Rehabilitasi
Nomor Putusan: Putusan No.60/DKPP-PKE-V/2016
Putusan KPU & Panwas Kab. Lombok Tengah
Tahun: 2016 · Tanggal (data DKPP): 01/03/2016 · Tanggal Putusan (dari dokumen): 26-02-2016
👁 15 dibaca
⇩ 7 diunduh
⇩ Unduh Putusan (PDF)
Ringkasan
Pokok AduanPengadu telah mengajukan pengaduan kepada Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (selanjutnya disebut DKPP) yang dicatat dengan Pengaduan Nomor 53/V-P/L/DKPP/2016 tanggal 13 Januari 2016, yang diregistrasi dengan Perkara Nomor 60/DKPP-PKE-V/2016, yang pada pokoknya menguraikan sebagai berikut: Pengadu dalam sidang DKPP tanggal 18 Februari 2016 menyampaikan aduan tentang dugaan pelanggaran kode etik penyelenggara Pemilu sebagai berikut: 1. KPU Kabupaten Lombok Tengah telah menetapkan Pasangan Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati Lombok Tengah atas nama H.
Pertimbangan PutusanMenimbang pengaduan Pengadu mendalilkan Para Teradu telah melakukan pelanggaran kode etik penyelenggara Pemilu. Teradu I, II, III, IV, dan V menetapkan Pasangan Calon H.
Pasal DilanggarPasal 7; Pasal 43; Pasal 47 ayat (1); Pasal 48 Peraturan KPU Nomor 9; Pasal 48 Peraturan KPU Nomor 9 Tahun 2015 tentang Pencalonan Pemilihan Gubernur
Amar Putusan1. Menolak pengaduan Pengadu untuk seluruhnya; 2. Merehabilitasi nama baik Teradu I atas nama Ary Wahyudi, Teradu II atas nama Zaeroni, Teradu III atas nama Sansuri, Teradu IV atas nama Baiq Husnawaty, dan Teradu V atas nama Lalu Puji Hartono selaku Ketua dan Anggota KPU Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat; 3. Merehabilitasi nama baik Teradu VI atas nama Lalu Darmawan, Teradu VII atas nama Ahmad Fathoni, dan Teradu VIII atas nama Abdul Hanan, selaku Ketua dan Anggota Panwas Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat; 4. Memerintahkan kepada KPU Provinsi Nusa Tengga
PEMBUKAAN
PUTUSAN
No. 60/DKPP-PKE-V/2016
DEWAN KEHORMATAN PENYELENGGARA PEMILIHAN UMUM
REPUBLIK INDONESIA
Memeriksa dan memutus pada tingkat pertama dan terakhir perkara Pengaduan Nomor
53/V-P/L/DKPP/2016 tanggal 13 Januari 2016, yang diregistrasi dengan Perkara Nomor
60/DKPP-PKE-V/2016, menjatuhkan Putusan dugaan pelanggaran kode etik
penyelenggara Pemilu yang diajukan oleh:
I. IDENTITAS PENGADU
[1.1.] PENGADU
Nama : Bustami Taefuri
Pekerjaan/Lembaga : Sekretaris DPD Partai Golkar Kabupaten Lombok
Tengah, Nusa Tenggara Barat
Alamat : Jalan Seroja No. 5 RT 03, Kelurahan Prapen, Praya,
Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat
Selanjutnya disebut sebagai--------------------------------------------------------Pengadu;
II. IDENTITAS TERADU
TERHADAP
[1.2] TERADU
1. Nama : Ary Wahyudi
Pekerjaan/Lembaga : Ketua KPU Kabupaten Lombok Tengah
Alamat : Jalan Soekarno Hatta, Praya, Lombok Tengah
Selanjutnya disebut sebagai----------------------------------------------------------Teradu I;
2. Nama : Zaeroni
Pekerjaan/Lembaga : Anggota KPU Kabupaten Lombok Tengah
Alamat : Jalan Soekarno Hatta, Praya, Lombok Tengah
Selanjutnya disebut sebagai---------------------------------------------------------Teradu II;
3. Nama : Sansuri
Pekerjaan/Lembaga : Anggota KPU Kabupaten Lombok Tengah
Alamat : Jalan Soekarno Hatta, Praya, Lombok Tengah
Selanjutnya disebut sebagai--------------------------------------------------------Teradu III;
4. Nama : Baiq Husnawaty
Pekerjaan/Lembaga : Anggota KPU Kabupaten Lombok Tengah
Alamat : Jalan Soekarno Hatta, Praya, Lombok Tengah
Diunduh
dari
laman
:
www.dkpp.go.id
Selanjutnya disebut sebagai--------------------------------------------------------Teradu IV;
5. Nama : Lalu Puji Hartono
Pekerjaan/Lembaga : Anggota KPU Kabupaten Lombok Tengah
Alamat : Jalan Soekarno Hatta, Praya, Lombok Tengah
Selanjutnya disebut sebagai---------------------------------------------------------Teradu V;
6. Nama : Lalu Darmawan
Pekerjaan/Lembaga : Ketua Panwas Kabupaten Lombok Tengah
Alamat : Jalan Garuda No. 5, Praya, Kabupaten Lombok Tengah
Selanjutnya disebut sebagai--------------------------------------------------------Teradu VI;
7. Nama : Ahmad Fathoni
Pekerjaan/Lembaga : Anggota Panwas Kabupaten Lombok Tengah
Alamat : Jalan Garuda No. 5, Praya, Kabupaten Lombok Tengah
Selanjutnya disebut sebagai-------------------------------------------------------Teradu VII;
8. Nama : Abdul Hanan
Pekerjaan/Lembaga : Anggota Panwas Kabupaten Lombok Tengah
Alamat : Jalan Garuda No. 5, Praya, Kabupaten Lombok Tengah
Selanjutnya disebut sebagai-----------------------------------------------------Teradu VIII;
[1.3] Telah membaca pengaduan Pengadu;
Mendengar keterangan Pengadu;
Mendengar jawaban Para Teradu;
Memeriksa dan mempelajari dengan seksama semua bukti yang diajukan Pengadu
dan Para Teradu;
III. DUDUK PERKARA
Pengadu telah mengajukan pengaduan kepada Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu
(selanjutnya disebut DKPP) yang dicatat dengan Pengaduan Nomor 53/V-P/L/DKPP/2016
tanggal 13 Januari 2016, yang diregistrasi dengan Perkara Nomor 60/DKPP-PKE-V/2016,
yang pada pokoknya menguraikan sebagai berikut:
ALASAN-ALASAN DAN POKOK PENGADUAN PENGADU
[2.1] Pengadu dalam sidang DKPP tanggal 18 Februari 2016 menyampaikan aduan tentang
dugaan pelanggaran kode etik penyelenggara Pemilu sebagai berikut:
1. KPU Kabupaten Lombok Tengah telah menetapkan Pasangan Calon Bupati dan Calon
Wakil Bupati Lombok Tengah atas nama H. Moh Suhaili dan Lalu Fathul Bahri dengan
tidak melakukan verifikasi terhadap syarat pencalonan pasangan calon tersebut terkait
dengan gabungan partai pengusung dan daftar riwayat hidup sebagaimana yang diatur
dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2015 Pasal 7 jo Peraturan KPU Nomor 9 Tahun
2015 Pasal 43 dan 47;
Diunduh
dari
laman
:
www.dkpp.go.id
2. Panwas Kabupaten Lombok Tengah tidak melaksanakan fungsi dan tugasnya sehingga
KPU Kabupaten Lombok Tengah menetapkan Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati
Lombok Tengah atas nama H. Moh Suhaili dan Lalu Fathul Bahri.
KESIMPULAN
[2.2] Dari uraian sebagaimana dikemukakan di atas, Pengadu menyampaikan kesimpulan
Pengaduan sebagai berikut:
1. Teradu I, II, III, IV, dan V selaku Ketua dan Anggota KPU Kabupaten Lombok Tengah
telah mengajukan jawaban atas aduan Pengadu baik secara lisan maupun tulisan
dalam persidangan pada tanggal 18 Februari 2016 yang pada pokoknya menolak aduan
Pengadu dan menyatakan telah melakukan verifikasi atas persyaratan pencalonan dan
persyaratan calon atas nama H. Moh. Suhaili dan Lalu Fathul Bahri, padahal faktanya:
1) Partai Golkar dan PPP yang bersama-sama dengan Partai Gerindra dan PKS
sebagai gabungan partai politik yang mengusung H. Moh. Suhaili dan Lalu Fathul
Bahri sampai saat ini masih tercantum dalam persyaratan administrasi
pencalonan yang bersangkutan. Hal ini bertentangan dengan jawaban tertulis dan
lisan Teradu I, II, III, IV, dan V yang menyatakan telah mengeluarkan Partai Golkar
dan PPP dari gabungan partai politik pengusung Pasangan Calon atas nama H.
Moh. Suhaili dan Lalu Fathul Bahri;
2) Fakta di lapangan menunjukkan bahwa Teradu I, II, III, IV, dan V telah
menerbitkan alat peraga sosialisasi dan kampanye berupa spanduk/baliho yang
bergambar Paslon H. Moh. Suhaili-Lalu Fathul Bahri serta lambang gabungan
Partai Golkar, PPP, Partai Gerindra, dan PKS, ditambah Partai Perindo,
sebagaimana disampaikan Teradu VI, VII, dan VIII selaku Ketua dan Anggota
Panwas Kabupaten Lombok Tengah;
3) Teradu I, II, III, IV, dan V dalam jawabannya menyatakan bahwa telah dilakukan
penelitian terhadap kelengkapan dan keabsahan dokumen sebagaimana dalam
Formulir BB.2-KWK meliputi penelitian terhadap cap basah partai politik atau
masing-masing gabungan partai politik yang bergabung sesuai dengan
tingkatannya dan kesesuaian isi dokumen dengan fakta, namun ternyata di
dalamnya masih tercantum Partai Golkar dan PPP sebagai gabungan partai
pengusung H. Moh. Suhaili-Lalu Fathul Bahri;
4) Dalam Formulir BB.2-KWK tercantum nama Lale Laksmining Putri Jagat sebagai
isteri kedua H. Moh. Suhaili dengan status pekerjaan Ibu Rumah Tangga, padahal
faktanya Lale Laksmining Putri Jagat bekerja sebagai PNS di Kantor Kementerian
Agama Kabupaten Lombok Tengah;
2. Teradu VI, VII, dan VIII selaku Ketua dan Anggota Panwas Kabupaten Lombok Tengah
Tahun 2015 telah pula mengajukan jawaban tertulis dan lisan, yang pada pokoknya
menyatakan telah melakukan tugas dan fungsi pengawasan, namun dalam
Diunduh
dari
laman
:
www.dkpp.go.id
pelaksanaannya dipersulit oleh Teradu I, II, III, IV, dan V selaku Ketua dan Anggota
KPU Kabupaten Lombok Tengah.
PERMOHONAN
[2.3] Berdasarkan uraian di atas, Pengadu memohon kepada Dewan Kehormatan
Penyelenggara Pemilu berdasarkan kewenangannya untuk memutuskan hal-hal sebagai
berikut:
1. Mengabulkan pengaduan Pengadu untuk seluruhnya;
2. Menyatakan Teradu I, II, III, IV, dan V telah melanggar kode etik penyelenggara Pemilu
sebagaimana diatur dalam Peraturan Bersama Komisi Pemilihan Umum, Badan
Pengawas Pemilu, dan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu Nomor 13 Tahun
2012, Nomor 11 Tahun 2012, dan Nomor 1 Tahun 2012 tentang Kode Etik
Penyelenggara Pemilihan Umum;
3. Memberhentikan Teradu I, II, III, IV, dan V sebagai Ketua dan Anggota KPU Kabupaten
Lombok Tengah;
4. Merehabilitasi Teradu VI, VII, dan VIII, dan/atau putusan lain sesuai dengan ketentuan
yang berlaku.
[2.4] Pengadu memperkuat dalil-dalilnya dengan mengajukan alat bukti tertulis yang diberi
tanda dengan bukti P-1 sampai dengan P-4 sebagai berikut:
1. Bukti P-1 : Daftar Riwayat Hidup Calon Bupati Lombok Tengah atas nama
Suhaili;
2. Bukti P-2 : Kajian Panwas Pilbup Lombok Tengah No. 23/LP/Panwas Pilbup-
LTH/X/2015;
3. Bukti P-3 : Surat Keputusan KPU Kabupaten Lombok Tengah No.
52/Kpts.KPU-Kab.017.433830/TAHUN 2015;
4. Bukti P-4 : Surat Keputusan DPP Partai Golkar No. KEP
720/DPP/GOLKAR/VII/2015 tentang Pengesahan Komposisi dan
Personalia Dewan Pimpinan Daerah Partai Golkar Kabupaten
Lombok Tengah Masa Bakti 2015-2020.
PENJELASAN DAN POKOK JAWABAN TERADU
[2.5] Para Teradu telah menyampaikan jawaban dan penjelasan pada persidangan tanggal
18 Februari 2016 yang pada pokoknya menguraikan hal-hal sebagai berikut:
1. Teradu I, II, III, IV, dan V dalam jawabannya menyatakan sebagai berikut:
1) Pengaduan Pengadu yang menyatakan Para Teradu dalam menetapkan Pasangan
Calon H. Moh. Suhaili dan Lalu Pathul Bahri tanpa melakukan verifikasi
persyaratan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2015 jo.
Pasal 43 dan Pasal 47 Peraturan KPU Nomor 9 Tahun 2015 adalah tidak benar.
Para Teradu telah melakukan penelitian persyaratan pencalonan dan persyaratan
Diunduh
dari
laman
:
www.dkpp.go.id
calon sesuai dengan ketentuan Pasal 47 ayat (1) dan ayat (2) dan Pasal 48
Peraturan KPU Nomor 9 Tahun 2015 tentang Pencalonan Pemilihan Gubernur dan
Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, dan/atau Walikota dan Wakil Walikota;
2) Para Teradu telah menetapkan Persyaratan Pencalonan Untuk Partai Politik atau
Gabungan Partai Politik Dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Lombok Tengah
Tahun 2015 dengan Keputusan KPU Kabupaten Lombok Tengah Nomor
33/Kpts./KPU-Kab.017.433830/TAHUN 2015 tanggal 13 Juni 2015. Dalam
keputusan tersebut, Partai Politik atau Gabungan Partai Politik yang mengusulkan
pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati harus memperoleh sekurang-kurangnya
20% dari 50 kursi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Lombok Tengah
yaitu sejumlah 10 kursi atau sekurang-kurangnya memperoleh 25% dari 515.724
suara sah dalam Pemilihan Umum Tahun 2014 yaitu sejumlah 128.931 suara sah;
3) Pada tanggal 26 Juli 2015 Pasangan H. Moh. Suhaili dan Lalu Pathul Bahri telah
mendaftar ke KPU Kabupaten Lombok Tengah sebagai Calon Bupati dan Wakil
Bupati Lombok Tengah dengan bukti tanda terima dokumen persyaratan
pencalonan dan persyaratan calon;
4) Pasangan Calon H. Moh. Suhaili dan Lalu Pathul Bahri diusung oleh Gabungan
Partai Politik dan sudah sesuai dengan ketentuan Keputusan KPU Kabupaten
Lombok Tengah Nomor 33/Kpts./KPU-Kab.017.433830/TAHUN 2015 tanggal 13
Juni 2015 yaitu Partai Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera, sedangkan untuk
Partai Persatuan Pembangunan dan Partai Golkar tidak memenuhi syarat sebagai
Partai Pengusung;
5) Para Teradu telah melakukan penelitian persyaratan pencalonan dan persyaratan
calon sudah sesuai dengan ketentuan Pasal 47 ayat (1) dan ayat (2) dan Pasal 48
Peraturan KPU Nomor 9 Tahun 2015 tentang Pencalonan Pemilihan Gubernur dan
Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, dan/atau Walikota dan Wakil Walikota.
Setelah dilakukan penelitian persyaratan pencalonan dan persyaratan calon
sebagaimana tertuang dalam Model BA.HP-KWK beserta lampirannya dalam point
huruf b, Syarat Calon untuk jenis dokumen Model BB.2 KWK tersebut ada dan
dinyatakan memenuhi syarat;
6) Pasangan Calon H. Moh. Suhaili dan Lalu Pathul Bahri telah melakukan perbaikan
persyaratan pencalonan dan persyaratan calon pada tanggal 5 Agustus 2015
dengan bukti tanda terima perbaikan persyaratan pencalonan dan persyaratan
calon;
7) Para Teradu telah melakukan penelitian hasil perbaikan persyaratan pencalonan
dan persyaratan calon sesuai dengan Pasal 61 ayat (1), ayat (2), ayat (3) dan ayat
(4) Peraturan KPU Nomor 9 Tahun 2015 tentang Pencalonan Pemilihan Gubernur
dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, dan/atau Walikota dan Wakil
Walikota;
8) Adalah tidak benar pengaduan Pengadu yang menyebutkan Para Teradu tidak
melakukan verifikasi terhadap persyaratan pencalonan dan persyaratan calon yang
Diunduh
dari
laman
:
www.dkpp.go.id
diserahkan oleh Pasangan Calon H. Moh. Suhaili dan Lalu Pathul Bahri. Para
Teradu dalam melakukan penelitian persyaratan pencalonan dan persyaratan
calon sudah sesuai dengan ketentuan Pasal 47 ayat (1) dan ayat (2), Pasal 48,
Pasal 49, Pasal 53 ayat (1), ayat (2) ayat (3), ayat (4), ayat (5), ayat (6), ayat (7) dan
ayat (8) Peraturan KPU Nomor 9 Tahun 2015 tentang Pencalonan Pemilihan
Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, dan/atau Walikota dan
Wakil Walikota. Para Teradu dalam melakukan penelitian hasil perbaikan
persyaratan pencalonan dan persyaratan calon sudah sesuai dengan ketentuan
Pasal 61 ayat (1),ayat (2), ayat (3), ayat (4) dan ayat (5), Pasal 62 ayat (1) dan ayat
(2) Peraturan KPU Nomor 9 Tahun 2015 tentang Pencalonan Pemilihan Gubernur
dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, dan/atau Walikota dan Wakil
Walikota;
9) Berdasarkan hasil penelitian persyaratan pencalonan dan persyaratan calon serta
hasil penelitian perbaikan persyaratan pencalonan dan persyaratan calon
Pasangan Calon H. Moh. Suhaili dan Lalu Pathul Bahri dinyatakan memenuhi
syarat sehingga ditetapkan sebagai Pasangan Calon Peserta Pemilihan Bupati dan
Wakil Bupati Lombok Tengah Tahun 2015;
10) Pokok pengaduan ini sudah pernah dilaporkan ke Panwas Pemilihan Kabupaten
Lombok Tengah dan Panwas Pemilihan Kabupaten Lombok Tengah telah
memutuskan tidak dapat ditindaklanjuti karena bukan kewenangan Panwas
Pemilihan Kabupaten Lombok Tengah;
11) Penelitian Model BB.2-KWK dilakukan dengan berpedoman pada ketentuan Pasal
47 dan Pasal 48 Peraturan KPU Nomor 9 Tahun 2015, yaitu dengan cara
melakukan penelitian terhadap kelengkapan dan keabsahan dokumen meliputi
penelitian terhadap cap basah Partai Politik atau masing-masing Gabungan Partai
Politik yang bergabung sesuai tingkatannya, tanda tangan Pasangan Calon, dan
kesesuaian isi dokumen dengan ketentuan dalam Peraturan KPU Nomor 9 Tahun
2015;
12) Terhadap status perkawinan dan pekerjaan istri kedua dari Calon H. Moh. Suhaili
sebagaimana tercantum dalam Model BB.2-KWK, Para Teradu tidak mempunyai
kewenangan untuk melakukan verifikasi faktual;
13) Pokok pengaduan ini sudah pernah diajukan ke PT.TUN Surabaya dan sesuai
Salinan Putusan PT TUN Surabaya Nomor 4/G.PILKADA/2015/PT.TUN.SBY
Majelis Hakim memutuskan bahwa gugatan Penggugat tidak diterima;
14) Terhadap putusan PT TUN Surabaya telah dilakukan upaya kasasi ke Mahkamah
Agung Republik Indonesia dan sesuai putusan Kasasi Mahkamah Agung Nomor
675 K/TUN/PILKADA/2015 memutuskan menolak permohonan kasasi Pemohon;
2. Teradu VI, VII, dan VIII dalam jawabannya atas pengaduan Pengadu menguraikan hal-
hal sebagai berikut:
1) Tahapan Pencalonan
Diunduh
dari
laman
:
www.dkpp.go.id
a. Dalam hal penelitian administrasi dan verifikasi syarat dukungan pasangan
calon perseorangan, Teradu VI-VIII telah melakukan penelitian dan analisis
terhadap dokumen–dokumen dalam penelitian administrasi dan verifikasi
faktual syarat calon perseorangan dan menemukan ketidaksesuaian hasil
antara dukungan yang diserahkan oleh KPU Kabupaten Lombok Tengah
dengan yang diterima PPS, dan antara pendukung yang memenuhi syarat
administrasi dengan jumlah yang difaktualkan;
b. Teradu VI-VIII dalam pengawasannya juga menemukan dukungan terhadap
pasangan calon perseorangan atas nama Kurniawan Armin dan H. Mahdan
Arkam seharusnya tidak mencukupi syarat minimal dukungan;
c. Terhadap temuan tersebut Teradu VI-VIII telah merekomendasikan kepada
KPU Kabupaten Lombok Tengah untuk melakukan perbaikan administrasi
terkait syarat dukungan pasangan calon perseorangan;
d. Pada saat proses penyerahan syarat pencalonan, Teradu VI-VIII sebagai
Panwas telah mengingatkan kepada KPU Kabupaten Lombok Tengah bahwa
kepengurusan partai yang berpengurus ganda harus ditandatangani oleh
kedua kubu berdasarkan Peraturan KPU Nomor 9 Tahun 2015. Berkenaan
dengan hal tersebut, KPU Kabupaten Lombok Tengah menyatakan bahwa
dukungan Partai Golkar dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tidak
dihitung;
e. Berdasarkan Surat Edaran Nomor 191 Bawaslu RI tahun 2015 yang
menyatakan bahwa terhadap syarat pencalonan dan syarat calon dilakukan
audit dokumen, Teradu VI-VIII telah bersurat kepada KPU Kabupaten Lombok
Tengah untuk meminta agar diizinkan untuk melakukan pengawasan melekat.
Namun, KPU Kabupaten Lombok Tengah tidak mengizinkan Teradu VI-VIII
dengan alasan masih adanya masa perbaikan calon;
f. Demi efektivitas pengawasan dokumen syarat calon, Teradu VI-VIII telah
meminta salinan syarat calon kepada KPU Kabupaten Lombok Tengah, namun
tidak dipenuhi dan hanya diberi kesempatan untuk memfoto dokumen tersebut
dengan alasan bahwa dokumen dimaksud bersifat rahasia dan tidak diboleh
dibawa keluar;
g. Teradu VI-VIII selaku pengawas pemilihan dipersulit dalam mendapatkan
dokumen-dokumen syarat pencalonan dan syarat calon;
h. Gambar hasil foto yang ada dipandang kurang maksimal karena formatnya
berupa ‘jpg’ yang kualitasnya kurang baik dan kabur saat dilakukan zooming
(pembesaran);
i. Terhadap syarat calon berupa Daftar Riwayat Hidup, Pengadu pernah
menyampaikan laporan kepada Teradu VI-VIII dengan nomor laporan
23/LP/Panwaspilbup-LTH/IX/2015;
j. Terkait laporan tersebut di atas, Teradu VI-VIII sebagai Panwas telah
melakukan proses penanganan pelanggaran dan mendapatkan fakta dalam
Diunduh
dari
laman
:
www.dkpp.go.id
keterangan klarifikasi Bustomi Taefuri bahwa dokumen syarat calon yang
dijadikan alat bukti pada laporan tersebut diperoleh dari Bukran yang
mendapatkannya dari KPU Kabupaten Lombok Tengah;
k. Dalam keterangan klarifikasinya, Teradu I–V yang diwakili oleh Zaeroni, selaku
anggota KPU Kabupaten Lombok Tengah menyatakan benar tidak melakukan
verifikasi/klarifikasi dengan alasan telah ditandatangani oleh yang
bersangkutan. Dokumen tersebut merupakan dokumen rahasia sampai
pemiliknya mengizinkan untuk membukanya kepada publik;
l. Panwas Kabupaten Lombok Tengah dalam proses penanganan pelanggaran
tersebut beranggapan bahwa KPU Kabupaten Lombok Tengah telah
memberikan kemudahan kepada orang lain untuk mendapatkan syarat calon
dibandingkan memberikannya kepada Panwas Pemilihan. Namun, terhadap
pokok laporan Panwas menyatakan bahwa laporan dimaksud tidak memenuhi
syarat formil karena sudah daluarsa. Teradu VI-VIII memutuskan bahwa dalam
laporan tersebut terdapat unsur dugaan pelanggaran Kode Etik;
2) Tahapan Kampanye
a. Berkenaan dengan pemasangan Alat Praga Kampanye (APK) oleh KPU
Kabupaten Lombok Tengah, Teradu VI-VIII menemukan di beberapa desa tidak
terpasang Alat Praga Kampanye (APK) berupa spanduk atau jikapun ada
jumlahnya tidak sesuai dengan yang telah ditetapkan oleh Teradu I-V melalui
SK Nomor 59/Kpts/KPU-Kab.017.433830/Tahun 2015 Tentang penetapan
lokasi pemasangan Alat Praga Kampanye (APK) peserta pemilihan Bupati dan
wakil bupati Lombok Tengan Tahun 2015;
b. Menindaklanjuti hasil pengawasan tersebut, Teradu VI-VIII telah mengeluarkan
rekomendasi untuk melakukan perbaikan dan pemasangan di tempat yang
telah ditentukan. Atas rekomendasi tersebut, KPU Kabupaten Lombok Tengah
dipandang tidak melakukan apa-apa dan tidak melakukan perbaikan dan
perbaikan Alat Praga Kampanye (APK);
c. Teradu VI-VIII dalam pengawasannya juga menemukan sejumlah Alat Praga
Kampanye (APK) dipasang di tempat-tempat yang seharusnya dilarang. Para
Teradu telah merekomendasikan agar dilakukan pemindahan tempat
pemasangan;
d. Dalam Alat Peraga Kampanye yang dipasang oleh KPU Kabupaten Lombok
Tengah, Teradu VI-VIII juga menemukan terdapat gambar partai yang bukan
pengusung pasangan calon seperti Partai Golkar, Partai Persatuan
Pembangunan (PPP), dan Perindo pada baliho Calon Nomor Urut 2, serta Partai
Golkar dan Partai Amanat Nasional (PAN) pada baliho Calon Nomor Urut 5;
e. Terhadap hal tersebut diatas, Teradu VI-VIII telah merekomendasikan untuk
menghilangkan gambar/lambang partai tersebut;
Diunduh
dari
laman
:
www.dkpp.go.id
f. Terhadap Alat Peraga Kampanye yang dipasang oleh KPU Kabupaten Lombok
Tengah, Para Teradu memandang bahwa kerusakan yang terdapat pada Alat
Peraga Kampanye tersebut disebabkan oleh cara dan lokasi pemasangan yang
asal-asalan. Teradu VI-VIII telah mengeluarkan rekomendasi untuk dilakukan
perbaikan terhadap Alat Peraga Kampanye (APK) tersebut;
3) Tahapan Pemutakhiran Daftar Pemilih
a. Teradu VI-VIII dalam pengawasannya menemukan coklit daftar pemilih yang
dilakukan oleh PPDP kurang maksimal. Terhadap hal tersebut, Teradu VI-VIII
melakukan koordinasi dengan Panwas kecamatan untuk melakukan
pengawasan yang sistematis terhadap proses coklit dengan dibantu oleh PPL;
b. Dalam laporan hasil pengawasannya, Panwascam dan PPL telah melakukan
proses pencegahan untuk tidak terjadinya pelanggaran pada proses coklit
daftar pemilih oleh PPDP;
c. Terhadap Daftar Pemilih Sementara (DPS) yang ditetapkan oleh KPU
Kabupaten Lombok Tengah, Teradu VI-VIII memandang Daftar Pemilih
Sementara yang ditetapkan tersebut tidak wajar didasarkan perbandingan
daftar pemilih pada pemilu sebelumnya yang meningkat hingga 15 %;
d. Teradu VI-VIII telah melakukan analisis dan penelitian beserta jajaranya
terhadap Daftar Pemilih Sementara (DPS) tersebut di atas;
e. Terhadap hasil analisa dan penelitian tersebut di atas, Teradu VI-VIII
menemukan banyak pemilih ganda, telah meninggal dunia, tidak dikenal, tidak
berdomisili di wilayah pemilihan, di bawah umur, hilang ingatan, dan TNI/Polri
yang masih ada dalam Daftar Pemilih Sementara;
f. Adanya dukungan sistem informasi canggih berupa aplikasi yang disebut
Sidalih seharusnya mampu mendeteksi masalah-masalah yang timbul dalam
daftar pemilih. Oleh sebab itu, Teradu VI-VIII merekomendasikan kepada KPU
Kabupaten Lombok Tengah untuk melakukan perbaikan terhadap Daftar
Pemilih Sementara (DPS);
g. Dalam Pleno penetapan daftar pemilih tetap, Teradu VI-VIII meminta dilakukan
pengujian Sidalih KPU Kabupaten Lombok Tengah dan ditemukan masih
terdapat daftar pemilih yang akan ditetapkan sebagai daftar pemilih tetap (DPT)
masih mencamtumkan pemilih ganda baik ganda identik (K2), pasti ganda (K1)
dalam satu atau beda desa bahkan kecamatan, pemilih telah meninggal dunia,
tidak dikenal, bukan berdomisili di wilayah pemilihan, di bawah umur, hilang
ingatan, dan TNI/Polri dalam daftar pemilih. Teradu VI-VIII langsung
merekomendasikan kepada KPU Kabupaten Lombok Tengah untuk melakukan
pencermatan perbaikan ulang sebelum Daftar Pemilih Tetap (DPT) ditetapkan;
h. Tim Kampanye pasangan calon yang hadir juga menolak daftar pemilih yang
akan ditetapkan tersebut dengan alasan yang sama dengan Teradu VI-VIII;
Diunduh
dari
laman
:
www.dkpp.go.id
i. KPU Kabupeten Lombok Tengah tetap menetapkan DPT tersebut tanpa
menghiraukan rekomendasi Panwas Kabupaten Lombok Tengah dan penolakan
oleh saksi pasangan calon.
KESIMPULAN
[2.6] Dari uraian sebagaimana dikemukakan di atas, Para Teradu menyampaikan
kesimpulan sebagai berikut:
1. Teradu I, II, III, IV, dan V menyimpulkan bahwa maka dalil-dalil Pengadu tidak benar.
Sebaliknya, Para Teradu telah melaksanakan penelitian persyaratan pencalonan dan
persyaratan calon penelitian hasil perbaikan persyaratan pencalonan dan persyaratan
calon. Oleh karena itu, layak dan sangat berdasar hukum untuk menolak seluruh
tuduhan Pengadu tersebut;
2. Teradu VI, VII, dan VIII telah melakukan pengawasan dalam setiap tahapan, khususnya
tahapan pencalonan, kampanye, dan pemutakhiran daftar pemilih.
[2.7] PERMOHONAN
Berdasarkan uraian di atas, Para Teradu memohon kepada Majelis Sidang DKPP yang
memeriksa dan mengadili pengaduan a quo untuk memberikan Putusan sebagai berikut:
1. Menolak Pengaduan Pengadu untuk seluruhnya;
2. Menyatakan Para Teradu tidak terbukti melakukan pelanggaran Kode Etik
Penyelenggara Pemilu; dan
3. Merehabilitasi nama baik Para Teradu; atau
Apabila Yang Mulia Majelis Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu Republik Indonesia
berpendapat lain, mohon putusan yang adil dan layak (ex aequo at bono).
[2.8] Para Teradu telah memperkuat dalil-dalilnya dengan mengajukan bukti-bukti yang
diberi tanda dengan bukti T1-1 sampai dengan T1-10 dan bukti T2-1 sampai dengan T2-15
sebagai berikut:
1. Bukti T1-1 : Keputusan KPU Kabupaten Lombok Tengah Nomor
33/Kpts./KPU-Kab.017.433830/Tahun 2015 tentang Persyaratan
Pencalonan Untuk Partai Politik Atau Gabungan Partai Politik
Dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Lombok Tengah
Tahun 2015;
2. Bukti T1-2 : Form Model TT.1-KWK;
3. Bukti T1-3 : Berita Acara KPU Kabupaten Lombok Tengah Nomor
33/BA/VII/2015 tanggal 26 Juli 2015 tentang Penerimaan
Pendaftaran Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Lombok
Tengah Tahun 2015 atas nama H. Moh. Suhaili FT, SH dan Lalu
Pathul Bahri, S.IP;
4. Bukti T1-4 : Model BA.HP-KWK dan lampirannya;
5. Bukti T1-5 : Model TT.2-KWK;
Diunduh
dari
laman
:
www.dkpp.go.id
6. Bukti T1-6 : Model BA.HP Perbaikan-KWK dan lampirannya;
7. Bukti T1-7 : Berita Acara KPU Kabupaten Lombok Tengah Nomor
43/BA/VIII/2015 tanggal 24 Agustus 2015 tentang Penetapan
Pasangan Calon Peserta Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati
Lombok Tengah Tahun 2015 dan Keputusan KPU Kabupaten
Lombok Tengah Nomor 52/Kpts./KPU-Kab.017.433830/Tahun
2015 tentang Penetapan Pasangan Calon Peserta Pemilihan
Bupati dan Wakil Bupati Lombok Tengah Tahun 2015;
8. Bukti T1-8 : Model BB.2-KWK;
9. Bukti T1-9 : Putusan PT.TUN Surabaya Nomor 4/G.PILKADA/2015/PT.TUN
SBY;
10. Bukti T1-10 : Putusan Kasasi MA Nomor 675/K/TUN/PILKADA/2015;
11. Bukti T2-1
: Salinan Rekomendasi perbaikan administrasi syarat calon;
12. Bukti T2-2
: Surat permohonan pengawasan melekat;
13. Bukti T2-3
: Surat KPU Lombok Tengah yang tidak mengizinkan, karena ada
masa perbaikan;
14. Bukti T2-4
: Surat permohonan salinan syarat calon;
15. Bukti T2-5
: Salinan surat balasan KPU Lombok Tengah, untuk menfoto
dokumen syarat calon;
16. Bukti T2-6
: Laporan nomor 23/LP/Panwaskada_LTH/IX/2015;
17. Bukti T2-7
: BA Krafikasi Saudara Zaironi (Komisioner KPU Lombok Tengah);
18. Bukti T2-8
: Salinan Form Model A12 pemberitahuan status Laporan;
19. Bukti T2-9
: Hasil pengawasan tentang pemasangan APK;
20. Bukti T2-10
: Rekomendasi untuk melakukan pemasangan dan perbaikan APK;
21. Bukti T2-11
: Rekomendasi untuk menghilangkan logo/gambar lambang partai
yang buklan partai pengusung PPP, PAN, Golkar dan Perindo;
22. Bukti T2-12
: Rekomendasi perbaiklan APK yang pemasangannya tidak wajar
dan cenderung asal-asalan;
23. Bukti T2-13
: Hasil pengawasan DPS;
24. Bukti T2-14
: Rekomendasi perbaikan DPS;
25. Bukti T2-15
: Rekomendasi perbaikan DPT.
[2.9] Untuk mempersingkat uraian dalam putusan ini, segala sesuatu yang terjadi di
persidangan cukup dimuat dalam berita acara persidangan, yang merupakan bagian tak
terpisahkan dari putusan ini.
IV. KEWENANGAN DKPP DAN KEDUDUKAN HUKUM PENGADU
[3.1] Menimbang bahwa maksud dan tujuan pengaduan Pengadu adalah terkait dengan
dugaan Pelanggaran Kode Etik Penyelenggara Pemilu yang dilakukan oleh Para Teradu;
[3.2] Menimbang bahwa sebelum mempertimbangkan pokok pengaduan, Dewan
Kehormatan Penyelenggara Pemilu (selanjutnya disebut sebagai DKPP) terlebih dahulu
Diunduh
dari
laman
:
www.dkpp.go.id
akan menguraikan kewenangannya dan pihak-pihak yang memiliki kedudukan hukum
untuk mengajukan pengaduan sebagaimana berikut:
Kewenangan DKPP
[3.3] Menimbang bahwa DKPP dibentuk untuk menegakkan Kode Etik Penyelenggara
Pemilu. Hal demikian sesuai dengan ketentuan Pasal 109 ayat (2) UU Nomor 15 Tahun
2011 tentang Penyelenggara Pemilu yang menyebutkan:
“DKPP dibentuk untuk memeriksa dan memutuskan pengaduan dan/atau laporan
adanya dugaan pelanggaran kode etik yang dilakukan oleh anggota KPU, anggota KPU
Provinsi, anggota KPU Kabupaten/Kota, anggota PPK, anggota PPS, anggota PPLN,
anggota KPPS, anggota KPPSLN, anggota Bawaslu, anggota Bawaslu Provinsi, dan
anggota Panwaslu Kabupaten/Kota, anggota Panwaslu Kecamatan, anggota Pengawas
Pemilu Lapangan dan anggota Pengawas Pemilu Luar Negeri”.
Selanjutnya ketentuan Pasal 111 ayat (4) UU Nomor 15 Tahun 2011 mengatur wewenang
DKPP untuk
a. Memanggil Penyelenggara Pemilu yang diduga melakukan pelanggaran kode etik
untuk memberikan penjelasan dan pembelaan;
b. Memanggil Pelapor, saksi, dan/atau pihak-pihak lain yang terkait untuk dimintai
keterangan, termasuk untuk dimintai dokumen atau bukti lain; dan
c. Memberikan sanksi kepada Penyelenggara Pemilu yang terbukti melanggar kode
etik.
Ketentuan tersebut di atas, diatur lebih lanjut dalam Pasal 3 ayat (2) Peraturan DKPP
Nomor 1 Tahun 2013 tentang Pedoman Beracara Kode Etik Penyelenggara Pemilihan
Umum yang menyebutkan:
“Penegakan kode etik dilaksanakan oleh DKPP”.
[3.4] Menimbang bahwa pengaduan Pengadu berkait dengan dugaan pelanggaran Kode
Etik Penyelenggara Pemilu yang dilakukan oleh Para Teradu, maka DKPP berwenang untuk
memutus pengaduan a quo;
Kedudukan Hukum
[3.5] Menimbang bahwa berdasarkan Pasal 112 ayat (1) UU 15/2011 juncto Pasal 4 ayat (1)
Peraturan DKPP Nomor 1 Tahun 2013 Tentang Pedoman Beracara Kode Etik Penyelenggara
Pemilihan Umum, pengaduan dugaan adanya pelanggaran Kode Etik Penyelenggara Pemilu
diajukan secara tertulis oleh Penyelenggara Pemilu, Peserta Pemilu, tim kampanye,
masyarakat, dan/atau pemilih dilengkapi dengan identitas Pengadu kepada DKPP.
Selanjutnya ketentuan tersebut di atas diatur lebih lanjut dalam Pasal 4 ayat (2) Peraturan
DKPP Nomor 1 Tahun 2013 sebagai berikut:
“Pengaduan dan/atau laporan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diajukan oleh:
a. Penyelenggara Pemilu;
b. Peserta Pemilu;
c. Tim kampanye;
Diunduh
dari
laman
:
www.dkpp.go.id
d. Masyarakat; dan/atau
e. Pemilih”.
[3.6] Menimbang bahwa Pengadu adalah Sekretaris DPD Partai Golkar Kabupaten Lombok
Tengah, yang memiliki kedudukan hukum (legal standing) untuk mengajukan pengaduan a
quo;
[3.7] Menimbang bahwa karena DKPP berwenang untuk mengadili pengaduan a quo dan
Pengadu memiliki kedudukan hukum (legal standing) untuk mengajukan pengaduan a quo,
maka selanjutnya DKPP mempertimbangkan pokok pengaduan.
V. PERTIMBANGAN PUTUSAN
[4.1] Menimbang pengaduan Pengadu mendalilkan Para Teradu telah melakukan
pelanggaran kode etik penyelenggara Pemilu. Teradu I, II, III, IV, dan V menetapkan
Pasangan Calon H. Moh. Suhaili-Lalu Fathul Bahri tanpa melakukan verifikasi persyaratan
pencalonan dan persyaratan calon sebagaimana diatur dalam UU Nomor 8 Tahun 2015 jo.
Pasal 7 jo. Peraturan KPU No. 9 Tahun 2015 Pasal 43 dan 47, sedangkan Teradu VI, VII,
dan VIII tidak melaksanakan tugas dan fungsi pengawasannya sehingga KPU Kabupaten
Lombok Tengah menetapkan Paslon H. Moh. Suhaili-Lalu Fathul Bahri sebagai peserta
Pilkada Tahun 2015;
[4.2] Menimbang jawaban dan keterangan Teradu I, II, III, IV, dan V yang pada pokoknya
mendalilkan bahwa Para Teradu telah menjalankan tugasnya dalam hal verifikasi
persyaratan pencalonan dan persyaratan calon atas nama H. Moh. Suhaili-Lalu Fathul
Bahri sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Para Teradu telah
melakukan penelitian persyaratan pencalonan dan persyaratan calon sebagaimana diatur
dalam ketentuan Pasal 47 ayat (1) dan ayat (2) dan Pasal 48 Peraturan KPU Nomor 9
Tahun 2015 tentang Pencalonan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan
Wakil Bupati, dan/atau Walikota dan Wakil Walikota. Setelah dilakukan penelitian
persyaratan pencalonan dan persyaratan calon sebagaimana tertuang dalam Model BA.HP-
KWK beserta lampirannya, Syarat Calon untuk jenis dokumen Model BB.2 KWK tersebut
ada dan dinyatakan memenuhi syarat. Penelitian Model BB.2-KWK dilakukan dengan cara
melakukan penelitian terhadap kelengkapan dan keabsahan dokumen meliputi penelitian
terhadap cap basah Partai Politik atau masing-masing Gabungan Partai Politik yang
bergabung sesuai tingkatannya, tanda tangan Pasangan Calon, dan kesesuaian isi
dokumen dengan ketentuan dalam Peraturan KPU Nomor 9 Tahun 2015. Terhadap status
perkawinan dan pekerjaan istri kedua dari Calon Bupati atas nama H. Moh. Suhaili
sebagaimana tercantum dalam Model BB.2-KWK yang menurut Pengadu tidak sesuai
dengan fakta yang sebenarnya, Para Teradu mendalilkan tidak mempunyai kewenangan
untuk melakukan verifikasi faktual;
[4.3] Menimbang jawaban dan keterangan Teradu VI, VII, dan VIII, yang pada pokoknya
mendalilkan bahwa Para Teradu pernah menerima laporan dari Pengadu mengenai
Diunduh
dari
laman
:
www.dkpp.go.id
ketidaksesuaian data pekerjaan istri kedua Calon Bupati Lombok Tengah atas nama H.
Moh. Suhaili antara yang tercantum dalam Daftar Riwayat Hidup dengan fakta yang
sebenarnya sebagaimana termuat dalam Laporan Pengadu yang dicatat dengan Nomor
23/LP/Panwaspilbup-LTH/IX/2015. Terhadap laporan tersebut, Teradu VI, VII, dan VIII
telah melakukan proses penanganan pelanggaran sesuai ketentuan dan telah disimpulkan
bahwa laporan Pengadu tidak memenuhi syarat formil karena sudah daluarsa;
[4.4] Menimbang keterangan Para Pihak, bukti dokumen serta fakta yang terungkap dalam
sidang pemeriksaan, DKPP berpendapat bahwa terhadap proses verifikasi persyaratan
pencalonan dan persyaratan calon, Teradu I, II, III, IV, dan V telah menjalankan tugasnya
sesuai dengan ketentuan sebagaimana diatur dalam Pasal 47 ayat (1) dan ayat (2) dan
Pasal 48 Peraturan KPU Nomor 9 Tahun 2015 tentang Pencalonan Pemilihan Gubernur
dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, dan/atau Walikota dan Wakil Walikota.
Para Teradu tidak dapat menerima dukungan Partai Golkar dan Partai Persatuan
Pembangunan karena sampai masa perbaikan selesai, Pasangan Calon H. Moh. Suhaili-
Lalu Fathul Bahri tidak dapat melengkapi dukungan dua kepengurusan baik dari Partai
Golkar maupun Partai Persatuan Pembangunan. Namun, Para Teradu tetap meloloskan
pasangan calon yang bersangkutan karena dukungan Partai Gerindra dan Partai Keadilan
Sejahtera telah mencukupi ketentuan persyaratan dukungan. Berkenaan dengan verifikasi
persyaratan calon berupa informasi yang termuat dalam Daftar Riwayat Hidup, DKPP
berpendapat bahwa kewenangan Teradu I, II, III, IV, dan V tidak sampai pada verifikasi
faktual terhadapnya. DKPP menilai pengaduan Pengadu tidak beralasan dan Teradu I, II,
III, IV, dan V tidak terbukti melanggar kode etik penyelenggara Pemilu;
[4.5] Menimbang keterangan Para Pihak, bukti dokumen serta fakta yang terungkap dalam
sidang pemeriksaan, DKPP berpendapat bahwa Teradu VI, VII, dan VIII telah
menindaklanjuti laporan yang disampaikan Pengadu terkait ketidaksesuaian data dan
informasi mengenai pekerjaan istri kedua Calon Bupati H. Moh. Suhaili antara yang
termuat dalam dokumen Daftar Riwayat Hidup dengan fakta yang sebenarnya. Para Teradu
telah melakukan kajian dan menyimpulkan bahwa laporan Pengadu dimaksud tidak
memenuhi syarat formil dam materiil karena telah daluarsa. Oleh karena itu, dalil Pengadu
tidak dapat diterima;
[4.6] Menimbang dalil Pengadu selebihnya dalam putusan ini, DKPP tidak perlu
menanggapi.
VI. KESIMPULAN
Berdasarkan penilaian atas fakta dalam persidangan sebagaimana diuraikan di atas,
setelah memeriksa keterangan Pengadu, jawaban dan keterangan Para Teradu, dan bukti-
bukti dokumen yang disampaikan Pengadu dan Para Teradu, Dewan Kehormatan
Penyelenggara Pemilu menyimpulkan bahwa:
[5.1] DKPP berwenang mengadili pengaduan Pengadu;
Diunduh
dari
laman
:
www.dkpp.go.id
[5.2] Pengadu memiliki kedudukan hukum (legal standing) untuk mengajukan pengaduan
a quo;
[5.3] Para Teradu tidak terbukti melakukan pelanggaran Kode Etik Penyelenggara Pemilu;
Berdasarkan pertimbangan dan kesimpulan tersebut di atas,
MEMUTUSKAN
1. Menolak pengaduan Pengadu untuk seluruhnya;
2. Merehabilitasi nama baik Teradu I atas nama Ary Wahyudi, Teradu II atas nama
Zaeroni, Teradu III atas nama Sansuri, Teradu IV atas nama Baiq Husnawaty, dan
Teradu V atas nama Lalu Puji Hartono selaku Ketua dan Anggota KPU Kabupaten
Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat;
3. Merehabilitasi nama baik Teradu VI atas nama Lalu Darmawan, Teradu VII atas nama
Ahmad Fathoni, dan Teradu VIII atas nama Abdul Hanan, selaku Ketua dan Anggota
Panwas Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat;
4. Memerintahkan kepada KPU Provinsi Nusa Tenggara Barat sepanjang terhadap
Teradu I, II, III, IV, dan V serta kepada Bawaslu Provinsi Nusa Tenggara Barat
sepanjang terhadap Teradu VI, VII, dan VIII untuk melaksanakan Putusan ini paling
lama 7 (tujuh) hari sejak dibacakan; dan
5. Memerintahkan Badan Pengawas Pemilu Republik Indonesia untuk mengawasi
pelaksanaan Putusan ini.
Demikian diputuskan dalam rapat pleno oleh 5 (lima) anggota Dewan Kehormatan
Penyelenggara Pemilihan Umum, yakni Prof. Dr. Jimly Asshiddiqie, S.H., selaku Ketua
merangkap Anggota, Prof. Dr. Anna Erliyana, S.H., M.H., Dr. Nur Hidayat Sardini, S.Sos,
M.Si, Pdt. Saut Hamonangan Sirait, M.Th, dan Endang Wihdatiningtyas, S.H., masing-
masing sebagai Anggota, pada hari Jumat tanggal Dua Puluh Enam bulan Februari
tahun Dua Ribu Enam Belas, dan dibacakan dalam sidang kode etik terbuka untuk
umum pada hari ini, Selasa tanggal Satu bulan Maret tahun Dua Ribu Enam Belas oleh
Prof. Dr. Jimly Asshiddiqie, S.H., selaku Ketua merangkap Anggota, Prof. Dr. Anna
Erliyana, S.H., M.H., Dr. Valina Singka Subekti, M.Si, Dr. Nur Hidayat Sardini, S.Sos, M.Si,
Pdt. Saut Hamonangan Sirait, M.Th., Endang Wihdatiningtyas, S.H., dan Ida Budhiati,
S.H., M.H., masing-masing sebagai Anggota, dengan dihadiri oleh Pengadu dan Para
Teradu.
KETUA
Ttd
Prof. Dr. Jimly Asshiddiqie, S.H.
Diunduh
dari
laman
:
www.dkpp.go.id
ANGGOTA
Ttd Ttd
Prof. Dr. Anna Erliyana, S.H., M.H. Dr. Valina Singka Subekti, M.Si.
Ttd Ttd
Dr. Nur Hidayat Sardini, S.Sos., M.Si.. Pdt. Saut Hamonangan Sirait, M.Th
Ttd Ttd
Endang Wihdatiningtyas, S.H. Ida Budhiati, S.H., M.H.
Asli Putusan ini telah ditandatangani secukupnya, dan dikeluarkan sebagai salinan yang
sama bunyinya.
SEKRETARIS PERSIDANGAN
Dr. Osbin Samosir, M.Si