang dilanggar:
Peraturan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilihan Umum Republik Indonesia
Nomor 2 Tahun 2017 tentang Kode Etik dan Pedoman Perilaku Penyelenggara
Pemilihan Umum yakni:
Pasal 6 ayat (1), ayat (2) dan ayat (2) serta Pasal 7 ayat (1), Pasal 8, Pasal 9, Pasal 10,
Pasal 11, Pasal 12, Pasal 13, Pasal 14, Pasal 15, Pasal 16, Pasal 17, Pasal 18, dan Pasal
19.
Bahwa terhadap dalil-dalil Pengadu dalam aduannya, KPU Kabupaten Buton Tengah
pada pokoknya menjawab/menerangkan hal-hal sebagai berikut:
1. Bahwa benar Para Teradu menerima Surat Bawaslu Kabupaten Buton Tengah
Nomor: 125/PM.00.02/K-SG-04/02/2024, Perihal Rekomendasi Pemungutan
Suara Ulang (PSU) tertanggal 22 Februari 2024 (vide Bukti T-1) yang diterima oleh
KPU Kaupaten Buton Tengah pada tanggal 22 Februari 2024 sekira Pukul 18.21
WITA (vide Bukti T-2);
2. Bahwa Surat Rekomendasi Bawaslu Kabupaten Buton Tengah a quo adalah
berdasarkan Laporan Nomor: 002/LP/PL/Kab.28.16/II/2024 adalah berdasarkan
Laporan Nomor: 002/LP/PL/Kab. 28.16/II/2024 tanggal 21 Februari 2024 dengan
pokok-pokok laporan sebagai berikut:
a) Bahwa pada hari Rabu, 14 Februari 2024 Wa Ode Pipin dengan NIK (7404***)
menyalurkan hak pilihnya di TPS 07 Desa Lolibu Kecamatan Lakudo
Kabupaten Buton Tengah;
b) Bahwa pada hari Rabu, 14 Februari Wa Ode Pipin dengan NIK (7404***)
menyalurkan hak pilihnya di TPS 01 Desa Langkomu Kecamatan
Mawasangka Tengah Kabupaten Buton Tengah;
c) Bahwa berdasarkan keterangan Pengawas TPS 07 Desa Lolibu Kecamatan
Lakudo Kabupaten Buton Tengah menyatakan benar bahwa Wa Ode Pipin
menyalurkan hak pilihnya di TPS 07 Desa Lolibu. Hal ini dibuktikan dengan
kesesuaian DPT dan Daftar Hadir;
d) Bahwa berdasarkan keterangan Pengawas TPS 01 Desa Langkomu
Kecamatan Mawasangka Tengah Kabupaten Buton Tengah menyatakan
benar bahwa Wa Ode Pipin menyalurkan hak pilihnya di TPS 01 Desa
Langkomu dengan kategori Daftar Pemilih Khusus (DPK). Hal ini dibuktikan
dengan kesesuaian Daftar Hadir DPK dan termuat dalam Form Model C
Kejadian Khusus;
3. Bahwa terhadap kondisi a quo maka Bawaslu Kabupaten Buton Tengah
menyampaikan Rekomendasi kepada KPU Kabupaten Buton Tengah untuk
melakukan Pemungutan Suara Ulang (PSU) pada TPS 01 Desa Langkomu
Kecamatan Mawasangka Tengah Kabupaten Buton Tengah dengan merujuk pada
ketentuan Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 25 Tahun 2023 tentang
Pemungutan dan Penghitungan Suara dalam Pemilihan Ummum Pasal 80 ayat (3)
berbunyi “Selain keadaan sebagaimana dimaksud pada ayat (2), pemungutan suara
wajib diulang jika terdapat pemilih yang memberikan suara lebih dari 1 (satu) kali,
baik pada satu TPS atau pada TPS yang berbeda”;
4. Bahwa ketentuan mengenai tenggat waktu pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang
(PSU) dijelaskan dalam:
a) Pasal 373 ayat (3) Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan
Umum, menyatakan bahwa “Pemungutan suara ulang di TPS dilaksanakan
paling lama 10 (sepuluh) hari setelah hari pemungutan suara berdasarkan
keputusan KPU Kabupaten/Kota”.
b) Pasal 81 ayat (3) Peraturan KPU Nomor 25 Tahun 2023 tentang Pemungutan
dan Penghitungan Suara Dalam Pemilihan Umum menyatakan bahwa
“Pemungutan suara ulang di TPS dilaksanakan paling lama 10 (sepuluh) Hari
setelah hari pemungutan suara berdasarkan Keputusan KPU
Kabupaten/Kota”.
c) Ketentuan umum dalam Peraturan KPU Nomor 25 Tahun 2023 tentang
Pemungutan dan Penghitungan Suara Dalam Pemilihan Umum
menyebutkan bahwa “Hari adalah Hari Kalender”.
5. Bahwa Rekomendasi Bawaslu Kabupaten Buton Tengah a quo yang diterima KPU
Kabupaten Buton Tengah pada tanggal 22 Februari 2024 sekira Pukul 18.21 WITA,
dan merujuk pada ketentuan mengenai tenggat waktu pelaksanaan Pemungutan
Suara Ulang (PSU) “paling lama 10 (sepuluh) Hari setelah hari pemungutan suara”
yang mana hari pemungutan suara pemilu serentak dilaksanakan pada Rabu 14
Februari 2024 dan tenggat waktu untuk melaksanakan Pemungutan Suara Ulang
(PSU) adalah paling lambat dilaksanakan pada Sabtu 24 Februari 2024, dengan
demikian waktu yang tersisa untuk melaksanakan Pemungutan Suara Ulang (PSU)
kurang dari 2x24 (dua kali dua puluh empat) jam sejak diterimanya Surat
Rekomendasi Bawaslu Kabupaten Buton Tengah a quo.
6. Bahwa terhadap adanya Rekomendasi Bawaslu Kabupaten Buton Tengah
sebagaimana a quo maka KPU Kabupaten Buton Tengah Menindaklanjuti dengan
melakukan rapat pleno yang dituangkan dalam Berita Acara Keputusan Rapat Pleno
KPU Kabupaten Buton Tengah Nomor: 61/PL.01.8-BA/7414/2024 tanggal 22
Februari 2024, sekira Pukul 21.55 WITA yang pada pokoknya melakukan analisis
keterpenuhan logistik Pemungutan Suara Ulang (PSU) berdasarkan Surat
Rekomendasi Bawaslu Kabupaten Tengah a quo (vide Bukti T-03);
7. Bahwa pada saat Surat Rekomendasi Bawaslu Kabupaten Buton Tengah a quo
diterima oleh KPU Kabupaten Buton Tengah kondisi kesiapan logistik perlengkapan
penyelenggaraan Pemilu untuk Pemungutan Suara Ulang (PSU) oleh KPU
Kabupaten Buton Tengah adalah sebagai berikut:
a) Surat Suara Pemungutan Suara Ulang (PSU) untuk Pemilu anggota DPR,
anggota DPD, dan anggota DPRD Provinsi tidak tersedia di Gudang Logistik
KPU Kabupaten Buton Tengah, olehnya itu dilakukan permintaan kepada
KPU Provinsi Sulawesi Tenggara dan berdasarkan hasil konsultasi ke KPU
Provinsi Sulawesi Tenggara bahwa kekurangan Surat Suara tersebut itu
dicetak di percetakan Surat Suara KPU yang bertempat di Kota Surabaya
Provinsi Jawa Timur;
b) Untuk kelengkapan Logistik lainnya untuk Pemungutan Suara Ulang (PSU)
dalam hal ini Formulir C Hasil dan Formulir C Hasil Salinan Pemilu PPWP,
Anggota DPR, Anggota DPD, Anggota DPRD Provinsi dan DPRD
Kabupaten/Kota adalah tidak tersedia di Gudang Logistik KPU Kabupaten
Buton Tengah olehnya itu dilakukan koordinasi dengan KPU Provinsi
Sulawesi Tenggara dan hanya dapat dilakukan pencetakan ulang di
percetakan yang bertempat di Kota Kendari;
c) Adapun rincian logistik Pemungutan Suara Ulang (PSU) yang tidak tersedia
di Gudang Logistik KPU Kabupaten Buton Tengah sebagai berikut:
No Jenis Logistik Jumlah Satuan Ket
Barang
1 Surat Suara DPR RI 230 Lembar
2 Surat Suara DPD RI 230 Lembar
3 Surat Suara DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara 230 Lembar
Dapil 4
4 Kebutuhan Kelengkapan TPS Lainnya:
a) Formulir C Hasil Plano-PPWP 1 Set
b) Formulir C Hasil Plano-DPR RI 1 Set
c) Formulir C Hasil Plano-DPD RI 1 Set
d) Formulir C Hasil Plano-DPRD Provinsi 1 Set
Sulawesi Tenggara Dapil 4
e) Formulir C Hasil Plano-DPRD Kabupaten 1 Set
Buton Tengah Dapil 3
f) Formulir C Hasil Salinan-PPWP 1 Set
g) Formulir C Hasil Salinan-DPR RI 1 Set
h) Formulir C Hasil Salinan-DPD RI 1 Set
i) Formulir C Hasil Salinan-DPRD Provinsi 1 Set
Sulawesi Tenggara Dapil 4
j) Formulir C Hasil Salinan-DPRD Kabupaten 1 Set
Buton Tengah Dapil 3
k) Alat bantu tuna netra PPWP 1 Lembar
l) Alat bantu tuna netra DPD RI 1 Lembar
m) Sampul kertas kubus:
• Sampul surat suara sah 13 Lembar
• Sampul surat suara sah 13 Lembar
• Sampul surat suara tidak digunakan 9 Lembar
• Sampul BA dan Rekapitulasi 1 Lembar
Pengembalian Formulir C Pemberitahuan
n) Sampul kertas biasa:
• Sampul surat suara tidak sah 5 Lembar
• Sampul suara rusak/keliru coblos 5 Lembar
• Sampul Formulir C. Hasil di TPS 5 Lembar
• Sampul Formulir C. Hasil Salinan di TPS 3 Lembar
• Sampul Formulir D. Hasil PPK 5 Lembar
• Sampul Formulir D. Hasil 4 Lembar
Kabupaten/Kota
• Sampul Formulir Kejadian Khusus di TPS 1 Lembar
• Sampul Formulir Kejadian Khusus di PPK 1 Lembar
• Sampul Formulir Kejadian Khusus di 1 Lembar
Kabupaten/Kota
• Sampul Formulir Model C. Khusus 1 Lembar
dan/atau keberatan saksi-KPU di TPS;
Model A-Surat pindah memilih; Model C.
Daftar hadir DPT; Model C. Daftar Hadir
DPTb; Model C. Daftar Hadir DPK; dan
Formulir Model A. Daftar Pemilih
o) Segel 90 Keping
p) Segel Plastic 30 Buah
q) Tinta 2 Botol
8. Bahwa KPU Kabupaten Buton Tengah setelah melakukan analisis kesiapan logistrik
pemilu untuk persiapan pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) sebagaimana
Surat Rekomendasi Bawaslu a quo maka KPU Kabupaten Buton Tengah
menyampaikan Surat kepada KPU Provinsi Sulawesi Tenggara dengan Nomor:
25/PL.01.8-SD/7414/2024, Perihal Permintaan Kebutuhan Logistik PSU Pemilu
Tahun 2024, tertanggal 22 Februari 2024 yang pada pokoknya menyampaikan
permintaan untuk memenuhi kebutuhan logistik perlengkapan penyelenggaraan
Pemilu untuk Pemungutan Suara Ulang (PSU) (vide Bukti T-4);
9. Bahwa KPU Kabupaten Buton Tengah telah menyampaikan Surat kepada Bawaslu
Kabupaten Buton Tengah dengan Nomor: 74/PL.01.8-SD/7414/II/2024, Perihal
Penyampaian, tertanggal 22 Februari 2024 yang pada pokoknya menyampaikan
kepada Bawaslu Kabupaten Buton Tengah bahwa peengambilan Surat Suara
Pemungutan Suara Ulang (PSU) di Kota Kendari dilakukan pada tanggal 23 Februari
2024 sebagai bagian dari tindaklanjut Surat Rekomendasi Bawaslu a quo (vide Bukti
T-5);
10. Bahwa KPU Kabupaten Buton Tengah juga telah menyampaikan Surat kepada
Kapolres Buton Tengah Nomor: 75/PL.01.8-SD/7414/II/2024, Perihal
Penyampaian, tertanggal 22 Februari 2024 yang pada pokoknya menyampaikan
kepada Kapolres Buton Tengah bahwa pengambilan Surat Suara Pemungutan
Suara Ulang (PSU) di Kota Kendari dilakukan pada tanggal 23 Februari 2024 sebagai
bagian dari tindaklanjut Surat Rekomendasi Bawaslu a quo (vide Bukti T-6);
11. Bahwa pada tanggal 23 Februari 2024 KPU Kabupaten Buton Tengah bersama
dengan utusan Bawaslu Kabupaten Buton Tengah dan Utusan Kepolisian Resort
Buton Tengah melakukan penjemputan kekurangan logistik perlengkapan
penyelenggaraan Pemilu untuk Pemungutan Suara Ulang (PSU) di Kantor KPU
Provinsi Sulawesi Tenggara Kota Kendari;
12. Bahwa surat suara untuk Pemungutan Suara Ulang (PSU) dari Percetakan di Kota
Surabaya tiba di Kantor KPU Provinsi Sulawesi Tenggara Kota Kendari sekitar Pukul
18.30 WITA dan pada saat itu dilakukan serah terima logistik perlengkapan
penyelenggaraan Pemilu untuk Pemungutan Suara Ulang (PSU) dari KPU Provinsi
Sulawesi Tenggara kepada KPU Kabupaten Buton Tengah yang juga disaksikan oleh
utusan Bawaslu Kabupaten Buton Tengah dan utusan Kepolisian Resort Buton
Tengah (vide Bukti T-7);
13. Bahwa setelah melakukan serah terima di Kantor KPU Provinsi Sulawesi Tenggara,
KPU Kabupaten Buton Tengah juga menjemput Formulir Model C Hasil (Plano) yang
dicetak di percetakan yang juga bertempat di Kota Kendari sekira Pukul 20.00 WITA
setelah logistik perlengkapan oleh KPU Kabupaten Buton Tengah secara lengkap
maka KPU Kabupaten Buton Tengah bersama dengan utusan Bawaslu Kabupaten
Buton Tengah dan utusan Kepolisian Resort Buton Tengah menuju Pelabuhan di
Kota Kendari untuk kembali ke Kabupaten Buton Tengah menggunakan kapal laut
(kapal malam) dan kemudian tiba di Pelabuhan Raha Kabupaten Muna sekitar
Pukul 05.40 WITA dan melanjutkan perjalanan darat dengan menggunakan mobil
menuju Kabupaten Buton Tengah dan tiba di Gudang Logistik KPU Kabupaten
Buton Tengah sekira Pukul 07.00 WITA (vide Bukti T-8);
14. Bahwa pada saat rombongan tim yang melakukan penjemputan logistik
perlengkapan penyelenggaraan Pemilu untuk Pemungutan Suara Ulang (PSU)
dalam perjalanan pulang dari Kota Kendari ke Kabupaten Buton Tengah, maka Para
Teradu melakukan pembahasan terkait estimasi waktu yang diperlukan oleh KPU
Kabupaten Buton Tengah untuk melakukan distribusi Logistik Perlengkapan
Penyelenggaraan Pemilu untuk Pemungutan Suara Ulang (PSU) dari Kota Kendari
ke Gudang Logistik KPU Kabupaten Buton Tengah dan sampai pada selesai proses
sortir dan lipat surat suara, sehingga dilakukan rapat pleno KPU Kabupaten Buton
Tengah sekitar Pukul 17.00 WITA yang dituangkan dalam Berita Acara Rapat Pleno
KPU Kabupaten Buton Tengah Nomor: 62/PL-1.8-BA/7414/2024, tanggal 23
Februari 2024 yang menyimpulkan bahwa KPU Kabupaten Buton Tengah telah
melakukan upaya-upaya untuk melaksanakan Pemungutan Suara Ulang (PSU)
pada TPS 01 Desa Langkomu Kecamatan Mawasangka Tengah Kabupaten Buton
Tengah sebagaimana Surat Rekomendasi Bawaslu a quo namun karena keadaan
ketidakmungkinan kinerja (impossibility of performance) KPU Kabupaten Buton
Tengah tidak memiliki waktu yang cukup untuk melaksanakan Pemungutan Suara
Ulang (PSU) (vide Bukti T-9);
15. Bahwa rombongan tim yang melakukan penjemputan logistik perlengkapan
penyelenggaraan Pemilu untuk Pemungutan Suara Ulang (PSU) tiba di Gudang
Logistik KPU Kabupaten Buton Tengah pada hari Sabtu tanggal 24 Februari 2024
sekira Pukul 07.10 WITA (hari terakhir tenggat waktu pelaksanaan PSU) dengan
kondisi logistik perlengkapan penyelenggaraan Pemilu untuk Pemungutan Suara
Ulang (PSU) belum disortir termasuk surat suara Pemungutan Surat Suara Ulang
(PSU) yang belum disortir dan belum dilipat.
16. Bahwa mengingat ketentuan mengenai Pemungutan Suara Ulang (PSU) dijelaskan
dalam:
a) Pasal 86 Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 25 Tahun 2023 tentang
Pemungutan dan Penghitungan Suara Dalam Pemilihan Umum menyatakan
bahwa “ketentuan mengenai pemungutan suara di TPS sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 6 sampai dengan 33 berlaku secara mutatis mutandis
terhadap pemungutan suara ulang di TPS”.
b) Keputusan KPU Nomor 66 Tahun 2024 tentang Pedoman Teknis Pelaksanaan
Pemungutan Suara dalam Pemilihan Umum, pada Bab II huruf A angka (2)
huruf (c) menjelaskan bahwa “ketentuan mengenai mekanisme kegiatan
pelaksanaan pemungutan suara di TPS di dalam Negeri berlaku sama dengan
pemungutan suara ulang di TPS yang terjadi karena bencana atau penyebab
lainnya”.
17. Bahwa berdasarkan Berita Acara Rapat Pleno KPU Kabupaten Buton Tengah Nomor:
62/PL-1.8-BA/7414/2024 tanggal 23 Februari 2024 maka KPU Kabupaten Buton
Tengah mengeluarkan Surat dengan Nomor: 82/PL.01.8-SD/7414/2024 Perihal
Penyampaian Tindaklanjut Rekomendasi Bawaslu untuk melaksanakan PSU pada
TPS 01 Desa Langkomu, tertanggal 23 Februari 2024 dan diterima oleh Bawaslu
Kabupaten Buton Tengah pada tanggal 23 Februari 2024 sekira Pukul 21.30 WITA
(vide Bukti T-10);
18. Bahwa KPU Kabupaten Buton telah melakukan upaya-upaya untuk melaksanakan
Pemungutan Suara Ulang (PSU) pada TPS 01 Desa Langkomu Kecamatan
Mawasangka Tengah Kabupaten Buton Tengah sebagaimana Surat Rekomendasi
Bawaslu Kabupaten Buton Tengah a quo namun karena keadaan
ketidakmungkinan kinerja (impossibility of permance) KPU Kabupaten Buton Tengah
tidak memiliki waktu yang cukup untuk melaksanakan Pemungutan Suara Ulang
(PSU) sebagaimana Surat Rekomendasi Bawaslu Kabupaten Buton Tengah a quo.
Sehingga keliru atau tidak benar jika Para Teradu diduga melanggar ketentuan
Peraturan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilihan Umum Nomor 2 Tahun
2017 tentang Kode Etik dan Pedoman Perilaku Penyelenggara Pemilihan Umum
yakni: Pasal 5 ayat (1), ayat (2), ayat (3) serta Pasal 7 ayat (1), Pasal 8, Pasal 9, Pasal
10, Pasal 11, Pasal 12, Pasal 13, Pasal 14, Pasal 15, Pasal 16, Pasal 17, Pasal 18,
dan Pasal 19 sehingga aduan a quo harus ditolak atau setidak-tidaknya tidak dapat
diterima.
[2.5] PETITUM PARA TERADU
Bahwa berdasarkan uraian di atas, Para Teradu memohon kepada Yang Mulia Majelis
sidang Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu berdasarkan kewenangannya untuk
memutus perkara a quo dengan amar putusan sebagai berikut:
1. Menolak pengaduan Pengadu untuk seluruhnya;
2. Merehabilitasi nama baik Teradu I, Teradu II, Teradu III, Teradu IV, Teradu V selaku
Ketua dan Anggota KPU Kabupaten Buton Tengah;
Apabila Majelis Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu Republik Indonesai
berpendapat lain, mohon Putusan seadil-adilnya.
[2.6] BUKTI PARA TERADU
Bahwa untuk menguatkan jawabannya pada Perkara Nomor 62-PKE-DKPP/IV/2024,
Para Teradu mengajukan bukti-bukti yang diberi tanda Bukti T-1 s.d. T-10, sebagai
berikut:
NO. BUKTI KETERANGAN
1 T-1 Surat Bawaslu Kabupaten Buton Tengah Nomor:
125/PM.00.02/K.SG-04/02/2024, Perihal Rekomendasi
Pemungutan Suara Ulang (PSU), tertanggal 22 Februari 2024;
2 T-2 Dokumentasi Buku Tamu KPU Kabupaten Buton Tengah;
3 T-3 Berita Acara Keputusan Rapat Pleno KPU Kabupaten Buton Tengah
Nomor: 61/PL.01.8-BA/7414/2024 tanggal 22 Februari 2024;
4 T-4 Surat KPU Kabupaten Buton Tengah Nomor: 25/PL.01.8-
SD/7414/2024, Perihal Permintaan Kebutuhan Logistik PSU Pemilu
Tahun 2024, tertanggal 22 Februari 2024;
5 T-5 Surat KPU Kabupaten Buton Tengah Nomor: 74/PL.01.8-
SD/7414/II/2024, Perihal Penyampaian tertanggal 22 Februari
2024, ditujukan kepada Bawaslu Kabupaten Buton Tengah;
6 T-6 Surat KPU Kabupaten Buton Tengah Nomor: 75/PL.01.8-
SD/7414/II/2024, Perihal Penyampaian tertanggal 22 Februari
2024, ditujukan kepada Kapolres Buton Tengah;
7 T-7 Dokumentasi Serah Terima Logistik Perlengkapan Penyelenggaraan
Pemilu untuk Pemungutan Suara Ulang (PSU) dari KPU Provinsi
Sulawesi Tenggara kepada KPU Kabupaten Buton Tengah;
8 T-8 Dokumentasi Distribusi Logistik Perlengkapan Penyelenggaraan
Pemilu untuk Pemungutan Suara Ulang (PSU) sampai ke Gudang
Logistik KPU Kabupaten Buton Tengah;
9 T-9 Berita Acara Rapat Pleno KPU Kabupaten Buton Tengah Nomor:
62/PL-1.8-BA/7414/2024, tanggal 23 Februari 2024;
10 T-10 Surat KPU Kabupaten Buton Tengah Nomor: 82/PL.01.8-
SD/7414/2024 Perihal Penyampaian Tindaklanjut Rekomendasi
Bawaslu untuk melaksanakan PSU pada TPS 01 Desa Langkomu,
tertanggal 23 Februari 2024.
[2.7] PIHAK TERKAIT
Menimbang bahwa DKPP juga telah meminta keterangan Pihak Terkait yaitu Anggota
KPU Provinsi Sulawesi Tenggara, Ketua Bawaslu Kabupaten Buton Tengah, Staf Teknis
Sekretariat Bawaslu Kabupaten Buton Tengah, Staf Sekretariat KPU Kabupaten Buton
Tengah, Ketua Panwaslu Kecamatan Lakudo, Ketua Panwaslu Kecamatan Mawasangka
Tengah, dalam sidang pemeriksaan tanggal 3 Juni 2024 yang pada pokoknya
menerangkan hal-hal sebagai berikut:
Staf Sekretariat KPU Kabupaten Buton Tengah
Pihak Terkait menerangkan bahwa terkait dengan kekeliruan atau human error
dibagian registrasi persuratan. Vide Bukti T-5 Nomor 73 itu adalah surat yang teregister
sebelumnya. Surat Nomor 73 adalah Surat kepada Bawaslu Kabupaten Tengah terkait
dengan penggunaan aplikasi Sirekap. Surat teregister di buku register surat keluar.
Pihak Terkait tidak membuat surat tersebut namun bagian umum persuratan.
Ketua Panwaslu Kecamatan Lakudo
• Pihak Terkait terpilih kembali sebagai Panwaslu Kecamatan Lakudo dalam tahapan
Pemilihan Kepala Daerah Tahun 2024.
• Pihak Terkait menerangkan bahwa Pengawas TPS 07 Desa Lolibu Kecamatan
Lakudo membenarkan bahwa Wa Ode Pipin menggunakan hak pilih di TPS 07 Desa
Lolibu. Hal ini dibuktikan dengan kesesuaian DPT dan Daftar Hadir.
Ketua Panwaslu Kecamatan Mawasangka Tengah
• Pihak Terkait terpilih kembali sebagai Panwaslu Kecamatan Mawasangka Tengah
untuk Pemilihan Kepala Daerah Tahun 2024.
• Pihak Terkait menerangkan bahwa untuk TPS 01 Desa Langkomu terdapat hasil
pengawasan. TPS 01 Desa Langkomu, Wa Ode Pipin menurut keterangan Pengawas
TPS yang bersangkutan memilih Pukul 13.04 WITA. Sepengetahuan Pengawas Desa,
Wa Ode Pipin sebenarnya orang Desa Lolibu tapi Wa Ode Pipin menikah dengan
orang Langkomu. Sehingga tidak mungkin lagi ke Desa Lolibu. Bahwa Wa Ode Pipin
sudah bertempat tinggal di Desa Langkomu. Pihak Terkait menerangkan jarak
Langlomu ke Lolibu sekitar 15 km. Sebelum menggunakan hak pilih, Wa Ode Pipin
telah diperiksa jarinya tapi sudah bersih. Tidak terdapat tanda-tanda pernah
memilih sehingga sebagai Pengawas tugas Pengawas Desa telah selesai. Juga
melakukan upaya pencegahan.
• Pihak Terkait menerangkan bahwa Wa Ode Pipin masuk dalam DPK. KTP beralamat
di Desa Langkomu sesuai dengan TPS sesuai dengan alamat tempat yang
bersangkutan memilih.
Ketua Bawaslu Kabupaten Buton Tengah
• Pihak Terkait menerangkan Rekomendasi dikeluarkan oleh Bawaslu Kabupaten
Buton Tengah berdasarkan laporan masyarakat. Pelapor adalah masyarakat a.n.
Fahirun, pada tanggal 20 mereka menyampaikan ada 2 pemilih yang
menyampaikan hak pilihnya sebanyak 2 kali. Fahirun pada waktu pungut hitung
statusnya Saksi partai politik di TPS 01. Pada waktu itu, Fahirun hanya
menyampaikan nama DPT, Daftar Hadir di kedua TPS itu, baik Pemilih DPT maupun
DPK di TPS 7 Desa Lolibu Kecamatan Lakudo. Kemudian, DPK TPS 01 Desa Lakomu
Kecamatan Mawasangka. Ini beda dapil. Ada bukti daftar hadir waktu itu diperiksa
di Bawaslu Kabupaten Buton. Keduanya ada namanya. Namanya sama.
Selanjutnya Bawaslu Kabupaten Buton Tengah melakukan penelusuran untuk
memastikan baik penggunaan DPT maupun DPK. Daftar hadir juga telah dipastikan
itu dibuktikan dengan hasil pengawasan Pengawas TPS. Setelah Pihak Terkait
melakukan pemeriksaan secara mendalam bahwa memang telah terjadi
pencoblosan 2 kali di TPS 07 dan TPS 01. Pada tanggal 22 Februari 2024, sesuai
dengan ketentuan di PKPU Nomor 25 tahun 2023 Pasal 60 ayat (3) maka
dikeluarkan rekomendasi pemungutan suara ulang. Kemudian KPU Kabupaten
Buton Tengah pada tanggal 23 Februari 2024, menyampaikan surat kepada
Bawaslu Kabupaten Buton Tengah untuk melakukan pendampingan pengambilan
surat suara di KPU Provinsi Sulawesi Tenggara. Pada waktu itu, Pihak Terkait
memerintahkan staf teknis Bawaslu Kabupaten Buton a.n. Arifin untuk bersama-
sama dengan KPU Kabupaten Buton Tengah ke KPU Provinsi Sulawesi Tenggara.
Selanjutnya, Pihak Terkait melakukan monitor melalui Staf Teknis, malam, pada
tanggal 23 Februari 2024, sekitar pukul 21.00 WITA, staf teknis menyampaikan
kepada Pihak Terkait bahwa logistik untuk PSU sudah siap dan lengkap.
Selanjutnya, malam hari KPU Kabupaten Buton Tengah dan Staf Teknis Bawaslu
Kabupaten Buton Tengah beserta pulang dengan kapal. Buton Tengah jalurnya ada
2 yaitu Jalur Kapal Cepat pagi, siang, dan malam hari pukul 22.00 WITA. Bawaslu
Kabupaten Buton Tengah, berpikir sudah siap untuk PSU. Selanjutnya, besoknya
pukul 07.00 WITA sudah tiba di Kabupaten Buton Tengah. Namun pada malam hari
sebelumnya, sudah disampaikan bahwa ada penyampaian PSU tidak dapat
dilaksanakan karena tidak cukup waktu. Apabila melihat bahasanya karena waktu.
Surat yang disampaikan adalah tidak cukup waktu untuk melaksanakan PSU.
• Pihak Terkait menerangkan bahwa PSU dilakukan untuk 5 Jenis Surat Suara. Pada
waktu itu diserahkan 5 jenis surat suara kepada Wa Ode Pipin.
• Pihak Terkait membenarkan terdapat seorang pemilih yang menggunakan 2 kali hak
pilihnya. Hal tersebut dibuktikan dengan Form A Hasil Pengawasan Pengawas TPS.
Pada saat itu, Bawaslu Kabupaten Buton Tengah sempat mengurus pidananya di
Sentra Gakkumdu yang memproses adalah Bawaslu, Kepolisian, dan Kejaksaan. Itu
dijadikan temuan, diregistrasi, kemudian hasil investigasi dari Kepolisian yang
bersangkutan tidak berada di Buton Tengah. Yang bersangkutan tidak dapat
ditemui. Pada akhirnya status laporan dihentikan karena menurut kepolisian bukti
autentik sudah ditemukan.
• Pihak Terkait menerangkan bahwa Bawaslu Kabupaten Buton Tengah telah
melakukan penelusuran memastikan semua. Selanjutnya menjadikan temuan
untuk pelanggaran kode etik. Selanjutnya, diproses dan berakhir pada tanggal 19,
diputuskan bahwa ada pelanggaran kode etik. Perkara ini tidak sampai pada DKPP
karena pada tanggal 15 persoalan ini sudah ada yang melaporkan ke DKPP. Maka
Bawaslu Kabupaten Buton Tengah tinggal menunggu sidang pemeriksaan. Pihak
Terkait mengetahui karena terdapat informasi yang disampaikan oleh Prinsipal.
• Pihak Terkait menerangkan bahwa Bawaslu Kabupaten Buton Tengah tidak sempat
menyampaikan opsi pendistribusian logistik dari provinsi ke kabupaten. Bagi Pihak
Terkait sebenarnya kalau memang jam normal begitu adanya. Sebenarnya kalau
memang terdapat niat ingin melaksanakan, kalau hitungan di Bawaslu itu kalau
jam 21.00 WITA selesai, kita lewat Tampo Torobulu membutuhkan waktu 1,5 jam.
Selanjutnya dari Tampo ke Buton Tengah membutuhkan waktu 2 jam. Sehingga
sebenarnya, apabila mengikuti jalur cepat, Pihak Terkait berkeyakinan paling tinggi
hanya sekitar 02.00 WITA sudah sampai. Namun, Pihak Terkait tidak dapat
memaksa KPU Kabupaten Buton Tengah untuk mengambil jalur tersebut. Pada
tanggal 24 Februari 2024, pukul 07.00 WITA logistik tiba di Lakudo.
Staf Teknis Sekretariat Bawaslu Kabupaten Buton Tengah
• Pihak Terkait menerangkan bahwa pada tanggal 23 Februari 2024, setelah Magrib
surat suara sudah tiba di KPU Provinsi Sulawesi Tenggara. Kemarin yang diambil
untuk 3 jenis surat suara (DPD, DPR RI, DPRD Provinsi) dengan jumlah kebutuh
230 lembar. Untuk Presiden dan Wakil Presiden, DPRD Kabupaten tidak. Setelah
tiba Kasubbag KPU melakukan koordinasi dengan Sekretariat KPU Provinsi untuk
melakukan penyortiran sesuai dengan kebutuhan yaitu 230 lembar. Setelah selesai
penghitungan kebutuhan itu, setelah Isya, dilanjutkan dengan penyerahan Berita
Acara Surat Suara. Setelah itu, kami menuju ke percetakan untuk pengambilan C6,
kurang lebih mendekati pukul 21.00 WITA. Setelah kami mengambil C hasil.
Kemudian kami menuju pelabuhan kapal malam untuk berangkat kembali bersama
dengan surat suara. Tiba di Gudang KPU Kabupaten Buton Tengah pukul 07.10
WITA. Informasi mengenai tindaklanjut PSU sudah ada disampaikan tidak dapat
dilaksanakan. Dalam rekomendasi Bawaslu Kabupaten Buton Tengah PSU
dilaksanakan di TPS 01.
• Pihak Terkait menerangkan bahwa untuk jenis surat suara Presiden dan Wakil
Presiden, DPRD Kabupaten sudah ada di Gudang Logistik. Maka yang diambil
hanya 3 Surat Suara.
Muhammad Mu'min Fahimuddin Anggota KPU Provinsi Sulawesi Tenggara
• Pihak Terkait menerangkan untuk Ketua dan Anggota KPU Provinsi Sulawesi
Tenggara tidak dapat hadir karena sedang mengikuti agenda sidang PHPU di
Mahkamah Konstitusi.
• Pihak Terkait menerangkan mengenai ketersediaan logistik dalam hal ini surat
suara memang di tanggal 22 Februari 2024, setelah KPU Buton Tengah
mendapatkan rekomendasi melaksanakan PSU di TPS yang dimaksud. KPU
Kabupaten Buton Tengah melalui pihak Sekretariat KPU Kabupaten Tengah
menyampaikan kepada KPU Provinsi Sulawesi Tenggara, pada tanggal yang sama
tanggal 22 Februari 2024, memintakan kekurangan logistik dalam hal ini surat
suara 3 jenis (DPD, DPR RI, DPRD Provinsi). Masing-masing sebanyak 230 surat
suara. Kami beranggapan untuk jenis surat suara lainnya masih memiliki sehingga
yang dimintakan adalah hanya itu. Kemudian setelah menerima itu, Sekretariat
KPU Provinsi Sulawesi Tenggara menerima itu di bidang logistik kemudian langsung
memintakan permintaan surat suara kepada Komisi Pemilihan Umum. Karena
pengadaan di KPU RI kami melakukan ditanggal yang sama yaitu 22 Februari 2024.
Pukul 21.46 WITA. Selanjutnya penjelasan yang kami dapatkan Biro Logistik KPU
RI membutuhkan waktu karena berkaitan saat itu Plt. Kabag menyampaikan
kepada Kami setelah sebelumnya berkomunikasi dengan Biro Logistik KPU RI.
Sudah ada beberapa provinsi lain yang memohonkan dilakukan pencetakan surat
suara untuk kebutuhan PSU. Lokasi pencetakan ada di 2 tempat 1) di PT Gramedia
Bandung jenis Surat Suara DPR RI 2) DPRD ada di Gramedia Surabaya. Soal ini
kami mencoba untuk memberikan pemahaman kepada teman-teman KPU
Kabupaten Buton Tengah membutuhkan waktu untuk penyediaan tersebut.
Kemudian surat suara yang dimohonkan tanggal 22 Februari 2024, baru sampai di
bandara Halu Oleo tanggal 23 Februari 2024 pukul 18.00 WITA. Kemudian surat
suara tersebut diantar ke KPU Provinsi Sulawesi Tenggara untuk kemudian diterima
pada tanggal yang sama 23 Februari 2024 pukul 19.29 WITA. Kurang lebih ada satu
setengah jam. Itu yang kemudian diterimakan oleh Kasubbag Kul KPU Kabupaten
Buton Tengah untuk mendapatkan kekurangan sesuai dengan yang
dimintakan.Selanjutnya, KPU Kabupaten Tengah membawa logistik tersebut ke
lokasi pelaksanaan PSU.
• Pihak Terkait menerangkan mengenai mengidentifikasi pemilih, memang dalam
ketentuan penyusunan daftar pemilih dengan prinisip dejure. Dokumen
pemutakhiran, di situlah orang tersebut terdaftar. Dalam hal ketentuan, karena
terdapat spare waktu antara penetapan DPT dengan pelaksanaan pungut hitung,
kurang lebih 6 s.d. 7 bulan. Tepatnya 21 Juni 2023 penetapan DPT sedangkan 21-
22 Juni 2023 itu tahapannya. Penetapan DPT dilakukan oleh KPU Kabupaten/Kota
dan pelaksanaan pemungutan suara pada tanggal 14 Februari 2024. Itu spare
waktu yang panjang sehingga tidak menutup kemungkinan terjadi migrasi
penduduk. Dalam kondisi ini, jika terdapat pemilih yang sudah pindah domisi
sudah pindah tidak lagi di TPS asal, maka Komisi Pemilihan Umum pada tanggal 7
Februari 2024, menerbitkan Surat Dinas Nomor: 272 yang pada pokoknya untuk
pemilih-pemilih tersebut jika ada kondisi begitu KPPS meminta yang bersangkutan
untuk kembali ke dimana dia terdaftar. Harus memilih satu diantara kedua TPS
tidak bisa memilih dikedua TPS. Jarak antara kedua TPS sebenarnya bisa
dilakukan. Artinya yang seharusnya dikaji dan dibuktikan oleh KPU Kabupaten
Buton Tengah adalah apakah yang bersangkutan memilih di TPS tempat dia
terdaftar di TPS Lolibu Kecamatan Lakudo atau hanya memilih di TPS 1 Desa
Langkomu Kecamatan Mawasangka Tengah. Supaya tidak terjadi pemilihan 2 kali.
• Pihak Terkait menerangkan bahwa sebenarnya Komisi Pemilihan Umum sudah
menyiapkan instrument yang dapat diakses secara online untuk mengidentifikasi
Pemilih terdaftar dimana saja. KPU Provinsi Sulawesi Tenggara sudah memberikan
pengarahan kepada KPU Kabupaten/Kota agar menyampaikan sampai ke tingkat
KPPS untuk memastikan terlebih dahulu yang bersangkutan datang menggunakan
KTP yang berbeda dengan tempat memilih di TPS sebenarnya terdaftar dimana.
• Pihak Terkait menerangkan bahwa berdasarkan pengalaman, tinta Pemilu tahan 1
kali 24 jam. Meskipun jari telah dicuci setidaknya terdapat bekas tinta. Apabila
terdapat kejadian jarinya masih bersih artinya bisa jadi cara mencelupkan jari ke
tinta tidak benar.
• Pihak Terkait menerangkan bahwa berdasarkan simulasi yang dilakukan dan juga
dirasakan pada waktu pemungutan suara 1 kali 24 jam itu masih ada tinta di jari.
Pihak Terkait tidak menemukan cara untuk menghilangkan tinta di jari tangan. Bisa
saja terjadi kelalaian di TPS tersebut.
• Pihak Terkait tidak dapat memastikan waktu kedatangan logistik di Mawasangka,
tapi kalau tiba di KPU Provinsi Sulawesi Tenggara itu tanggal 23 Februari 2024,
pukul 19.29 WITA. Logistik tiba dengan menggunakan pesawat citilink itu tanggal
23 Februari 2024, pukul 18.00 WITA. Selanjutnya sampai di KPU Kota Kendari dan
dilakukan serah terima dengan Kasubbag Kul (Kepala Sub Bagian Keuangan dan
Logistik) pukul 19.29 WITA.
III. KEWENANGAN DKPP DAN KEDUDUKAN HUKUM
[3.1] Menimbang bahwa maksud dan tujuan pengaduan Pengadu adalah terkait
dengan dugaan Pelanggaran Kode Etik dan Pedoman Perilaku Penyelenggara Pemilu
yang dilakukan oleh Para Teradu;
[3.2] Menimbang bahwa sebelum mempertimbangkan pokok pengaduan Pengadu,
DKPP terlebih dahulu akan menguraikan kewenangannya dan pihak-pihak yang
memiliki kedudukan hukum untuk mengajukan pengaduan sebagaimana berikut:
Kewenangan DKPP
[3.3] Menimbang bahwa DKPP dibentuk untuk menegakkan Kode Etik Penyelenggara
Pemilu. Hal demikian sesuai dengan ketentuan Pasal 155 ayat (2) Undang-Undang
Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum yang menyebutkan:
“DKPP dibentuk untuk memeriksa dan memutuskan aduan dan/atau laporan
adanya dugaan pelanggaran kode etik yang dilakukan oleh anggota KPU, anggota
KPU Provinsi, anggota KPU Kabupaten/Kota, anggota Bawaslu, anggota Bawaslu
Provinsi, dan anggota Bawaslu Kabupaten/Kota”.
Selanjutnya ketentuan Pasal 159 ayat (2) Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017
tentang Pemilihan Umum yang mengatur wewenang DKPP untuk:
a. Memanggil Penyelenggara Pemilu yang diduga melakukan pelanggaran kode etik
untuk memberikan penjelasan dan pembelaan;
b. Memanggil Pelapor, saksi, dan/atau pihak-pihak lain yang terkait untuk dimintai
keterangan, termasuk untuk dimintai dokumen atau bukti lain;
c. Memberikan sanksi kepada Penyelenggara Pemilu yang terbukti melanggar kode
etik; dan
d. Memutus Pelanggaran Kode Etik.
Ketentuan di atas, diatur lebih lanjut dalam Pasal 3 ayat (2) Peraturan DKPP Nomor 3
Tahun 2017 tentang Pedoman Beracara Kode Etik Penyelenggara Pemilu sebagaimana
telah diubah dengan Peraturan DKPP Nomor 1 Tahun 2022 tentang Perubahan Ketiga
Atas Peraturan DKPP Nomor 3 Tahun 2017 tentang Pedoman Beracara Kode Etik
Penyelenggara Pemilu yang menyebutkan bahwa penegakan kode etik dilaksanakan
oleh DKPP.
[3.4] Menimbang bahwa pengaduan Pengadu terkait dengan dugaan pelanggaran Kode
Etik dan Pedoman Perilaku Penyelenggara Pemilu yang dilakukan oleh Para Teradu,
maka DKPP berwenang untuk memutus pengaduan a quo;
Kedudukan Hukum
[3.5] Menimbang bahwa berdasarkan Pasal 458 ayat (1) Undang-Undang Nomor 7
Tahun 2017 juncto Pasal 4 ayat (1) Peraturan DKPP Nomor 3 Tahun 2017 tentang
Pedoman Beracara Kode Etik Penyelenggara Pemilu sebagaimana telah diubah dengan
Peraturan DKPP Nomor 1 Tahun 2022 tentang Perubahan Ketiga Atas Peraturan DKPP
Nomor 3 Tahun 2017 tentang Pedoman Beracara Kode Etik Penyelenggara Pemilu
diajukan secara tertulis oleh Penyelenggara Pemilu, Peserta Pemilu, tim kampanye,
masyarakat, dan/atau pemilih dilengkapi dengan identitas Pengadu kepada DKPP.
Selanjutnya ketentuan di atas diatur lebih lanjut dalam Pasal 4 ayat (2) Peraturan DKPP
Nomor 3 Tahun 2017 tentang Pedoman Beracara Kode Etik Penyelenggara Pemilu
sebagaimana telah diubah dengan Peraturan DKPP Nomor 1 Tahun 2022 tentang
Perubahan Ketiga Atas Peraturan DKPP Nomor 3 Tahun 2017 tentang Pedoman
Beracara Kode Etik Penyelenggara Pemilu sebagai berikut:
“Pengaduan dan/atau laporan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diajukan oleh:
a. Penyelenggara Pemilu;
b. Peserta Pemilu;
c. Tim Kampanye;
d. Masyarakat; dan/atau
e. Pemilih”.
[3.6] Menimbang bahwa Pengadu adalah Masyarakat sebagaimana diatur dalam Pasal
4 ayat (2) huruf d Peraturan DKPP Nomor 3 Tahun 2017 tentang Pedoman Beracara
Kode Etik Penyelenggara Pemilu sebagaimana telah diubah dengan Peraturan
Peraturan DKPP Nomor 1 Tahun 2022, dengan demikian Pengadu memiliki kedudukan
hukum (legal standing) untuk mengajukan pengaduan a quo;
[3.7] Menimbang bahwa DKPP berwenang untuk mengadili pengaduan a quo, Pengadu
memiliki kedudukan hukum (legal standing) untuk mengajukan pengaduan a quo,
maka selanjutnya DKPP mempertimbangkan pokok pengaduan.
IV. PERTIMBANGAN PUTUSAN
[4.1] Menimbang Pengadu pada pokoknya mendalilkan bahwa Para Teradu diduga
tidak melaksanakan Rekomendasi Bawaslu Kabupaten Buton Tengah Nomor:
125/PM.00.02/K SG-04/02/2024, tertanggal 22 Februari 2024 untuk melakukan
Pemungutan Suara Ulang di TPS 01 Desa Langkomu, Kecamatan Mawasangka Tengah,
Kabupaten Buton Tengah.
[4.2] Terhadap dalil Pengadu pada angka [4.1], Para Teradu menerangkan bahwa benar
telah menerima Surat Bawaslu Kabupaten Buton Tengah Nomor: 125/PM.00.02/K-SG-
04/02/2024, Perihal Rekomendasi Pemungutan Suara Ulang (PSU) tertanggal 22
Februari 2024 (vide Bukti T-1) yang diterima pada tanggal 22 Februari 2024, Pukul
18.21 WITA (vide Bukti T-2). Surat Rekomendasi a quo berdasarkan Laporan Nomor:
002/LP/PL/Kab.28.16/II/2024, tertanggal 21 Februari 2024 yang pada pokoknya
sebagai berikut:
a) Bahwa pada hari Rabu, 14 Februari 2024 Wa Ode Pipin dengan NIK (7404***)
menyalurkan hak pilihnya di TPS 07 Desa Lolibu Kecamatan Lakudo Kabupaten
Buton Tengah;
b) Bahwa pada hari Rabu, 14 Februari 2024 Wa Ode Pipin dengan NIK (7404***)
menyalurkan hak pilihnya di TPS 01 Desa Langkomu Kecamatan Mawasangka
Tengah Kabupaten Buton Tengah;
c) Bahwa berdasarkan keterangan Pengawas TPS 07 Desa Lolibu Kecamatan Lakudo
Kabupaten Buton Tengah menyatakan benar bahwa Wa Ode Pipin menyalurkan
hak pilihnya di TPS 07 Desa Lolibu. Hal ini dibuktikan dengan kesesuaian DPT
dan Daftar Hadir;
d) Bahwa berdasarkan keterangan Pengawas TPS 01 Desa Langkomu Kecamatan
Mawasangka Tengah Kabupaten Buton Tengah menyatakan benar bahwa Wa Ode
Pipin menyalurkan hak pilihnya di TPS 01 Desa Langkomu dengan kategori Daftar
Pemilih Khusus (DPK). Hal ini dibuktikan dengan kesesuaian Daftar Hadir DPK
dan termuat dalam Form Model C Kejadian Khusus;
terhadap kondisi a quo maka Bawaslu Kabupaten Buton Tengah menyampaikan
Rekomendasi kepada Para Teradu untuk melakukan Pemungutan Suara Ulang (PSU)
pada TPS 01 Desa Langkomu Kecamatan Mawasangka Tengah Kabupaten Buton
Tengah dengan merujuk pada ketentuan Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 25
Tahun 2023 tentang Pemungutan dan Penghitungan Suara dalam Pemilihan Umum
Pasal 80 ayat (3) berbunyi “Selain keadaan sebagaimana dimaksud pada ayat (2),
pemungutan suara wajib diulang jika terdapat pemilih yang memberikan suara lebih dari
1 (satu) kali, baik pada satu TPS atau pada TPS yang berbeda”. Selanjutnya, ketentuan
mengenai tenggat waktu pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) telah dijelaskan
dalam: a) Pasal 373 ayat (3) Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan
Umum yang berbunyi “Pemungutan suara ulang di TPS dilaksanakan paling lama 10
(sepuluh) hari setelah hari pemungutan suara berdasarkan keputusan KPU
Kabupaten/Kota”, b) Pasal 81 ayat (3) Peraturan KPU Nomor 25 Tahun 2023 tentang
Pemungutan dan Penghitungan Suara Dalam Pemilihan Umum yang berbunyi
“Pemungutan suara ulang di TPS dilaksanakan paling lama 10 (sepuluh) Hari setelah
hari pemungutan suara berdasarkan Keputusan KPU Kabupaten/Kota”, c) Ketentuan
umum dalam Peraturan KPU Nomor 25 Tahun 2023 tentang Pemungutan dan
Penghitungan Suara Dalam Pemilihan Umum menyebutkan bahwa “Hari adalah Hari
Kalender”. Berpedoman pada ketentuan tenggat waktu pelaksanaan Pemungutan
Suara Ulang (PSU) paling lambat hari Sabtu, tanggal 24 Februari 2024, maka waktu
yang tersisa kurang dari 2x24 (dua kali dua puluh empat) jam sejak diterimanya Surat
Rekomendasi a quo. Menindaklanjuti hal tersebut maka Para Teradu melakukan rapat
pleno sebagaimana tertuang dalam Berita Acara Keputusan Rapat Pleno KPU
Kabupaten Buton Tengah Nomor: 61/PL.01.8-BA/7414/2024, tertanggal 22 Februari
2024, Pukul 21.55 WITA yang pada pokoknya melakukan analisis keterpenuhan
logistik Pemungutan Suara Ulang (PSU) berdasarkan Surat Rekomendasi Bawaslu
Kabupaten Buton Tengah (vide Bukti T-3). Pada saat Surat Rekomendasi a quo diterima
oleh Para Teradu, kondisi kesiapan logistik perlengkapan penyelenggaraan Pemilu
untuk Pemungutan Suara Ulang (PSU) adalah sebagai berikut:
a) Surat Suara Pemungutan Suara Ulang (PSU) untuk Pemilu anggota DPR, anggota
DPD, dan anggota DPRD Provinsi tidak tersedia di Gudang Logistik KPU
Kabupaten Buton Tengah, sehingga Para Teradu meminta kepada KPU Provinsi
Sulawesi Tenggara. Berdasarkan hasil konsultasi kepada KPU Provinsi Sulawesi
Tenggara menjelaskan bahwa kekurangan Surat Suara tersebut itu dicetak di
Kota Surabaya Provinsi Jawa Timur;
b) Mengenai kelengkapan logistik yaitu Formulir C Hasil dan Formulir C Hasil
Salinan Pemilu PPWP, Anggota DPR, Anggota DPD, Anggota DPRD Provinsi dan
DPRD Kabupaten/Kota tidak tersedia di Gudang Logistik KPU Kabupaten Buton
Tengah sehingga dilakukan koordinasi dengan KPU Provinsi Sulawesi Tenggara
dan hanya dapat dilakukan pencetakan ulang di Kota Kendari;
c) Adapun rincian logistik Pemungutan Suara Ulang (PSU) yang tidak tersedia di
Gudang Logistik KPU Kabupaten Buton Tengah terdiri dari:
No Jenis Logistik Jumlah Satuan Ket
Barang
1 Surat Suara DPR RI 230 Lembar
2 Surat Suara DPD RI 230 Lembar
3 Surat Suara DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara 230 Lembar
Dapil 4
4 Kebutuhan Kelengkapan TPS Lainnya:
a) Formulir C Hasil Plano-PPWP 1 Set
b) Formulir C Hasil Plano-DPR RI 1 Set
c) Formulir C Hasil Plano-DPD RI 1 Set
d) Formulir C Hasil Plano-DPRD Provinsi 1 Set
Sulawesi Tenggara Dapil 4
e) Formulir C Hasil Plano-DPRD Kabupaten 1 Set
Buton Tengah Dapil 3
f) Formulir C Hasil Salinan-PPWP 1 Set
g) Formulir C Hasil Salinan-DPR RI 1 Set
h) Formulir C Hasil Salinan-DPD RI 1 Set
i) Formulir C Hasil Salinan-DPRD Provinsi 1 Set
Sulawesi Tenggara Dapil 4
j) Formulir C Hasil Salinan-DPRD Kabupaten 1 Set
Buton Tengah Dapil 3
k) Alat bantu tuna netra PPWP 1 Lembar
l) Alat bantu tuna netra DPD RI 1 Lembar
m) Sampul kertas kubus:
• Sampul surat suara sah 13 Lembar
• Sampul surat suara sah 13 Lembar
• Sampul surat suara tidak digunakan 9 Lembar
• Sampul BA dan Rekapitulasi 1 Lembar
Pengembalian Formulir C
Pemberitahuan
n) Sampul kertas biasa:
• Sampul surat suara tidak sah 5 Lembar
• Sampul suara rusak/keliru coblos 5 Lembar
• Sampul Formulir C. Hasil di TPS 5 Lembar
• Sampul Formulir C. Hasil Salinan di 3 Lembar
TPS
• Sampul Formulir D. Hasil PPK 5 Lembar
• Sampul Formulir D. Hasil 4 Lembar
Kabupaten/Kota
• Sampul Formulir Kejadian Khusus di 1 Lembar
TPS
• Sampul Formulir Kejadian Khusus di 1 Lembar
PPK
• Sampul Formulir Kejadian Khusus di 1 Lembar
Kabupaten/Kota
• Sampul Formulir Model C. Khusus 1 Lembar
dan/atau keberatan saksi-KPU di TPS;
Model A-Surat pindah memilih; Model
C. Daftar hadir DPT; Model C. Daftar
Hadir DPTb; Model C. Daftar Hadir
DPK; dan Formulir Model A. Daftar
Pemilih
o) Segel 90 Keping
p) Segel Plastik 30 Buah
q) Tinta 2 Botol
Setelah melakukan analisis kesiapan logistik pemilu untuk persiapan PSU, maka Para
Teradu menyampaikan Surat Nomor: 74/PL.01.8-SD/7414/II/2024, perihal
Penyampaian, tertanggal 22 Februari 2024, kepada Bawaslu Kabupaten Buton Tengah
yang pada pokoknya menerangkan bahwa pengambilan Surat Suara Pemungutan
Suara Ulang (PSU) di Kota Kendari dilakukan pada tanggal 23 Februari 2024 sebagai
bagian dari tindaklanjut Surat Rekomendasi Bawaslu a quo (vide Bukti T-5). Selain itu,
Para Teradu juga telah menyampaikan Surat Nomor: 75/PL.01.8-SD/7414/II/2024,
perihal Penyampaian, tertanggal 22 Februari 2024, kepada Kapolres Buton Tengah
yang pada pokoknya menerangkan bahwa pengambilan Surat Suara Pemungutan
Suara Ulang (PSU) di Kota Kendari dilakukan pada tanggal 23 Februari 2024, sebagai
bagian dari tindaklanjut Surat Rekomendasi Bawaslu a quo (vide Bukti T-6). Pada
tanggal 23 Februari 2024, KPU Kabupaten Buton bersama dengan utusan Bawaslu
Kabupaten Buton Tengah dan Kepolisian Resort Buton Tengah melakukan
penjemputan kekurangan logistik perlengkapan penyelenggaraan PSU di Kantor KPU
Provinsi Sulawesi Tenggara di Kota Kendari. Sementara itu, pada tanggal yang sama,
Pukul 17.00 WITA, Para Teradu melakukan rapat pleno untuk membahas estimasi
waktu pendistribusian Logistik Perlengkapan PSU dari Kota Kendari ke Gudang
Logistik KPU Kabupaten Buton Tengah, sampai dengan proses sortir dan melipat surat
suara sebagaimana tertuang dalam Berita Acara Rapat Pleno KPU Kabupaten Buton
Tengah Nomor: 62/PL-1.8-BA/7414/2024. Para Teradu menyimpulkan bahwa KPU
Kabupaten Buton Tengah telah berupaya untuk melaksanakan Pemungutan Suara
Ulang (PSU) pada TPS 01 Desa Langkomu Kecamatan Mawasangka Tengah Kabupaten
Buton Tengah sebagaimana Surat Rekomendasi a quo namun karena keadaan
ketidakmungkinan kinerja (impossibility of performance) KPU Kabupaten Buton Tengah
tidak memiliki waktu yang cukup untuk melaksanakan PSU (vide Bukti T-9).
Selanjutnya Para Teradu menyampaikan kepada Bawaslu Kabupaten Buton Tengah
Surat Nomor: 82/PL.01.8-SD/7414/2024 perihal Penyampaian Tindaklanjut
Rekomendasi Bawaslu untuk melaksanakan PSU pada TPS 01 Desa Langkomu, Surat
a quo diterima Bawaslu Kabupaten Buton Tengah pada Pukul 21.30 WITA (vide Bukti
T-10).
Bahwa Surat suara PSU dari percetakan di Kota Surabaya tiba di Kantor KPU Provinsi
Sulawesi Tenggara di Kota Kendari pada Pukul 18.30 WITA. Selanjutnya dilakukan
serah terima logistik perlengkapan penyelenggaraan PSU dari KPU Provinsi Sulawesi
Tenggara kepada KPU Kabupaten Buton Tengah yang disaksikan oleh utusan Bawaslu
Kabupaten Buton Tengah dan Kepolisian Resort Buton Tengah (vide Bukti T-7). Setelah
itu KPU Kabupaten Buton Tengah menjemput Formulir Model C Hasil (Plano) yang
dicetak di Kota Kendari pada Pukul 20.00 WITA. Selanjutnya, KPU Kabupaten Buton
Tengah bersama dengan utusan Bawaslu Kabupaten Buton Tengah dan Kepolisian
Resort Buton Tengah menuju Pelabuhan di Kota Kendari untuk kembali ke Kabupaten
Buton Tengah menggunakan kapal laut (kapal malam) dan tiba di Pelabuhan Raha
Kabupaten Muna tanggal 24 Februari 2024, Pukul 05.40 WITA. Kemudian menempuh
perjalanan darat dengan menggunakan mobil menuju Kabupaten Buton Tengah dan
tiba di Gudang Logistik KPU Kabupaten Buton Tengah Pukul 07.10 WITA (vide Bukti
T-8) dengan kondisi logistik perlengkapan PSU termasuk diantaranya surat suara PSU
yang belum disortir dan belum dilipat. Mengingat ketentuan Pasal 86 Peraturan Komisi
Pemilihan Umum Nomor 25 Tahun 2023, tentang Pemungutan dan Penghitungan
Suara Dalam Pemilihan Umum yang berbunyi “ketentuan mengenai pemungutan suara
di TPS sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 sampai dengan Pasal 33 berlaku secara
mutatis mutandis terhadap pemungutan suara ulang di TPS”, dan Keputusan Komisi
Pemilihan Umum Nomor 66 Tahun 2024, tentang Pedoman Teknis Pelaksanaan
Pemungutan Suara dalam Pemilihan Umum, pada Bab II huruf A angka 2 huruf c yang
berbunyi “ketentuan mengenai mekanisme kegiatan pelaksanaan pemungutan suara di
TPS di dalam Negeri berlaku sama dengan pemungutan suara ulang di TPS yang terjadi
karena bencana atau penyebab lainnya”, Para Teradu telah melakukan upaya untuk
melaksanakan PSU sebagaimana Surat Rekomendasi Bawaslu Kabupaten Buton
Tengah namun karena impossibility of permance maka KPU Kabupaten Buton Tengah
tidak memiliki waktu yang cukup untuk melaksanakan PSU.
[4.3] Menimbang jawaban, keterangan Para Pihak, dokumen, bukti dan fakta yang
terungkap dalam sidang pemeriksaan, DKPP berpendapat terhadap dalil aduan
Pengadu yang pada pokoknya menyatakan bahwa Para Teradu diduga tidak
melaksanakan Rekomendasi Bawaslu Kabupaten Buton Tengah Nomor:
125/PM.00.02/K SG-04/02/2024, tertanggal 22 Februari 2024, untuk melakukan
Pemungutan Suara Ulang di TPS 01 Desa Langkomu, Kecamatan Mawasangka Tengah,
Kabupaten Buton Tengah. Terungkap fakta dalam sidang pemeriksaan, bahwa pada
tanggal 22 Februari 2024, Pukul 18.21 WITA, Para Teradu menerima Surat Bawaslu
Kabupaten Buton Tengah in cassu Pihak Terkait, Nomor: 125/PM.00.02/K-SG-
04/02/2024, Perihal Rekomendasi Pemungutan Suara Ulang (PSU) tertanggal 22
Februari 2024 (vide Bukti T-1 dan T-2). Bahwa Surat Rekomendasi a quo berdasarkan
Laporan Nomor: 002/LP/PL/Kab.28.16/II/2024, tertanggal 21 Februari 2024 yang
pada pokoknya menerangkan bahwa pada hari Rabu, 14 Februari 2024, Pemilih a.n.
Wa Ode Pipin menggunakan hak pilihnya di TPS 07 Desa Lolibu Kecamatan Lakudo
Kabupaten Buton Tengah dan di TPS 01 Desa Langkomu Kecamatan Mawasangka
Tengah Kabupaten Buton Tengah. Berdasarkan keterangan Pihak Terkait Panwaslu
Kecamatan Lakudo bahwa Pengawas TPS 07 Desa Lolibu Kecamatan Lakudo
membenarkan bahwa Wa Ode Pipin menggunakan hak pilih di TPS 07 Desa Lolibu. Hal
ini dibuktikan dengan kesesuaian DPT dan Daftar Hadir. Demikian juga dengan
keterangan yang disampaikan oleh Pihak Terkait Panwaslu Kecamatan Mawasangka
Tengah, yang menerangkan bahwa, Pengawas TPS 01 Desa Langkomu Kecamatan
Mawasangka Tengah juga membenarkan bahwa Wa Ode Pipin menyalurkan hak pilih
di TPS 01 Desa Langkomu dengan kategori Daftar Pemilih Khusus (DPK). Hal ini
dibuktikan dengan kesesuaian Daftar Hadir DPK sebagaimana termuat dalam Form
Model C Kejadian Khusus. Menindaklanjuti hal tersebut, Pihak Terkait Bawaslu
Kabupaten Buton Tengah menyampaikan Rekomendasi kepada Para Teradu untuk
melakukan Pemungutan Suara Ulang (PSU) pada TPS 01 Desa Langkomu Kecamatan
Mawasangka Tengah Kabupaten Buton Tengah dengan berpedoman pada ketentuan
Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 25 Tahun 2023, tentang Pemungutan dan
Penghitungan Suara dalam Pemilihan Umum Pasal 80 ayat (3) yang berbunyi, “Selain
keadaan sebagaimana dimaksud pada ayat (2), pemungutan suara wajib diulang jika
terdapat pemilih yang memberikan suara lebih dari 1 (satu) kali, baik pada satu TPS atau
pada TPS yang berbeda”. Bahwa ketentuan mengenai tenggat waktu pelaksanaan
Pemungutan Suara Ulang (PSU) diatur dalam: 1) Pasal 373 ayat (3) Undang-Undang
Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum yang berbunyi “Pemungutan suara
ulang di TPS dilaksanakan paling lama 10 (sepuluh) hari setelah hari pemungutan suara
berdasarkan keputusan KPU Kabupaten/Kota”, 2) Pasal 81 ayat (3) Peraturan KPU
Nomor 25 Tahun 2023, tentang Pemungutan dan Penghitungan Suara Dalam Pemilihan
Umum yang berbunyi “Pemungutan suara ulang di TPS dilaksanakan paling lama 10
(sepuluh) hari setelah hari pemungutan suara berdasarkan Keputusan KPU
Kabupaten/Kota”, dan 3) Ketentuan umum dalam Peraturan KPU Nomor 25 Tahun
2023, tentang Pemungutan dan Penghitungan Suara Dalam Pemilihan Umum yang
menyebutkan bahwa, “Hari adalah Hari Kalender”. Bahwa berpedoman pada ketentuan
tersebut di atas, tenggat waktu pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) paling
lambat hari Sabtu, tanggal 24 Februari 2024. Menindaklanjuti rekomendasi Pihak
Terkait Bawaslu Kabupaten Buton Tengah, pada tanggal 22 Februari 2024 pukul 21.55
WITA, Para Teradu melakukan rapat pleno. Hasil rapat pleno tersebut sebagaimana
tertuang dalam Berita Acara Keputusan Rapat Pleno KPU Kabupaten Buton Tengah
Nomor: 61/PL.01.8-BA/7414/2024, tertanggal 22 Februari 2024, yang pada pokoknya
melakukan analisis keterpenuhan logistik Pemungutan Suara Ulang (PSU) berdasarkan
Surat Rekomendasi Bawaslu Kabupaten Buton Tengah (vide Bukti T-3). Bahwa pada
saat Surat Rekomendasi a quo diterima oleh Para Teradu, kondisi kesiapan logistik
perlengkapan penyelenggaraan Pemilu untuk Pemungutan Suara Ulang (PSU) adalah
sebagai berikut:
a) Surat Suara Pemungutan Suara Ulang (PSU) untuk Pemilu anggota DPR,
anggota DPD, dan anggota DPRD Provinsi tidak tersedia di Gudang Logistik KPU
Kabupaten Buton Tengah, sehingga Para Teradu meminta kepada KPU Provinsi
Sulawesi Tenggara. Berdasarkan hasil konsultasi kepada KPU Provinsi Sulawesi
Tenggara menjelaskan bahwa kekurangan Surat Suara tersebut itu dicetak di
Kota Surabaya Provinsi Jawa Timur;
b) Mengenai kelengkapan logistik lainnya, diantaranya Formulir C Hasil dan
Formulir C Hasil Salinan Pemilu PPWP, Anggota DPR, Anggota DPD, Anggota
DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota tidak tersedia di Gudang Logistik
KPU Kabupaten Buton Tengah, sehingga dilakukan koordinasi dengan KPU
Provinsi Sulawesi Tenggara dan hanya dapat dilakukan pencetakan ulang di
Kota Kendari.
Menindaklanjuti hal tersebut, maka Para Teradu menyampaikan kepada Pejabat
Pembuat Komitmen KPU Provinsi Sulawesi Tenggara untuk memenuhi Kebutuhan
Logistik PSU Pemilu Tahun 2024 sebagaimana tertuang dalam Surat Nomor
25/PL.01.8-SD/7414/2024, perihal Permintaan Kebutuhan Logistik PSU Pemilu
Tahun 2024, tertanggal 22 Februari 2024 (vide Bukti T-4). Para Teradu juga
menyampaikan Surat Nomor: 74/PL.01.8-SD/7414/II/2024, tertanggal 22 Februari
2024, perihal Penyampaian, kepada Pihak Terkait Bawaslu Kabupaten Buton Tengah
yang pada pokoknya menerangkan bahwa pengambilan Surat Suara Pemungutan
Suara Ulang (PSU) di Kendari tanggal 23 Februari 2024 (vide Bukti T-5). Para Teradu
juga menyampaikan Surat Nomor: 75/PL.01.8-SD/7414/II/2024, tertanggal 22
Februari 2024, perihal Penyampaian, kepada Kapolres Buton Tengah yang pada
pokoknya meminta kepada Kapolres Buton Tengah agar dapat mengutus 1 (satu) orang
personil untuk pengawalan dalam rangka pengambilan surat suara PSU Pemilu Tahun
2024 di Kendari tanggal 23 Februari 2024 (vide Bukti T-6). Pada tanggal 23 Februari
2024, Sekretariat KPU Kabupaten Buton Tengah bersama dengan utusan Bawaslu
Kabupaten Buton Tengah dan Kepolisian Resort Buton Tengah melakukan
penjemputan kekurangan logistik perlengkapan penyelenggaraan PSU di Kantor KPU
Provinsi Sulawesi Tenggara. Sementara itu, pada tanggal yang sama, Pukul 17.00 WITA,
Para Teradu melakukan rapat pleno untuk membahas estimasi waktu pendistribusian
Logistik Perlengkapan PSU dari Kota Kendari ke Gudang Logistik KPU Kabupaten Buton
Tengah sampai dengan proses sortir dan melipat surat suara sebagaimana tertuang
dalam Berita Acara Rapat Pleno KPU Kabupaten Buton Tengah Nomor: 62/PL-1.8-
BA/7414/2024. Bahwa Para Teradu menyimpulkan, bahwa telah berupaya untuk
melaksanakan Pemungutan Suara Ulang (PSU) pada TPS 01 Desa Langkomu
Kecamatan Mawasangka Tengah Kabupaten Buton Tengah sebagaimana Surat
Rekomendasi Pihak Terkait Bawaslu Kabupaten Buton Tengah, namun karena keadaan
ketidakmungkinan kinerja (impossibility of performance) KPU Kabupaten Buton Tengah
tidak memiliki waktu yang cukup untuk melaksanakan Pemungutan Suara Ulang (PSU)
(vide Bukti T-9). Selanjutnya Para Teradu menyampaikan kepada Pihak Terkait
Bawaslu Kabupaten Buton Tengah, dengan Surat Nomor: 82/PL.01.8-SD/7414/2024
perihal Penyampaian Tindaklanjut Rekomendasi Bawaslu untuk melaksanakan PSU
pada TPS 01 Desa Langkomu. Bahwa surat a quo diterima oleh Pihak Terkait Bawaslu
Kabupaten Buton Tengah pada Pukul 21.30 WITA (vide Bukti T-10).
Bahwa Surat Suara Pemungutan Suara Ulang (PSU) untuk Pemilu anggota DPR,
anggota DPD, dan anggota DPRD Provinsi Pemungutan Suara Ulang (PSU) tiba di
Kantor KPU Provinsi Sulawesi Tenggara dari percetakan di Kota Surabaya pada Pukul
18.30 WITA. Selanjutnya dilakukan serah terima logistik perlengkapan
penyelenggaraan Pemungutan Suara Ulang dari KPU Provinsi Sulawesi Tenggara
kepada Pihak Terkait Sekretariat KPU Kabupaten Buton Tengah yang disaksikan oleh
utusan Bawaslu Kabupaten Buton Tengah dan Kepolisian Resort Buton Tengah (vide
Bukti T-7). Setelah itu pada Pukul 20.00 WITA, Pihak Terkait Sekretariat KPU
Kabupaten Buton Tengah menjemput Formulir Model C Hasil (Plano) yang dicetak di
Kota Kendari. Selanjutnya, Pihak Terkait Sekretariat KPU Kabupaten Buton Tengah
bersama dengan utusan Bawaslu Kabupaten Buton Tengah dan Kepolisian Resort
Buton Tengah menuju Pelabuhan di Kota Kendari untuk kembali ke Kabupaten Buton
Tengah menggunakan kapal laut (kapal malam) dan tiba di Pelabuhan Raha Kabupaten
Muna pada tanggal 24 Februari 2024, Pukul 05.40 WITA. Kemudian menempuh
perjalanan darat dengan menggunakan mobil menuju Kabupaten Buton Tengah dan
tiba di Gudang Logistik KPU Kabupaten Buton Tengah Pukul 07.10 WITA (vide Bukti
T-8) dengan kondisi logistik perlengkapan PSU termasuk diantaranya surat suara PSU
yang belum disortir dan belum dilipat.
Terungkap fakta dalam sidang pemeriksaan bahwa Para Teradu tidak pernah
menerbitkan Surat Keputusan KPU Kabupaten Buton Tengah tentang Pelaksanaan
Pemungutan Suara Ulang (PSU) sebagaimana rekomendasi Pihak Terkait Bawaslu
Kabupaten Buton Tengah dan Surat Keputusan KPU Kabupaten Buton Tengah tentang
Tanggal Pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU). Bahwa terungkap pula fakta
dalam sidang pemeriksaan, Para Teradu tidak berkoordinasi dengan Pemerintah
Daerah berkenaan dengan bantuan transportasi untuk percepatan pengiriman logistik
Surat Suara dengan batas waktu yang mendesak.
Berdasarkan serangkaian fakta di atas, DKPP menilai Para Teradu tidak profesional
dan tidak memberikan kepastian hukum terkait tindak lanjut rekomendasi Bawaslu
Kabupaten Buton Tengah Nomor: 125/PM.00.02/K SG-04/02/2024, tertanggal 22
Februari 2024 untuk melakukan Pemungutan Suara Ulang (PSU) di TPS 01 Desa
Langkomu, Kecamatan Mawasangka Tengah, Kabupaten Buton Tengah.
Para Teradu tidak pernah menerbitkan Surat Keputusan KPU Kabupaten Buton Tengah
tentang Pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) sebagaimana rekomendasi Pihak
Terkait Bawaslu Kabupaten Buton Tengah dan Surat Keputusan KPU Kabupaten Buton
Tengah tentang Tanggal Pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU). Akan tetapi,
yang diterbitkan oleh Para Teradu adalah Berita Acara Keputusan Rapat Pleno KPU
Kabupaten Buton Tengah Nomor: 61/PL.01.8-BA/7414/2024 tanggal 22 Februari
2024, terkait analisis keterpenuhan logistik Pemungutan Suara Ulang (PSU)
berdasarkan Surat Rekomendasi Bawaslu Kabupaten Tengah. Para Teradu tidak
akuntabel dalam bertindak dengan melakukan permintaan logistik tanpa memiliki
dasar hukum yang jelas terkait dengan pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU).
Bahwa terhadap langkah-langkah persiapan logistik yang sudah dilakukan oleh Para
Teradu tidak mengesampingkan fakta bahwa Para Teradu tidak memberikan kepastian
hukum terhadap tindak lanjut rekomendasi Bawaslu Kabupaten Buton Tengah berupa
keputusan pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU).
Bahwa DKPP memberikan penilaian tersendiri terhadap Teradu I selaku Ketua KPU
Kabupaten Buton Tengah. Bahwa kegagalan pelaksanaan PSU tersebut tidak lepas dari
tanggung jawab Teradu I selaku Ketua KPU Kabupaten Buton Tengah yang seharusnya
memiliki peran penting bertindak keluar dan ke dalam atas nama lembaga
sebagaimana ketentuan Pasal 29 ayat (4) huruf b, PKPU Nomor 8 Tahun 2019 tentang
Tata Kerja Komisi Pemilihan Umum, Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota
sebagaimana diubah terakhir dengan Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 12
Tahun 2023 tentang Perubahan Kelima atas Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor
8 Tahun 2019 yang berbunyi, “Ketua KPU Kabupaten/Kota sebagaimana dimaksud
pada ayat 1, mempunyai tugas bertindak untuk dan atas nama KPU Kabupaten/Kota
keluar dan kedalam”.
Dengan demikian dalil aduan Pengadu terbukti dan jawaban Para Teradu tidak
meyakinkan DKPP. Para Teradu terbukti melakukan pelanggaran Kode Etik dan
Pedoman Perilakun Penyelenggara Pemilu. Para Teradu terbukti melanggar ketentuan
Pasal 6 ayat (2) huruf d, Pasal 6 ayat (3) huruf a, e, f, g, h, dan i Peraturan Dewan
Kehormatan Penyelenggara Pemilu Nomor 2 Tahun 2017 tentang Kode Etik dan
Pedoman Perilaku Penyelenggara Pemilu.
[4.4] Menimbang terhadap dalil aduan Pengadu selebihnya, DKPP tidak relevan untuk
mempertimbangkan.
V. KESIMPULAN
Berdasarkan penilaian atas fakta persidangan sebagaimana diuraikan di atas, setelah
memeriksa pengaduan Pengadu, memeriksa jawaban dan keterangan Para Teradu,
memeriksa dan mendengar keterangan Para Pihak Terkait, dan bukti-bukti dokumen
yang disampaikan Pengadu dan Para Teradu, DKPP menyimpulkan bahwa:
[5.1] Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu berwenang mengadili pengaduan
Pengadu;
[5.2] Pengadu memiliki kedudukan hukum (legal standing) untuk mengajukan
pengaduan a quo;
[5.3] Teradu I, Teradu II, Teradu III, Teradu IV, dan Teradu V terbukti melakukan
pelanggaran Kode Etik dan Pedoman Perilaku Penyelenggara Pemilu.
Berdasarkan pertimbangan dan kesimpulan tersebut di atas;
MEMUTUSKAN
1. Mengabulkan pengaduan Pengadu untuk sebagian;
2. Menjatuhkan sanksi Peringatan Keras kepada Teradu I La Ode Abdul Jinani selaku
Ketua merangkap Anggota KPU Kabupaten Buton Tengah terhitung sejak Putusan
ini dibacakan;
3. Menjatuhkan sanksi Peringatan kepada Teradu II Darwin, Teradu III Karlianus
Poasa, Teradu IV La Zaula, Teradu V Masurin masing-masing selaku Anggota KPU
Kabupaten Buton Tengah terhitung sejak Putusan ini dibacakan;
4. Memerintahkan Komisi Pemilihan Umum untuk melaksanakan Putusan ini paling
lama 7 (tujuh) hari sejak Putusan ini dibacakan;
5. Memerintahkan Badan Pengawas Pemilihan Umum untuk mengawasi pelaksanaan
Putusan ini.
Demikian diputuskan dalam Rapat Pleno oleh enam Anggota Dewan Kehormatan
Penyelenggara Pemilihan Umum, yakni Heddy Lugito selaku Ketua Merangkap Anggota,
J. Kristiadi, Ratna Dewi Pettalolo, I Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi, Muhammad Tio
Aliansyah dan Lolly Suhenty masing-masing selaku Anggota, pada hari Selasa tanggal
Sebelas bulan Juni tahun Dua Ribu Dua Puluh Empat dan dibacakan dalam sidang
kode etik terbuka untuk umum pada hari ini Rabu tanggal Dua Puluh Empat bulan
Juli tahun Dua Ribu Dua Puluh Empat oleh Ratna Dewi Pettalolo, I Dewa Kade Wiarsa
Raka Sandi, dan Muhammad Tio Aliansyah masing-masing selaku Anggota.
ANGGOTA
Ttd Ttd
Ratna Dewi Pettalolo I Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi
Ttd
Muhammad Tio Aliansyah
Asli Putusan ini telah ditandatangani secukupnya, dan dikeluarkan sebagai salinan
yang sama bunyinya.
SEKRETARIS PERSIDANGAN
Haq Abdul Gani
21